• REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Rabu, Agustus 12, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
FAJARNTT.COM
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
No Result
View All Result
FAJARNTT.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
  • ULASAN
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA

Home ) DAERAH ) Upah Dipangkas, Suara Dibungkam: Jeritan Guru SMTK Waikabubak di Tengah Dugaan Tekanan Yayasan dan Kepsek

Upah Dipangkas, Suara Dibungkam: Jeritan Guru SMTK Waikabubak di Tengah Dugaan Tekanan Yayasan dan Kepsek

TIM by TIM
19 Maret 2026
in DAERAH, Sumba
A A
0
Keterangan foto: Tampilan depan SMTK Waikabubak (Sumber Foto: Facebook SMTK Waikabubak)

Keterangan foto: Tampilan depan SMTK Waikabubak (Sumber Foto: Facebook SMTK Waikabubak)

SUMBA BARAT, FAJARNTT.COM – Kisah getir kembali datang dari dunia pendidikan di Waikabubak. Seorang guru di Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Waikabubak yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkap dugaan praktik pemotongan upah secara sepihak yang dinilai tidak hanya melanggar rasa keadilan, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum ketenagakerjaan di Indonesia.

Dalam wawancara melalui sambungan telepon pada Rabu, 18 Maret 2026, ia menyampaikan bahwa kebijakan yang diterapkan pihak yayasan dan sekolah telah merampas hak dasar yang semestinya diterima sebagai tenaga pendidik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMTK Waikabubak berada di bawah naungan Yayasan Pelita Pembaharuan Sumba yang dipimpin oleh Agustinus Rina Lagu, sementara jabatan Kepala Sekolah dipegang oleh Diesnilya Belawaja Lagu, yang merupakan anak kandung ketua yayasan. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik nepotisme dalam struktur kepemimpinan lembaga tersebut, yang dinilai turut memengaruhi pola pengambilan kebijakan internal, termasuk dalam hal pengelolaan tenaga pendidik.

Sumber terpercaya media ini mengaku mengalami penurunan drastis penghasilan yang sangat tidak masuk akal. Dari kesepakatan awal sebesar Rp750.000 per bulan, kini ia hanya menerima Rp200.000 per bulan tanpa adanya kesepakatan baru yang transparan.

BACAJUGA

Hadir Memeriahkan Pesta Emas Paroki Santo Antonius Padua Ri’i, Bupati Manggarai: Gereja adalah Mitra Strategis Pembangunan

Guna Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan, Pemkab Matim Bangun Gedung Laboratorium dan Farmasi di RSP Watu Nggong

“Saya hanya menerima Rp600.000 untuk tiga bulan kerja. Artinya, per bulan saya hanya digaji Rp200.000. Ini adalah kebijakan sepihak yang diambil oleh Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah,” ungkapnya.

Tak hanya persoalan nominal, kebijakan tersebut juga diduga disertai tekanan psikologis terhadap para guru. Sumber lain yang ditemui media ini pada Kamis, 19 Maret 2026, menyebut bahwa para tenaga pendidik dihadapkan pada pilihan yang sangat tidak manusiawi: menerima pemotongan upah atau menghadapi pemecatan secara tidak terhormat.

“Pemotongan ini dilakukan dengan paksaan. Jika kami tidak setuju, ancamannya adalah dikeluarkan secara tidak terhormat,” ujarnya.

Situasi ini semakin memperlihatkan lemahnya perlindungan kerja bagi para guru, terutama karena tidak adanya perjanjian kerja yang jelas sejak awal. Para guru mengaku hanya menerima Surat Keputusan (SK) dari yayasan tanpa disertai kontrak kerja yang memuat hak dan kewajiban secara rinci, termasuk soal gaji.

“Tidak ada surat perjanjian kerja, hanya SK yayasan. Bahkan tidak ada penjelasan soal gaji di dalamnya,” kata salah satu sumber.

Padahal, dalam perspektif hukum, kondisi ini menimbulkan persoalan serius. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, guru swasta termasuk kategori pekerja yang berhak atas perlindungan kerja, termasuk kepastian upah dan perjanjian kerja yang jelas.

Lebih lanjut, dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditegaskan bahwa guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum serta jaminan kesejahteraan sosial.

Artinya, praktik pemotongan upah secara sepihak tanpa kesepakatan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap prinsip dasar hubungan kerja. Bahkan, dalam sistem ketenagakerjaan, setiap bentuk perubahan upah seharusnya dilakukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, bukan melalui keputusan sepihak yang disertai tekanan.

Selain itu, ketentuan terkait pengupahan juga diperkuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang menegaskan bahwa setiap pekerja berhak atas upah yang layak dan adil sesuai dengan nilai pekerjaan yang dilakukan.

Dalam konteks ini, penghasilan sebesar Rp200.000 per bulan tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelayakan dan kepatutan, apalagi jika dibandingkan dengan beban kerja guru yang secara hukum minimal 24 jam tatap muka per minggu.

Tak berhenti pada persoalan upah pokok, para guru juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Mereka mengaku hanya menerima Rp200.000 untuk kegiatan seperti pembuatan soal dan pengawasan ujian, jumlah yang dinilai jauh dari ketentuan dalam petunjuk teknis.

Padahal, dalam regulasi Permendikbud terkait BOS, dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung pembayaran honor guru dengan persentase tertentu sesuai ketentuan.

“Kami hanya menerima dana BOS Rp200.000 untuk pembuatan soal dan pengawas ujian. Itu sangat jauh dari juknis yang seharusnya,” ujar salah satu guru dengan nada kecewa.

Di tengah berbagai tekanan dan keterbatasan tersebut, para guru tetap memilih bertahan demi tanggung jawab moral terhadap peserta didik. Mereka mengaku tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, meskipun hak-haknya tidak terpenuhi secara layak.

“Kami melayani anak-anak dengan tulus tanpa mengenal lelah. Bahkan dalam kondisi fisik yang tidak mendukung, kami tetap mengutamakan kewajiban sebagai guru. Tapi beginilah cara mereka menghargai pengabdian kami,” tutupnya.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan wajah buram sistem pendidikan berbasis yayasan, di mana lemahnya pengawasan dan tidak adanya standar baku pengupahan guru non-ASN membuat kesejahteraan tenaga pendidik sangat bergantung pada kebijakan internal lembaga. Dalam banyak kasus, kondisi ini membuka ruang terjadinya ketimpangan, bahkan dugaan penyalahgunaan kewenangan.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Ketua Yayasan Pelita Pembaharuan Sumba dan Kepala Sekolah SMTK Waikabubak belum mendapatkan tanggapan resmi. Situasi ini menambah panjang daftar persoalan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, agar hak-hak guru sebagai pilar utama pendidikan tidak terus diabaikan.(*)

Ikon
TIM

Eksplorasi konten lain dari FAJARNTT.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags: NepotismePraktik Pemotongan UpahSMTK WaikabubakYayasan
Previous Post

Pertumbuhan Ekonomi Tak Boleh Menipu: Manggarai Didorong Keluar dari Pola Pembangunan Biasa-biasa Saja

Next Post

Gaji Guru Dipotong Demi Rehab Gedung: Dugaan Pungli Berkedok Rehabilitasi di SMTK Waikabubak

BERITALAINNYA

Keterangan Foto: Kepala Sekolah SMTK Waikabubak, Diesnilya Belawaja Lagu(sebelah kiri foto) dan perwakilan pihak guru, Maria Bela Wawo (sebelah kanan foto).
DAERAH

Mengedepankan Dialog dan Pendekatan Persuasif, SMTK Waikabubak Akhiri Polemik dengan Damai

by TIM
5 bulan ago
0

SUMBA BARAT, FAJARNTT.COM - Polemik yang sempat mencuat di Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara...

Next Post
Keterangan foto: potret gedung SMTK Waikabubak (sumber foto: Facebook SMTK Waikabubak)

Gaji Guru Dipotong Demi Rehab Gedung: Dugaan Pungli Berkedok Rehabilitasi di SMTK Waikabubak

Keterangan Foto: Kepala Sekolah SMTK Waikabubak, Diesnilya Belawaja Lagu(sebelah kiri foto) dan perwakilan pihak guru, Maria Bela Wawo (sebelah kanan foto).

Mengedepankan Dialog dan Pendekatan Persuasif, SMTK Waikabubak Akhiri Polemik dengan Damai

Please login to join discussion
  • NASIONAL
Yohanes Nardi Nandeng
NASIONAL

Mengusung Visi Budaya Akademik, Yohanes Nardi Nandeng Nyatakan Diri Maju Bertarung Pemilihan Ketua PP PMKRI 2026-2028

by Vincent Ngara
16 Juli 2026
0

JAKARTA, FAJARNTT.COM - Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Periode 2021–2022, Yohanes Nardi Nandeng, secara resmi...

Read more
ABPEDNAS

ABPEDNAS dan SMSI Teken Perjanjian Kerja Sama Dukung Program Jaga Desa

4 Juli 2026
Hashim Djojohadikusumo

Hashim Djojohadikusumo Lantik Srikandi Jaga Desa tuk Mengawal Program Strategis Pemerintah

4 Juli 2026
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memenuhi undangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Foto(Dok.Pribadi)

Program Bedah Rumah di NTT Melonjak Drastis, Tahun 2026 Target 5.000 Unit

3 April 2026
PDI Perjuangan

Antisipasi Kenaikan Minyak Dunia, PDIP Instruksi Kader Beberapa Hal Ini

10 Maret 2026
PDIP Larang Kader Kelola Dapur MBG, Tegaskan Program Negara Tak Boleh Jadi Ladang Bisnis Politik

PDIP Larang Kader Kelola Dapur MBG, Tegaskan Program Negara Tak Boleh Jadi Ladang Bisnis Politik

28 Februari 2026
  • OPINI
OPINI

Tan Malaka dan Relevansi Filsafat Politiknya

23 Juni 2026
OPINI

Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

11 Juni 2026
OPINI

Pertemuan Trump-Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

21 Mei 2026
OPINI

Prabowo di Antara Tokoh-Tokoh Tangguh

26 Januari 2026
OPINI

Campur Tangan Trump di Iran dari Sanksi hingga Cuitan

15 Januari 2026
OPINI

Proyek Melaka-Dumai Antara Jembatan dan Jebakan

13 Januari 2026
  • OLAHRAGA
Srikanti Jana
DAERAH

Turnamen Sepak Bola Bandara Frans Sales Lega Cup I Diikuti 28 Tim, Bupati Hery Nabit: Turnamen Ini tuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak

by Vincent Ngara
3 Agustus 2026
0

RUTENG, FAJARNTT.COM -  Bupati kabupaten Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, secara resmi membuka event turnamen sepak bola Piala Bandara Frans Sales...

Read more
Spanyol
OLAHRAGA

Spanyol Mengubur Mimpi Belgia tuk Hadapi Perancis di Semi Final Piala Dunia 2026

by Vincent Ngara
11 Juli 2026
0

FAJARNTT.COM - Spanyol memastikan diri untuk tampil di semi final melawan Perancis usai mengubur mimpi Belgia dengan skor 2-1. Fabian...

Read more
Gol Stephen Eustaquio
OLAHRAGA

Gol Eustaquio Antarkan Kanada Pertama Kalinya Lolok Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

by Vincent Ngara
29 Juni 2026
0

FAJARNTT.COM - Gol Stephen Eustaquio di menit-menit akhir mengantarkan Kanada meraih kemenangan atas Afrika Selatan di babak 32 besar Piala...

Read more
Vinicius
OLAHRAGA

Vinicius Akui Cristiano Ronaldo Lebih Baik Dibanding Messi dan Neymar

by Vincent Ngara
28 Juni 2026
0

FAJARNTT.COM - Vinicius Junior mengakui bahwa pesepakbola terbaik saat ini bukanlah Neymar Jr atau Lionel Messi, tetapi Cristiano Ronaldo. Hal...

Read more
Bupati Hery Nabit
OLAHRAGA

Resmikan Turnamen U-15 di Cibal, Bupati Hery Ajak Anak-anak Lepaskan Gadget dan Bermain Bersama

by Tim
27 Juni 2026
0

RUTENG, FAJARNTT.COM - Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit resmi membuka Pekan Olahraga Anak U-15 Kecamatan Cibal Tahun 2026 di...

Read more

FajarNTT TV

FajarNTT TV
Warga Panik Saat Gempa Melanda Venezuela, Dinding Rumah Runtuh Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Warga Panik Saat Gempa Melanda Venezuela, Dinding Rumah Runtuh
Tim evakuasi menemukan rekaman video detik-detik terjadinya bencana gempa bumi di Venezuela, yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026.Nampak dari rekaman video warga Venezuela berlari ke jalan untuk menyelamatkan diri. Beberapa bangunan runtuh seketika dalam waktu kurang dari 7 detik.Video berdurasi 49 detik ini memperlihatkan betapa mengerikannya gempa Venezuela yang telah menewaskan ribuan orang dan ribuan lainnya luka-luka.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman Video Warga Venezuela Berlari Menyelamatkan Diri saat Gempa I Part 1
Gempa bumi berskala besar mengguncang Venezuela, pada Rabu lalu, 24 Juni 2026. Gempa ini menewaskan lebih dari 1.719 orang dan membuat ribuan ribu orang luka-luka.Baca selengkapnya di :https://fajarntt.com/2026/06/30/warga-merekam-dahsyatnya-gempa-bumi-di-venezuela-yang-menewaskan-ribuan-orang/Sumber video : Platform X
Warga Merekam Dahsyatnya Gempa Venezuela yang Menewaskan Ribuan Orang
Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran tak selalu berjalan mulus. Situasi memanas setelah Israel membombardir Lebanon, yang langsung direspons dengan kemarahan Wakil Presiden AS JD Vance dan Iran yang kembali menutup Selat Hormuz. Sementara itu dari meja perundingan di Swiss, Minggu (21/6/2026), delegasi Iran sempat melakukan aksi walkout karena ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump, yang sempat membuat harga minyak mentah kembali melambung.JD Vance memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan penyerangan."Jangan main-main dengan kami. Kamu berisiko kehilangan segalanya," tegas JD Vance dalam konferensi pers di Washington DC, AS, pada Senin, 22 Juni 2026."Trump adalah sekutu terakhirmu, seluruh dunia sudah membencimu." tutur JD Vance.(*)Sumber video : Akun X Amerika Live
AS Mengeluarkan Peringatan kepada Israel Setelah Kembali Menyerang Lebanon
SUBSCRIBE
Logo

Berlangganan

Masukkan Alamat Email Anda

Bergabung dengan 52 pelanggan lain

Kategori

  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kedai Momica Ruteng
Kedai Momica Ruteng

Notifikasi