BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » DAERAH » Flores » Bajawa » PLN UIP Nusra Dorong Ekowisata Kampung Adat Wogo Lewat Pelatihan dan Kerajinan Bambu

PLN UIP Nusra Dorong Ekowisata Kampung Adat Wogo Lewat Pelatihan dan Kerajinan Bambu

  • account_circle TIM
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • print Cetak

NGADA, FAJARNTT.COM – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat terus diwujudkan melalui langkah konkret di wilayah operasionalnya. Melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (PLN UIP Nusra), PLN menyalurkan dukungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wogo, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berupa pelatihan pemandu wisata, keterampilan anyaman bambu, hingga pembuatan suvenir berbahan bambu.

Program Desa Wisata Adat ini dirancang untuk memperkuat pengembangan ekowisata Kampung Adat Wogo dengan mengedepankan kekayaan budaya dan kearifan lokal. Bambu dipilih sebagai fokus utama pengembangan produk karena ketersediaannya yang melimpah serta potensinya sebagai material ramah lingkungan bernilai ekonomi tinggi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PLN UIP Nusra juga menyalurkan bantuan peralatan ukir bambu kepada Pokdarwis. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan variasi produk kerajinan masyarakat, sehingga memiliki daya saing di pasar pariwisata dan mampu menjadi suvenir khas Kampung Adat Wogo.

Sebanyak 22 anggota Pokdarwis Desa Wogo mengikuti pelatihan intensif selama satu minggu. Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi antara PLN UIP Nusra dengan Dinas Perindustrian serta Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, sekaligus didukung partisipasi aktif masyarakat setempat. Pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam membaca peluang usaha pariwisata desa.

Ketua Pokdarwis Desa Wogo, Hans Baghi, menyampaikan bahwa pelatihan dan bantuan peralatan ukir bambu tersebut merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan PLN terhadap pengembangan Kampung Adat Wogo sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Ia menilai, keberlanjutan program menjadi kunci agar masyarakat benar-benar merasakan dampak ekonomi jangka panjang.

Masyarakat Desa Wogo yang berada di sekitar kawasan pembangunan PLTP Mataloko sebelumnya juga telah menerima berbagai bentuk dukungan dari PLN. Dukungan tersebut meliputi penyediaan ruang informasi wisata, pembangunan sarana dan prasarana MCK, penyediaan lapak dagang desa wisata, hingga pelibatan tenaga kerja lokal dalam kegiatan proyek geothermal.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari PLN. Bantuan peralatan ukir bambu ini akan kami manfaatkan untuk menghasilkan produk kerajinan yang dapat dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kampung Adat Wogo,” ujar Hans.

Ia berharap, program ini mampu membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Sementara itu, Konsultan Pengawas PLTP Mataloko, Bastian Jayawardhana, menilai pelatihan yang diberikan menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Dalam waktu satu minggu, para peserta telah mampu menghasilkan berbagai produk kerajinan bambu, seperti hiasan lampu dan wadah air minum.

Menurutnya, produk-produk tersebut masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui inovasi desain dan peningkatan kualitas.

“Pengembangan desain yang konsisten akan membuat kerajinan bambu ini menjadi identitas khas Kampung Adat Wogo,” jelas Bastian.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa program TJSL ini lahir dari dialog dan pemetaan kebutuhan bersama masyarakat serta Pokdarwis Kampung Adat Wogo.

PLN, kata dia, berkomitmen mendorong pengembangan ekowisata yang berpijak pada budaya dan kelestarian lingkungan.

“Dukungan peralatan ukir bambu ini diharapkan melahirkan produk kerajinan khas Wogo yang bernilai ekonomi, memperkuat identitas budaya lokal, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar PLTP Mataloko,” tutup Rizki.

Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, PLN UIP Nusra tidak hanya menghadirkan infrastruktur energi, tetapi juga ikut menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Desa Wogo untuk berkembang mandiri melalui pariwisata berbasis budaya dan lingkungan.(*)

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

  • Penulis: TIM

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • Pemerintah Kelurahan Rewang bekerja sama dengan Yayasan Gembala Baik menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa kasur, selimut, dan pakaian kepada 150 anak migran yang sangat membutuhkan. (Dok. Fajar NTT)

    Pemerintah Kelurahan Rowang Salurkan Bantuan Dasar untuk 150 Anak Migran Penghuni Kos

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG,FAJAR NTT.COM – Upaya perlindungan terhadap anak-anak migran kembali diperkuat Pemerintah Kelurahan Rowang melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan para penghuni kos dan asrama. Pada Sabtu, 29 November 2025, Pemerintah Kelurahan Rowang bekerja sama dengan Karya Kemanusiaan Weta Gerak Yayasan Gembala Baik Indonesia (YGBI) menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa kasur, selimut, dan pakaian kepada […]

  • PT PLN

    PT PLN Gandeng Pemprov DKI Jakarta dan PT Astra Internasional dalam Menekan Emisi Karbon

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    JAKARTA, FAJARNTT.COM – PT PLN (Persero) terus mencoba mengakselerasi terciptanya ekosistem kendaraan listrik khususnya di Jabodetabek. Untuk mewujudkan hal tersebut, PLN turut menggandeng Pemprov DKI Jakarta dan PT Astra Internasional. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengunjungi Astra untuk membangun kolaborasi bersama. Heru mengatakan, Pemprov DKI Jakarta menyadari pentingnya sinergi pemerintah dengan swasta dalam menyukseskan berbagai […]

  • Airlangga Hartarto

    Airlangga Hartarto: Pemerintah Terapkan PPKM Berdasarkan Capaian Vaksinasi

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa PPKM, didasarkan pada persentase capaian vaksinasi.

  • Gubernur

    Tiga Gubernur Teken Kerja Sama Regional di Lima Bidang Strategis

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) di ITDC The Golo Mori, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu, 28 Januari 2026. Penandatanganan kerja sama regional tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Bali, […]

  • Bupati Manggarai Aktifkan Kembali Ratusan THL yang Sempat Dirumahkan, APBD Siap Tanggung Gaji

    Bupati Manggarai Aktifkan Kembali Ratusan THL yang Sempat Dirumahkan, APBD Siap Tanggung Gaji

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG,FAJARNTT.COM – Nasib para tenaga kerja Non-ASN atau Tenaga Harian Lepas (THL) di Kabupaten Manggarai yang sempat dirumahkan sejak 5 Maret 2025 akhirnya menemukan titik terang. Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, resmi mengaktifkan kembali seluruh THL yang terkena imbas kebijakan pendataan berbasis database BKN. Untuk diketahui, para THL sebelumnya dirumahkan melalui Surat Edaran Bupati Manggarai […]

  • Lahan Kosong Disulap Jadi Panggung Mewah, HSL WO Tunjukkan Kelas dalam Pesta Pernikahan di Borong

    Lahan Kosong Disulap Jadi Panggung Mewah, HSL WO Tunjukkan Kelas dalam Pesta Pernikahan di Borong

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    BORONG, FAJARNTT.COM – Sebuah lahan kosong di jantung kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur, disulap menjadi panggung resepsi pernikahan mewah dalam perayaan pernikahan Wahyu dan Suci yang digelar pada Sabtu (26/7) lalu. Pesta yang diorganisasi oleh tim HSL Wedding Organizer (WO) ini langsung mencuri perhatian masyarakat dan menjadi buah bibir di media sosial. Berbekal luas area […]

expand_less