BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » NASIONAL » Pemerintah Anggarkan Rp 757,8 Triliun untuk Pendidikan dalam RAPBN 2026

Pemerintah Anggarkan Rp 757,8 Triliun untuk Pendidikan dalam RAPBN 2026

  • account_circle Tim
  • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
  • print Cetak

JAKARTA, FAJARNTT.COM – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia mengalokasikan anggaran ratusan triliun untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026.

Dalam rapat pembahasan anggaran antara Kementerian Keuangan dengan Badan Anggaran DPR RI diputuskan untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp 757,8 triliun untuk pendidikan.

Skema anggaran tersebut terbagi ke dalam beberapa pembagian antara lain, 274,7 triliun untuk mendukung kesejahteraan tenaga guru, dosen, dan tenaga pendidik baik PNS dan Non-PNS. Lalu, sebesar Rp 301, 2 triliun untuk membiayai siswa dan mahasiswa, dan untuk membiayai sekolah atau kampus, dianggrkan sebesar Rp 150,1 triliun.

Alokasi anggaran untuk membiayai kualitas pendidikan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2025, dari angka Rp 690,1 triliun menjadi Rp 757,8 triliun.

“Anggaran pendidikan sesuai dengan yang disampaikan DPR dan amanat konstitusi kita 20% dijaga terhadap keseluruhan belanja,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR di Jakarta, pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Menkeu menjelaskan, alokasi anggaran ini dibagi ke dalam tiga fokus utama penerima manfaat langsung yaitu siswa/mahasiswa, pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana-prasarana dan operasional pendidikan.

Sebesar Rp301,2 triliun dari total anggaran akan langsung dinikmati oleh siswa dan mahasiswa melalui berbagai program bantuan dan beasiswa, termasuk KIP Kuliah dan Bidikmisi sebesar Rp17,2 triliun untuk 1,2 juta mahasiswa, Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp15,5 triliun untuk 21,1 juta siswa tingkat SD, SMP, dan SMA, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan sebesar Rp25 triliun untuk pembiayaan 4.000 mahasiswa, kegiatan riset, serta program pendidikan strategis lainnya, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp223 triliun untuk 82,9 juta orang.

Anggaran untuk Tenaga Pendidik

Sementara itu, anggaran untuk tenaga pendidik juga meningkat menjadi Rp274,7 triliun. Hal ini meliputi berbagai tunjangan profesi dari Tunjangan Profesi Guru Non-PNS sebesar Rp19,2 triliun untuk 754.747 guru, tunjangan Profesi Dosen Non-PNS sebesar Rp3,2 triliun untuk 80.325 dosen, TPG ASN Daerah sebesar Rp69 triliun untuk 1,6 juta guru, serta TPG PNS, TPD PNS, dan gaji pendidik sebesar  Rp120,3 triliun.

“Jadi ini adalah guru yang bukan pegawai negeri pun mendapatkan TPG dari APBN, yaitu sebanyak 754.747 guru yang sebetulnya statusnya non PNS tapi tetap TPG dibayar oleh APBN. Demikian juga dengan dosen yang non PNS,” jelas Menkeu.

Pemerintah juga mengalokasikan Rp150,1 triliun untuk peningkatan dan perawatan fasilitas pendidikan serta operasional sekolah dan kampus, antara lain Program Sekolah Rakyat sebesar Rp24,9 triliun dengan rincian Rp20 triliun untuk pembangunan 200 lokasi dan Rp4,9 triliun untuk operasional, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp64,3 triliun untuk 53,6 juta siswa, Bantuan Operasional PAUD sebesar Rp5,1 triliun untuk 7,7 juta siswa, renovasi Madrasah dan Sekolah sebesar Rp22,5 triliun untuk 850 madrasah dan 11.686 sekolah Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri sebesar Rp9,4 triliun untuk 201 PTN dan lembaga pendidikan tinggi, dan pembangunan Sekolah Unggulan Garuda sebesar Rp3 triliun untuk 9 lokasi.

Sebagai bagian dari desentralisasi fungsi pendidikan, anggaran sebesar Rp253,4 triliun disalurkan melalui transfer ke daerah (TKDD) digunakan untuk tunjangan guru negeri dan swasta, bantuan operasional sekolah, PAUD, dan kesetaraan.

“Ini agar daerah di dalam melaksanakan desentralisasi yaitu fungsi pendidikan tetap bisa berjalan Rp253,4 triliun termasuk untuk tunjangan guru negeri maupun swasta, biaya operasi sekolah, biaya operasi untuk PAUD dan biaya operasi kesetaraan serta tambahan penghasilan guru tetap yang bisa dirasakan oleh masyarakat langsung,” pungkas Menkeu.(*)

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

  • Penulis: Tim

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • KPU Manggarai Usir Wartawan saat Pendaftaran Balon Pilkada

    KPU Manggarai Usir Wartawan saat Pendaftaran Balon Pilkada

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Oknum staf KPU Manggarai mengusir sejumlah wartawan saat meliput pendaftaran pasangan bakal calon Pilkada Manggarai 27 November mendatang. Sejumlah wartawan pun memprotes tindakan KPU Manggarai yang dianggap tidak mengapresiasi terkait Keterbukaan Informasi Publik. Bahkan nampak wartawan menunggu sambil mengeluh dengan tindakan KPU Manggarai. “Kalian yang minta kami masuk. Kemudian kami juga disuruh […]

  • Bank NTT Cabang Borong Siap Berkontribusi Membangun Matim

    Bank NTT Cabang Borong Siap Berkontribusi Membangun Matim

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    Borong, FajarNTT.com – Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Timur (Matim) beserta Ketua TP-PKK Matim Theresia Wisang Agas, meresmikan Kantor Kas Bank NTT Cabang Borong di Lehong, Kecamatan Borong, pada Senin (08/11/2021). Dalam sambutannya, Andreas Agas, mengungkapkan bahwa momentum peresmian Kantor Kas Bank NTT adalah sesuatu yang penting. Hal ini menurut Agas untuk melancarkan proses […]

  • PPK 3.1 Diana A. Takaeb Sampaikan Ucapan Selamat Paskah, Ajak Masyarakat Hidup dalam Kasih dan Persatuan

    PPK 3.1 Diana A. Takaeb Sampaikan Ucapan Selamat Paskah, Ajak Masyarakat Hidup dalam Kasih dan Persatuan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Nal Jehaut
    • 0Komentar

    Labuan Bajo,FAJARNTT.COM – Dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1, Diana A. Takaeb, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Paskah kepada seluruh umat Kristiani, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. Ucapan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian serta dukungan terhadap kehidupan beragama yang rukun dan harmonis di tengah masyarakat yang […]

  • Halangi Peliputan, Oknum Dokter di Puskesmas Labuan Bajo Dipolisikan Wartawan

    Halangi Peliputan, Oknum Dokter di Puskesmas Labuan Bajo Dipolisikan Wartawan

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    Labuan Bajo, FajarNTT.com – Wartawan Alfonsius Andi melaporkan salah satu oknum dokter yang bertugas di Puskesmas Labuan Bajo ke Polres Manggarai Barat karena telah mengahalang-halangi kerja Wartawan. Alfonsius menjelaskan, dirinya dihalang-halangi saat hendak meliput peristiwa perkelahian melibatkan dua orang petugas kesehatan di Puskesmas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa (2/11/2021) siang. “Jadi saat itu, […]

  • Tinjau Persemaian Rumpin, Jokowi: Indonesia Serius Tangani Perubahan Iklim

    Tinjau Persemaian Rumpin, Jokowi: Indonesia Serius Tangani Perubahan Iklim

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    Jakarta, FajarNTT.com – Presiden Joko Widodo meninjau langsung Persemaian Modern Rumpin di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 19 November 2021. Kunjungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menangani dampak perubahan iklim. “Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menangani dampak dari perubahan iklim dan kita tunjukkan nursery center ini yang bisa setahun memproduksi kurang […]

  • Di Hadapan Ratusan Guru, Bupati Manggarai Soroti Tantangan dan Martabat Profesi Guru

    Di Hadapan Ratusan Guru, Bupati Manggarai Soroti Tantangan dan Martabat Profesi Guru

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG,FAJARNTT.COM – Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan memadati Ruang Publik Natas Labar-Motang Rua, Selasa (25/11/2025), dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dirangkaikan dengan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025. Peringatan ini menjadi momentum refleksi penting bagi dunia pendidikan, khususnya terkait tantangan dan martabat profesi guru di tengah […]

expand_less