Pemkab Manggarai Sulap Kawasan Stadion Golodukal Jadi Lahan Produktif
- account_circle Vincent Ngara
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- print Cetak

Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, di kawasan Stadion Golodukal, pada Jumat, 10 Juli 2026. (Foto: Dok. Pribadi)
RUTENG, FAJARNTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai mulai mengubah wajah kawasan Stadion Golodukal dari sekadar pusat kegiatan olahraga menjadi kawasan yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial. Lahan-lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan kini disulap menjadi kebun produktif sebagai bagian dari strategi mengoptimalkan aset daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Langkah tersebut ditandai dengan peninjauan langsung yang dilakukan Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, di kawasan Stadion Golodukal, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Dalam kunjungan itu, Bupati Hery melihat dari dekat kebun kentang yang dikelola Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai. Hamparan tanaman kentang yang tumbuh di atas lahan yang sebelumnya terbengkalai menjadi simbol perubahan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mengelola aset publik.
Sebagai informasi, Pemkab Manggarai memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur bukan hanya sekadar kegiatan bercocok tanam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang produktif di lingkungan birokrasi, di mana setiap perangkat daerah didorong menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan aset yang selama ini belum memberikan nilai tambah.
Bupati Hery mengatakan pemerintah tidak ingin lagi melihat aset daerah dibiarkan terbengkalai tanpa manfaat.
Menurutnya, setiap jengkal tanah milik pemerintah harus mampu memberikan kontribusi, baik terhadap ketahanan pangan, keindahan lingkungan, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
”Lahan-lahan yang selama ini belum dimanfaatkan harus kita optimalkan agar memberikan nilai tambah. Pemerintah harus menjadi contoh bahwa aset daerah bisa dikelola secara produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Bupati Hery saat meninjau lokasi.
Ruang Publik Hidup dan Produktif
Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan di kawasan Golodukal melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Masing-masing perangkat daerah diberi ruang untuk mengelola lahan sesuai dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki sehingga kawasan tersebut berkembang menjadi ruang publik yang hidup dan produktif.
Menurut Bupati Hery, pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan melahirkan budaya kerja baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai. Tidak hanya menjalankan fungsi administratif, setiap OPD juga dituntut mampu menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Setiap perangkat daerah harus mampu memanfaatkan potensi yang ada. Dengan demikian, kawasan Stadion Golodukal tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga berkembang menjadi kawasan produktif yang mendukung ketahanan pangan, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menjadi contoh pengelolaan aset daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Keberadaan kebun kentang di kompleks stadion menjadi langkah awal dari pengembangan kawasan produktif tersebut. Pemerintah berharap model pemanfaatan lahan ini dapat direplikasi di lokasi lain sehingga aset-aset pemerintah yang selama ini belum dimanfaatkan dapat menghasilkan nilai ekonomi maupun manfaat sosial.
Selain meningkatkan produktivitas lahan, program ini juga diharapkan mampu menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan pertanian. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak menghasilkan produk pertanian yang bernilai.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Hery juga meninjau kesiapan sejumlah fasilitas yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Kongres Nasional PMKRI ke-34 Tahun 2026. Beberapa titik yang dikunjungi antara lain Stadion Golodukal, Wisma Atlet Golodukal, serta Gedung Olahraga (GOR) PPO.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi siap menjelang pelaksanaan kongres yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 25 Juli 2026. Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan akan hadir dalam agenda nasional tersebut.
Menurut Bupati Hery, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh fasilitas pendukung berada dalam kondisi layak sehingga para peserta memperoleh pelayanan yang baik selama berada di Kabupaten Manggarai.
”Pemerintah Kabupaten Manggarai berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kongres Nasional PMKRI ke-34. Seluruh fasilitas pendukung terus kami benahi agar pelaksanaan kegiatan berskala nasional ini berjalan aman, tertib, lancar, dan sukses,” katanya.
Selain melakukan pembenahan infrastruktur, pemerintah juga menata kawasan sekitar lokasi kegiatan agar memberikan kesan positif bagi para tamu yang datang. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan wajah baru Manggarai sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional.
Dalam peninjauan itu, Bupati Hery didampingi Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai.
Melalui optimalisasi lahan tidur dan pembenahan kawasan Golodukal, Pemerintah Kabupaten Manggarai tidak hanya menyiapkan infrastruktur menjelang Kongres Nasional PMKRI, tetapi juga meletakkan fondasi baru bagi pengelolaan aset daerah yang lebih produktif, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.(*)
Penulis Vincent Ngara
Penulis merupakan salah satu pendiri media siber FAJARNTT.COM. Selain aktif sebagai Jurnalis, juga Web Developer pada Rumah Media Cyber. Beberapa media siber berhasil terbit berkat sentuhan tangannya.



Saat ini belum ada komentar