BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » DAERAH » Menelusuri Desa Adat Todo, Saksi Lahirnya Kerajaan Manggarai

Menelusuri Desa Adat Todo, Saksi Lahirnya Kerajaan Manggarai

  • account_circle TIM
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • print Cetak

FAJARNTT.COM – Di antara lembah hijau dan perbukitan Flores Barat, berdiri sebuah kampung tua yang menyimpan jejak panjang sejarah Manggarai. Kampung itu adalah Desa Adat Todo, yang terletak di Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi masyarakat Manggarai, Todo bukan sekadar perkampungan adat, melainkan pusat peradaban kuno yang dipercaya sebagai tempat lahirnya Kerajaan Manggarai.

Keberadaan Desa Adat Todo kerap dikaitkan dengan kisah awal terbentuknya struktur kekuasaan dan pemerintahan tradisional Manggarai. Dalam berbagai catatan sejarah dan cerita tutur yang hidup di tengah masyarakat, Todo diyakini sebagai pusat kerajaan pertama sebelum kekuasaan Manggarai menyebar ke wilayah lain di Flores Barat.

Desa ini menjadi istimewa karena dipercaya sebagai titik pertemuan dua peradaban besar, yakni Manggarai dan Minangkabau. Nenek moyang masyarakat Todo disebut berasal dari Minangkabau, yang oleh orang Manggarai dikenal dengan sebutan Minangkebau. Seorang tokoh legendaris bernama Mashur dikisahkan datang dari Minangkabau ratusan tahun silam dan menetap di Lembah Todo. Dari wilayah inilah, menurut kisah turun-temurun, cikal bakal Kerajaan Manggarai bermula.

Memasuki kawasan kampung adat Todo, pengunjung disambut susunan batu-batu besar yang tertata rapi menyerupai jalan setapak. Batu-batu ini mengelilingi halaman utama kampung hingga menuju Niang Mbowang, bangunan induk yang menjadi pusat kehidupan adat masyarakat Todo.

Di bagian tengah kampung berdiri sebuah compang, altar batu berbentuk persegi empat yang digunakan sebagai tempat upacara persembahan adat. Compang menjadi simbol relasi spiritual antara manusia, alam, dan roh leluhur yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat setempat.

Tak jauh dari compang, terdapat delapan makam tokoh adat. Sementara itu, di sisi utara kampung berdiri makam Dalu Todo, para pemimpin adat yang memiliki kedudukan setara bangsawan pada masa kerajaan. Makam-makam tersebut ditandai dengan nisan berbentuk salib, mencerminkan perpaduan antara kepercayaan tradisional leluhur dan pengaruh agama Katolik yang masuk kemudian hari.

Di halaman kampung adat Todo juga berjejer lima meriam kuno yang diyakini sebagai peninggalan masa kolonial Belanda. Keberadaan meriam-meriam tersebut menjadi saksi bisu bahwa Todo pernah menjadi pusat kekuasaan yang disegani pada masanya.

Ikon utama Desa Adat Todo adalah Niang Todo, rumah adat berbentuk bundar dengan atap kerucut yang terbuat dari jerami atau ijuk. Bangunan ini dahulu berfungsi sebagai istana Raja Todo sekaligus pusat pemerintahan dan tempat berlangsungnya berbagai ritual adat kerajaan. Arsitektur Niang Todo mencerminkan filosofi hidup masyarakat Manggarai yang menjunjung keselarasan antara manusia, alam, dan leluhur.

Seluruh konstruksi Niang Todo dibangun menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu dan bambu tanpa paku logam. Teknik pembangunan ini menunjukkan kearifan lokal masyarakat Manggarai yang telah lama mengenal prinsip hidup ramah lingkungan.

Selain warisan arsitektur, Desa Adat Todo juga menyimpan kisah-kisah mistis yang melegenda. Salah satunya adalah cerita tentang gendang kulit manusia yang konon digunakan dalam upacara sakral kerajaan untuk memanggil roh leluhur. Hingga kini, gendang tersebut disimpan dengan penuh kehati-hatian dan hanya ditampilkan pada upacara adat tertentu yang dianggap sangat sakral.

Di tengah arus modernisasi yang kian kuat, masyarakat Todo tetap berupaya menjaga dan merawat warisan leluhur mereka. Tradisi adat, ritual, serta tata ruang kampung masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Manggarai.

Setiap tahun, Desa Adat Todo ramai dikunjungi wisatawan, peneliti, dan pemerhati budaya yang ingin menyaksikan langsung kekayaan sejarah dan tradisi yang masih hidup. Lebih dari sekadar destinasi wisata, Desa Adat Todo menjadi penanda penting perjalanan sejarah Flores Barat tempat legenda, arsitektur, dan spiritualitas berpadu menjadi satu kisah besar tentang lahirnya Kerajaan Manggarai.(*)

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

  • Penulis: TIM

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • Kabar Gembira

    Kabar Gembira! Layanan Ojek Online KAJEK Hadir di Manggarai

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Kabar gembira bagi masyarakat Manggarai layanan jasa ojek online sudah hadir di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal itu seturut penyampaian Ayu Sagita Putri kepada media ini melalui aplikasi pesan WhatsApp pada Senin sore, 12 Juni 2023. Menurut wanita yang kerab disapa Ayu Ambang itu mengatakan hadirnya aplikasi KAJEK tentu […]

  • Bupati Hery Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Pembangunan Manusia: Komitmen Tegas Atasi Stunting di Manggarai

    Bupati Hery Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Pembangunan Manusia: Komitmen Tegas Atasi Stunting di Manggarai

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG,FAJARNTT.COM – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A., secara resmi membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Pembangunan Manusia tingkat Kabupaten Manggarai Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Efata, Ruteng, Rabu (18/06/2025). Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting melalui peran aktif kader pembangunan manusia di tingkat desa. Dalam arahannya, Bupati Hery […]

  • pemkab mabar

    Pemkab Mabar Sambut Baik Migrasi TV Analog ke Digital

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    Pemkab Mabar menyambut baik program pemerintah pusat melalui Kemkominfo RI untuk migrasi dari TV analog ke digital.

  • Luar Biasa

    Luar Biasa, PLN UIP Nusra Sabet Dua Penghargaan NCSRA 2024

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    MATARAM, FAJARNTT.COM – PLN UIP Nusra (Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara) berhasil menyabet dua penghargaan Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2024 dari La Tofi School of Social Resposibility pada malam penganugerahan yang berlangsung di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, pada Rabu, 17 Juli 2024. Ajang ini diikuti oleh lebih dari 50 perusahaan BUMN dan swasta […]

  • Pokdarwis Liang Bua Salurkan Sembako, Buktikan Pariwisata Bisa Berdayakan Warga

    Pokdarwis Liang Bua Salurkan Sembako, Buktikan Pariwisata Bisa Berdayakan Warga

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    FAJARNTT – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Liang Bua menyalurkan bantuan sembako kepada lansia dan janda di Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengembangan pariwisata di desa tersebut tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ketua Pokdarwis Liang Bua, Ignasius […]

  • Sekda Manggarai

    Sekda Manggarai Usir Kadis DLHD serta Kroni, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Sekda Manggarai Jahang Fansi Aldus mengusir Charles Rihi serta kroni dari ruang rapat, Aula Baperrida Ruteng, Kabupaten Manggarai. Itu terjadi sesaat sebelum Bupati Manggarai, Herybertus Nabit menyampaikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah Dalam Rangka Penyempurnaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2025. “Sebelum Pak Bupati menyampaikan sambutannya, saya minta yang kenakan baju […]

expand_less