BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » DAERAH » Lewat Program Electrifying Agriculture, PLN Bantu Petani Manggarai Tingkatkan Produktivitas

Lewat Program Electrifying Agriculture, PLN Bantu Petani Manggarai Tingkatkan Produktivitas

  • account_circle TIM
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • print Cetak

FAJARNTT.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mendorong transformasi pertanian pedesaan lewat program electrifying agriculture.

Program ini bukan sekadar menghadirkan listrik ke pelosok, tetapi juga membawa teknologi modern yang membantu petani menghemat biaya, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki kualitas hasil panen. Di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), PLN menyalurkan berbagai bantuan sarana pertanian modern untuk kelompok tani hortikultura.

Listrik Masuk Ladang: Bantuan Tepat Sasaran

Bantuan yang disalurkan PLN UIP Nusra meliputi 3 unit meteran listrik 1.300 VA, 6 set pompa air listrik berdaya 125 Watt, 22 sprinkler rotari, 3 set jaringan pipa PVC air bersih, dan 3 set instalasi penerangan 5–10 Watt. Seluruh bantuan ini diterima oleh tiga kelompok tani hortikultura, yaitu Kelompok Tani Nera, Kelompok Tani Tompal Momang, dan Kelompok Tani Badi’a.

Bagi petani hortikultura, ketersediaan listrik tidak hanya berarti ada penerangan di rumah, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi persoalan yang mereka hadapi di lahan. Sistem penyiraman yang selama ini menjadi tantangan utama kini bisa dijalankan secara lebih efektif dan efisien. Dengan bantuan tersebut, para petani tidak lagi bergantung pada cara-cara tradisional yang menguras tenaga, sehingga mereka dapat lebih fokus mengembangkan pola tanam dan memperluas usaha tani.

Dari Ember ke Sprinkler: Perubahan Nyata di Poco Leok

Transformasi sistem penyiraman di Poco Leok mencerminkan betapa besar pengaruh listrik dalam kehidupan petani. Pada 2023, penyiraman dilakukan secara manual. Air diangkat menggunakan mesin diesel, ditampung dalam fiber, kemudian disiram satu per satu tanaman menggunakan ember, gembor, atau selang. Proses ini tidak hanya lambat tetapi juga sangat melelahkan, karena petani harus menghabiskan banyak waktu di kebun hanya untuk memberi air.

Tahun 2024, kondisi sedikit membaik dengan hadirnya jaringan air bersih. Petani sudah bisa mengalirkan air ke lahan menggunakan selang, namun sistem ini masih belum efisien. Penyiraman tetap membutuhkan tenaga manusia, sementara hasil panen belum optimal.

Situasi berubah drastis pada 2025. Dengan adanya electrifying agriculture, petani kini bisa memanfaatkan pompa listrik untuk mengalirkan air langsung ke sprinkler. Proses penyiraman menjadi lebih cepat, merata, dan hemat tenaga. Tidak ada lagi cerita petani harus bolak-balik membawa ember. Perubahan ini membuat mereka bisa mengalokasikan waktu ke aktivitas lain seperti pemupukan, perawatan tanaman, hingga menyiapkan produk untuk pasar.

Hemat Biaya, Panen Lebih Terjaga

Selain memudahkan pekerjaan, penggunaan listrik juga membawa dampak signifikan pada penghematan biaya. Sebelum ada program ini, petani Poco Leok rata-rata harus mengeluarkan Rp80.000 per bulan hanya untuk membeli BBM agar mesin diesel bisa beroperasi. Dengan adanya pompa listrik, biaya bulanan turun menjadi sekitar Rp50.000 untuk pembelian pulsa listrik. Artinya, ada penghematan sekitar 37,5 persen setiap bulan.

Bagi petani skala kecil, selisih Rp30.000 setiap bulan bukan angka kecil. Penghematan ini bisa digunakan untuk membeli bibit baru, pupuk tambahan, atau kebutuhan rumah tangga. Selain itu, penggunaan listrik jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan mesin diesel, karena tidak menghasilkan asap dan emisi karbon.

Efisiensi biaya ini secara langsung berdampak pada hasil panen. Dengan penyiraman yang lebih teratur dan merata, tanaman hortikultura seperti sayuran lebih terjaga kualitasnya. Hasil panen tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga lebih segar dan tahan lama saat dipasarkan.

Apresiasi dari Pendamping dan Petani Poco Leok

Program ini mendapat apresiasi besar dari pendamping kelompok tani, Sulastriviana Nova Mot. Ia menyebut program ini membuktikan kehadiran PLN di tengah masyarakat bukan hanya sebatas penyedia listrik, tetapi juga mitra nyata dalam pembangunan desa.

“Dengan adanya program electrifying agriculture, petani semakin mudah dalam proses penyiraman sekaligus lebih hemat biaya. Jika dulu kami harus mengeluarkan sekitar Rp80 ribu per bulan untuk BBM, kini cukup Rp50 ribu per bulan untuk listrik. Ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mendukung transformasi pertanian modern,” ungkap Nova.

Hal senada juga diutarakan Gerda Gunet, petani dari Kelompok Tani Nera Mesir. Baginya, perubahan sistem penyiraman ini adalah jawaban atas perjuangan panjang para petani Poco Leok.

“Penyiraman sekarang jadi lebih mudah, tidak perlu lagi pakai ember dan gembor. Kami bisa fokus ke kegiatan pertanian lainnya, dan hasil sayur lebih bagus karena mendapat air cukup,” ujarnya.

Testimoni ini menunjukkan bagaimana program berbasis listrik benar-benar memberi dampak langsung pada kehidupan petani, tidak hanya dari segi ekonomi tetapi juga kualitas hidup sehari-hari.

Sentuhan PLN, Omzet Petani Ikut Naik

Program electrifying agriculture di Poco Leok sejatinya merupakan bagian dari pendampingan jangka panjang PLN UIP Nusra. Sejak 2023, PLN sudah membina 24 kelompok tani yang terdiri dari 240 anggota. Total lahan hortikultura yang digarap mencapai 33.150 meter persegi.

Dengan dukungan listrik dan pendampingan berkelanjutan, sejumlah kelompok tani mencatat hasil positif. Beberapa di antaranya, yakni Kelompok Tani Tiba Gerak, Banera, Ba Dia, Nera, dan Ca Nai, berhasil mencatat kenaikan omzet hingga 2 persen. Angka ini memang terkesan kecil, namun untuk petani yang selama ini menghadapi biaya tinggi dan sistem tradisional, peningkatan tersebut menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi yang lebih kuat.

Kepala Teknik Panas Bumi WKP Ulumbu, Roya Ginting, menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat kelompok tani penerima bantuan.

“Kelompok tani penerima bantuan agriculture electrifying menunjukan komitmen luar biasa dalam setiap program Desa Berdaya PLN. Dengan bantuan alat pertanian modern ini, harapannya dapat menghemat pengeluaran operasional mereka,” ujarnya.

Komitmen Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif electrifying lifestyle, yaitu dorongan agar masyarakat memanfaatkan energi listrik dalam berbagai aspek kehidupan. Pertanian menjadi salah satu fokus, karena sektor ini berhubungan langsung dengan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat desa.

“Melalui pendampingan berkelanjutan, PLN hadir sejak tahap pembersihan lahan sampai pemasaran hasil panen. Ini langkah nyata mendukung pertanian modern yang lebih efisien, murah, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rizki menambahkan, electrifying agriculture sejalan dengan penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Program ini dinilai mampu menciptakan pertanian ramah lingkungan, memperkuat kesejahteraan sosial petani, serta dijalankan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Electrifying agriculture menghadirkan pertanian ramah lingkungan, memperkuat kesejahteraan sosial petani, serta memastikan tata kelola program yang transparan dan akuntabel. Ini menjadi wujud kontribusi PLN dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara,” tegasnya.

Menuju Pertanian Modern Poco Leok

Kehadiran listrik di Poco Leok kini tidak hanya sebatas penerangan rumah tangga, melainkan juga mengubah wajah pertanian di desa. Dari yang dulunya bergantung pada ember dan gembor, kini petani sudah bisa memanfaatkan sprinkler otomatis. Dari yang dulunya terbebani biaya BBM, kini mereka menikmati listrik dengan biaya lebih murah.

PLN berharap, transformasi ini akan terus berkembang hingga menjangkau kelompok tani lain di Nusa Tenggara Timur. Dengan produktivitas yang semakin meningkat, biaya yang lebih efisien, serta penerapan teknologi ramah lingkungan, Poco Leok berpotensi menjadi model pertanian modern di wilayah pedesaan Indonesia.(*)

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

  • Penulis: TIM

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • polres

    Polres Ngada dan Ultras Nyalakan 1000 Lilin Mengenang Tragedi Kanjuruhan

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle N. Firman
    • 0Komentar

    BAJAWA, FAJAR NTT – Polres Ngada dan Ultras PSN Ngada menyalakan 1000 lilin mengenang tragedi sepakbola yang menewaskan ratusan supporter Aremania dan personil Polres Malang di Lapangan Kartini, Kelurahan Kisanata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, pada Selasa (4/10/2022) pukul 19.30 WITA. Kapolres Ngada, AKBP Padmo Arianto, S.I.K mengatakan aksi ini sebagai bentuk rasa empati dan duka […]

  • Bupati Manggarai Minta Warga Dukung Penertiban Pasar: Demi Ruteng yang Nyaman dan Aman

    Bupati Manggarai Minta Warga Dukung Penertiban Pasar: Demi Ruteng yang Nyaman dan Aman

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, S.E., M.A meminta seluruh masyarakat untuk mendukung upaya penertiban lapak-lapak liar di kawasan Pasar Inpres Ruteng (Paris). Menurutnya, penataan pasar merupakan langkah penting untuk mewujudkan wajah kota Ruteng yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua. Penegasan itu disampaikan Bupati Hery saat memberikan arahan dalam acara penyerahan […]

  • sekda

    Sekda Fansi: Pemda Bentuk Tim Periksa Camat dan Sekcam Reok Barat

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    Sekda Manggarai, Drs. Jahang Fansi Aldus mengatakan Pemda akan bentuk tim untuk memeriksa Camat dan Sekcam Reok Barat.

  • Penjabat

    Penjabat Gubernur NTT: Kita Jalin Komunikasi Sebagai Mitra Kerja

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    KUPANG, FAJARNTT.COM – Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC. mengharapkan adanya jalinan komunikasi yang baik antar lembaga lembaga dan instansi untuk memperkuat konsolidasi dalam pembangunan. Demikian penyampaian beliau pada saat melakukan audiens bersama Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT di Kantor DPRD Provinsi NTT, pada Rabu 13 September […]

  • PT PLN

    PT PLN Jalin Kerja Sama dengan TANESCO dalam Memperkuat Hubungan Bilateral antar Negara

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    FAJARNTT.COM – PT PLN (Persero) menjadi bagian dalam kunjungan bersejarah Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo untuk pertama kalinya ke Afrika. Dalam kunjungan ke Afrika pada 20-24 Agustus 2023, PLN akan bekerja sama dengan perusahaan listrik yang juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Afrika, Tanzania Electricity Supply Co. Ltd. (TANESCO) untuk mengembangkan bisnis kelistrikan yang […]

  • Turis asal Eropa bersama dengan pemandu wisata Liang Bua sedang menyaksikan lubang kecil yang sangat dalam di gua Liang Bua

    Antara Sejarah dan Kehangatan: Liang Bua & Liang Galang di Mata Wisatawan Mancanegara

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    FAJARNTT.COM – Liang Bua dan Liang Galang, situs arkeologis dan bersejarah di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali memikat hati wisatawan mancanegara. Pada Sabtu (9/8/2025), rombongan turis dari Belanda, Kanada, Australia, dan Belgia mengaku mendapatkan pengalaman yang tak hanya kaya akan sejarah, tetapi juga sarat dengan kehangatan budaya lokal. Emeli, jurnalis media cetak dan media […]

expand_less