BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » DAERAH » Pembangunan Rumah Gendang Sangat Selektif, Tahun 2026 Dilanjutkan

Pembangunan Rumah Gendang Sangat Selektif, Tahun 2026 Dilanjutkan

  • account_circle Vincent Ngara
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • print Cetak

RUTENG, FAJARNTT.COM – Pembangunan Rumah Gendang kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Namun, berbeda dari tahun sebelumnya yang mencapai 92 unit, tahun ini jumlahnya menurun drastis.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloisius Jebarut, menjelaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah, khususnya alokasi dari pemerintah pusat, menjadikan pembangunan rumah gendang sangat selektif.

Meski demikian, pemerintah daerah, ungkapnya tetap berupaya agar program pelestarian budaya ini tidak terus berkelanjutan.

Jebarut menuturkan bahwa tren pembangunan rumah gendang memang sangat kuat pada tahun 2025. Namun, keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat membuat realisasinya harus dikurangi.

Meski begitu, komitmen Bupati Manggarai untuk melanjutkan program ini tetap ada. Ditambahkannya, pada tahun 2026, pembangunan tetap dilanjutkan meskipun sangat terbatas, yakni hanya lima unit rumah gendang.

“Memang trendnya kita kan di tahun 2025 omong tentang pembangunan rumah gendang, rumah adat, tetapi karena persoalan anggaran dana dari pusat sangat terbatas tetapi tidak juga hilang oleh Bupati,” ujarnya saat ditemui awak media, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Ia mengungkapkan, bahwa Bupati Manggarai tetap berkomitmen agar pembangunan rumah gendang tidak terhenti. Minimal, rumah gendang yang masuk kategori rusak berat tetap diupayakan untuk dibangun, meski dalam keterbatasan anggaran.

Namun terkait lokasi pembangunan lima unit rumah gendang tersebut, Kadis Aloysius menegaskan bahwa penentuan lokasi masih dalam tahap pembahasan. Prinsip pemerataan antar kecamatan tetap menjadi pertimbangan utama, meskipun jumlah pembangunan yang terbatas membuat tidak semua wilayah dapat terakomodasi.

Karena itu, pemerintah daerah, menurutnya tetap mengupayakan agar minimal terdapat satu kecamatan sebagai perwakilan dari setiap wilayah.

“Kalau lokasinya belum bisa ditentukan
Intinya ada lima rumah Gendang, tapi lebih ke pemerataan di tingkat kecamatan. Tapi tidak rata semua juga, kan cuma 5, ada 12 kecamatan, minimal ada satu-lah perwakilan dari kecamatan,” katanya.

Lebih lanjut, selain pembangunan lima unit rumah gendang tersebut, Aloisius, juga menjelaskan, destinasi wisata Pulau Mules bahwa sektor pariwisata mulai diarahkan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerapan sistem retribusi karcis masuk sejak Januari 2026.

“Kalau destinasi wisata pulau Mules mulai bulan Januari itu sudah menjadi target PAD kita. Jadi diharapkan di tahun 2026 ini pengurus Pokdarwis di sana sudah mulai itu dengan menjual karcis,” katanya lagi.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Dinas Pariwisata telah melakukan koordinasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat agar pelaksanaan retribusi berjalan sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda).

“Di sana kita sudah lepaskan karcis paling tidak ada untuk pemerintahnya. Jadi tentu kita kumpul sesuai dengan Perda yang ada,” ujar Kadis Aloisius Jebarut.

Ia menambahkan, pada akhir Desember 2025, tim dari bidang teknis Dinas Pariwisata telah turun langsung ke lokasi dan melakukan pertemuan dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Pertemuan tersebut membahas rencana penerapan retribusi di destinasi wisata Pulau Mules serta memastikan kesiapan pengelola lokal dalam menjalankan kebijakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita sudah turun di akhir bulan Desember kemarin kita punya staf dari bidang sudah bertemu dengan Pokdarwis terkait dengan rencana ini,” ujarnya lagi.

Langkah ini diharapkan dapat menjadikan destinasi wisata Pulau Mules sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai. Dengan pengelolaan yang lebih terarah dan berbasis regulasi, Pulau Mules diproyeksikan melengkapi empat destinasi unggulan lainnya yang selama ini telah berkontribusi terhadap PAD, yakni Wae Rebo, Kampung Adat Todo, Kampung Adat Ruteng Pu’u, dan Liang Bua. Upaya ini sekaligus memperkuat diversifikasi sumber pendapatan daerah melalui optimalisasi pot.(*)

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

Penulis

Penulis merupakan salah satu pendiri media siber FAJARNTT.COM. Selain aktif sebagai Jurnalis, juga Web Developer pada Rumah Media Cyber. Beberapa media siber berhasil terbit berkat sentuhan tangannya.

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • tv analog

    TV Analog Dihentikan, Kemkominfo Imbau Bertransformasi ke TV Digital

    • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    Ruteng, FajarNTT.com – Siaran TV analog dihentikan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengajak masyarakat Indonesia mempersiapkan diri bertransformasi ke TV digital, yang akan digelar secara bertahap dalam tiga tahap dimulai dengan tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga 2 November 2022. Informasinya, DVB-T2 berfungsi sebagai penerima sinyal TV digital. […]

  • PLN dan Ekosistem Kendaraan Listrik

    PLN, Ekosistem kendaraan listrik dan Peluang Bisnis Baru

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    JAKARTA, FAJARNTT.COM – Panitia Kerja (Panja) Transisi Energi ke Listrik Komisi VI DPR RI mendukung upaya PT PLN (Persero) dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik. Langkah besar ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder. Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai, dalam mendorong penetrasi kendaraan listrik di Indonesia, PLN tak bisa sendiri. Upaya PLN dalam […]

  • FX Cup I Resmi Dibuka, Wabup Manggarai: Jadikan Sepak Bola Ruang Tumbuh, Bukan Ajang Emosi

    FX Cup I Resmi Dibuka, Wabup Manggarai: Jadikan Sepak Bola Ruang Tumbuh, Bukan Ajang Emosi

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Turnamen Sepak Bola Antarklub Fransiskus Xaverius (FX) Cup I 2025 resmi dibuka pada Minggu, 20 Juli 2025, di Lapangan Paroki St. Fransiskus Xaverius Poka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai. Turnamen yang digagas oleh Paroki FX Poka ini disambut antusias masyarakat dan berlangsung dalam suasana meriah, ditandai dengan doa serta tendangan perdana oleh […]

  • Jimmy Nami

    Jimmy Nami: Kampanye Hitam Itu Aib Demokrasi dan Sangat Tidak Layak

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Pengamat Politik Yohanes Jimmy Nami mengatakan bahwa kampanye hitam tidak diperbolehkan oleh regulasi. Paslon yang melakukan itu telah mencederai demokrasi. Hal itu ia sampaikan saat diwawancarai media ini usai debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai. “Menurut saya, kampanye hitam itu sangat tidak layaklah. Itu aib dalam demokrasi. Paling […]

  • Maksimilianus Tarsi

    Maksimilianus Tarsi: Akhir Juli Terima SK PPPK Tahap I, Tahap II Oktober

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Yulianus Onca
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan bahwa proses penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 tahap I dan II berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Manggarai, Maksimilianus Tarsi menyebut pada akhir […]

  • PLN Dukung Panen Perdana Kacang Tanah di Nubahaeraka, Lembata: Petani Raup Omzet Rp70 Juta

    PLN Dukung Panen Perdana Kacang Tanah di Nubahaeraka, Lembata: Petani Raup Omzet Rp70 Juta

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    MATARAM, FAJARNTT.COM – Kelompok Tani Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, berhasil menggelar panen perdana kacang tanah di lahan seluas 3 hektare dengan hasil panen mencapai 5 ton, Sabtu (03/05/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), bekerja sama dengan Yayasan […]

expand_less