BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » DAERAH » Evaluasi Perdana Desa Nao, Perkuat BUMDes Lewat Pengembangan Usaha Lele dan Jagung

Evaluasi Perdana Desa Nao, Perkuat BUMDes Lewat Pengembangan Usaha Lele dan Jagung

  • account_circle Nal Jehaut
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

RUTENG,FAJARNTT.COM– Pemerintah Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, menggelar kegiatan evaluasi perdana program pembangunan desa pada Kamis, 16 April 2026, sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus mendorong pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pilar utama ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung secara partisipatif ini melibatkan pemerintah desa, pendamping desa, tenaga profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), serta pengurus BUMDes. Evaluasi difokuskan pada capaian program, kendala di lapangan, serta arah pengembangan usaha BUMDes berbasis potensi lokal.

Kepala Desa Nao, Petrus Patmos, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan desa secara berkelanjutan.

“Evaluasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat capaian dan kekurangan yang ada. Saya mengajak seluruh elemen desa untuk bersatu dalam memperkuat BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Petrus Patmos juga menjelaskan bahwa BUMDes Desa Nao saat ini tengah mengembangkan sejumlah unit usaha yang berbasis potensi lokal, di antaranya budidaya ikan lele dan pertanian jagung. Menurutnya, kedua sektor ini dipilih karena memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan serta sesuai dengan kondisi geografis dan sumber daya yang dimiliki masyarakat.

“Kami mulai mengembangkan usaha budidaya ikan lele karena permintaan pasar cukup tinggi dan relatif mudah dikelola oleh masyarakat. Selain itu, usaha pertanian jagung juga terus kami dorong sebagai komoditas unggulan desa yang dapat meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan usaha tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga untuk membuka peluang kerja dan memberdayakan masyarakat secara langsung.

“BUMDes harus hadir sebagai solusi ekonomi bagi masyarakat. Melalui usaha lele dan jagung ini, kami berharap ada dampak nyata, baik dalam peningkatan pendapatan masyarakat maupun dalam menciptakan lapangan kerja di desa,” lanjutnya.

Disisi lain pendamping Desa, Maria Reneldis Jemat, S.Sos, memberikan apresiasi terhadap langkah konkret Pemerintah Desa Nao dalam mengembangkan usaha produktif melalui BUMDes.

“Komitmen yang ditunjukkan pemerintah desa dalam mengelola potensi lokal seperti lele dan jagung merupakan langkah yang tepat. Ini menjadi dasar kuat untuk membangun BUMDes yang berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas pengelola BUMDes agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara maksimal, termasuk dalam aspek manajemen, pemasaran, dan inovasi produk.

Sementara itu, tenaga pendamping profesional P3MD, Gregorius A. Mantur, menilai bahwa pengembangan usaha berbasis potensi lokal merupakan strategi yang relevan dalam mendorong kemandirian desa.

“Pemilihan usaha seperti budidaya lele dan pertanian jagung adalah langkah yang tepat karena berbasis pada potensi nyata desa. Ke depan, yang perlu diperkuat adalah manajemen usaha, jaringan pemasaran, serta inovasi agar usaha ini bisa berkembang lebih besar,” jelasnya.

Ia berharap BUMDes Desa Nao dapat terus berinovasi dan menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang produktif dan berdaya saing.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua BUMDes Desa Nao, Yohanes Garung, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengoptimalkan pengelolaan unit usaha yang telah berjalan, sekaligus melakukan pembenahan di berbagai aspek.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, baik di sektor budidaya lele maupun pertanian jagung. Dukungan dari pemerintah desa dan pendamping menjadi kekuatan bagi kami untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan BUMDes akan berupaya memperluas skala usaha dan meningkatkan hasil produksi agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kegiatan evaluasi ini ditutup dengan diskusi interaktif yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan kelembagaan BUMDes, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Melalui evaluasi perdana yang digelar pada 16 April 2026 ini, Pemerintah Desa Nao menunjukkan komitmen kuat dalam membangun desa yang mandiri secara ekonomi.

Sinergi antara pemerintah desa, pendamping, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi utama dalam mengembangkan BUMDes yang tangguh, inovatif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Nao.(**)

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

Penulis

Kontributor aktif untuk media siber FAJARNTT.COM

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • Airlangga Hartarto

    Airlangga Hartarto: Pemerintah Terapkan PPKM Berdasarkan Capaian Vaksinasi

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa PPKM, didasarkan pada persentase capaian vaksinasi.

  • 49 CPMI Manggarai Resmi Berangkat ke Sabah, Pemerintah Kawal Migrasi Kerja Legal

    49 CPMI Manggarai Resmi Berangkat ke Sabah, Pemerintah Kawal Migrasi Kerja Legal

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Sebanyak 49 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Manggarai resmi dilepas oleh pemerintah daerah, Kamis (31/7/2025), untuk bekerja di Sabah, Malaysia. Keberangkatan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam membuka peluang kerja legal dan aman bagi warganya, sekaligus mengawal proses migrasi kerja agar bebas dari praktik ilegal yang selama ini kerap merugikan […]

  • PLN

    PLN Uip Nusra Sosialisasi Terkait Geothermal di Satar Mese, Ini Usulan Warga

    • calendar_month Rabu, 18 Okt 2023
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – PLN melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) telah menggelar sosialisasi free prior informed consent (FPIC) di Dusun Pong Kukung, Kecamatan Satar Mese, pada 11-12 Oktober 2023 lalu. Kegiatan ini sebagai bentuk keterbukaan PT PLN (Persero) kepada masyarakat terkait rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 di […]

  • Wae Rebo: Desa di Atas Awan yang Menjaga Tradisi di Tengah Pegunungan Flores

    Wae Rebo: Desa di Atas Awan yang Menjaga Tradisi di Tengah Pegunungan Flores

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTTT.COM – Di tengah pegunungan terpencil Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah desa adat yang kerap dijuluki “desa di atas awan”. Namanya Wae Rebo, sebuah permukiman tradisional yang hingga kini tetap mempertahankan cara hidup leluhur di ketinggian sekitar 1.000–1.200 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai Wae Rebo, perjalanan tidaklah singkat. Pengunjung harus […]

  • Perayaan

    Perayaan Puncak HUT LAUT,  Camat Usung Tagline ‘Melangkah Lebih Awal’

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    BORONG, FAJARNTT.COM – Perayaan puncak HUT LAUT (Hari Ulang Tahun Lamba Leda Utara) berlangsung dengan meriah, yang berlangsung pada Sabtu (11/2/2023). Roda Pemerintahan Kecamatan Lamba Leda Utara atau trend dengan sebutan Kecamatan LAUT pada tahun ini genap berjalan 2 Tahun. Pada usia yang masih terbilang belia itu, pelayanan dasar pemerintahan yang berlaku bersifat normatif terhadap […]

  • Lexy Armanjaya

    Reses di Bangka Ajang, Lexy Armanjaya: Saatnya Petani Manggarai Hidup dengan Layak

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Dalam reses yang digelar di Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, Jumat (22/8/2025), Anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Fraksi Demokrat, Lexy Armanjaya, menyampaikan pandangan kritis sekaligus reflektif tentang arti kemerdekaan bagi masyarakat, khususnya petani. Menurutnya, kemerdekaan tidak boleh dipahami hanya sebatas upacara atau apel bendera, melainkan harus dirasakan nyata dalam kehidupan sehari-hari […]

expand_less