Gempa Merusak Ratusan Rumah Warga di Desa Belang Turi, Pemdes Gercep Gandeng LSM dan Donatur Tangani Korban
- account_circle Vincent Ngara
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- print Cetak

Salah satu LSM menyalurkan bantuan kepada warga Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. (Foto: Riki Cowang)
RUTENG, FAJARNTT.COM – Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, lalu. Bahkan hingga hari ke enam gempa susulan masih terasa.
Kehidupan masyarakat seketika berubah menjadi tak menentu, kegelisahan serta ketakutan terus menghampiri.
Di Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, bencana gempa merusak ratusan rumah warga. Pemerintah desa Belang Turi pun gerak cepat tanggap darurat untuk mendata korban terdampak.
“Kami terus melayani masyarakat, salah satu yang terus kami laksanakan yakni mengupdate data dampak musibah ini, lebih khusus pada kerusakan rumah,” kata Fransiskus Beni, Sekretaris Desa Belang Turi.
“Selama ini kami sudah berupaya ‘menjemput bola’ mendatangi banyak pihak lebih khusus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk membantu warga terdampak,” lanjut Fransiskus.
Data Korban dan Rumah.
Informasinya, pemerintah desa telah mengumpulkan data korban terdampak serta rumah yang rusak, antara lain:
Jumlah kepala keluarga : 284
Jumlah jiwa : 946
Kategori rumah rusak berat : 43
Kategori rumah rusak sedang : 140
Kategori rumah rusak ringan : 39
Adapun pihak LSM/donatur yang hadir membantu warga terdampak, yaitu :
1. LSM Yayasan Bambu Lestari (obat-obatan, susu untuk bayi, balita, bumil, busui);
2. Amati Jakarta (sembako)
3. Ayo Indonesia (sembako)
4. PT Pupuk Indonesia (distribusi ke 131 KK beras 10 kg, gula 2 kg, minyak goreng 2 liter, selimut 2);
5. PT Gag Nikel Jayapura (Sembako untuk 14 KK di Maras), dan
6. Flamingo Hotel (sembako).
Fransiskus Beni menyebut hampir semua warga Belang Turi menjadi korban, karena itu pemerintah desa akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangani warga korban terdampak.
“Kita semua menjadi korban dari musibah ini. Pemerintah desa berkomitmen semua warga bisa mendapatkan bantuan secepatnya. Kami sudah dan akan terus mencari cara yang terbaik,” katanya
Keterlibatan LSM/Donatur
Untuk proses penyaluran, kata dia, semua pihak hadir termasuk LSM/donatur. Pemerintah desa turut menyaksikan penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
“Tidak ada istilah titipan ke pemerintah desa untuk menentukan siapa yang berhak menerima, itu ditentukan oleh mereka berdasarkan hasil bukti foto serta kategori kerusakan. Pemerintah desa hanya sebagai jembatan penyaluran,” ungkapnya.
Sisi lain terkait bantuan resmi dari pemerintah, Sekdes Fransiskus Beni mengakui belum tersalurkan, ada kekosongan logistik di kabupaten.
“Untuk sementara bantuan resmi dari pemerintah belum tersalurkan, mungkin dalam waktu dekat. Kami sudah melakukan koordinasi ke beberapa OPD terkait, kendalanya ada kekosongan logistik di kabupaten,” jelasnya.
Terpisah, warga desa Belang Turi, Stefanus Mandut, korban yang rumahnya rusak parah ini mengakui hadirnya LSM serta donatur di Belang Turi sangatlah membantu warga yang menjadi korban gempa.
“Kontribusi mereka sudah luar biasa, patut kami ucap terima kasih. Kami juga sangat berharap bantuan dari pemerintah,” ujarnya.(*)
Laporan: Riki Cowang
Penulis Vincent Ngara
Penulis merupakan salah satu pendiri media siber FAJARNTT.COM. Selain aktif sebagai Jurnalis, juga Web Developer pada Rumah Media Cyber. Beberapa media siber berhasil terbit berkat sentuhan tangannya.



Saat ini belum ada komentar