• REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
FAJARNTT.COM
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
No Result
View All Result
FAJARNTT.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
  • ULASAN
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA

Home ) OPINI ) Neurosains Pembelajaran: Cognitive Load dan Self Regulation Siswa Era Disrupsi

Neurosains Pembelajaran: Cognitive Load dan Self Regulation Siswa Era Disrupsi

Ketika beban kognitif melebihi kapasitas kerja otak, maka efektivitas belajar menurun secara drastis.

Tim by Tim
20 November 2025
in OPINI, Pendidikan
A A
0
John Sweller

Herinda Mardin, Eufrasia Jeramat, & Taufiq Satria Mukti (Foto: Dokumen FajarNTT.com)

Cognitive load (beban kognitif) dan self regulation (kontrol diri) menjadi masalah utama dalam proses belajar saat ini. Perkembangan digital yang pesat merubah pandangan siswa terhadap cara maupun makna belajar. Kecenderungan ini menjadi potensi masalah bagi siswa terhadap cara pikir yang instans dan praktis.

Perubahan ini berpengaruh terhadap terhadap proses pembelajaran yang tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, melainkan pada pembentukan proses kemampuan berpikir kritis, kesadaran diri, dan pemaknaan belajar yang lebih dalam. Penekanan cara kerja otak bekerja dalam menerima, mengolah, dan menyimpan informasi menjadi perhatian khusus dalam menyelenggarakan pembelajaran transformative untuk membantu siswa mengelola cognitive load serta mengembangkan kemampuan self-regulation yang menjadi fondasi bagi pembelajaran sepanjang hayat (Lahmi, et. al., 2025).

Dunia pendidikan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran ilmiah dan kesadaran ekologis. Namun, sering kali bersifat mekanistik dan menuntut hafalan konsep yang padat, sehingga membebani kapasitas kognitif siswa. Fenomena cognitive overload yang terjadi di kelas menunjukkan bahwa siswa kerap mengalami kesulitan dalam memahami hubungan antar konsep, sebab materi sering disajikan secara terfragmentasi dan berorientasi pada hasil akhir berupa nilai, bukan pada proses berpikir.

Kajian neurosains pembelajaran ini membuka pandangan untuk terlibat dalam membantu memahami fenomena ini dengan menelusuri bagaimana memori kerja (working memory) dan memori jangka panjang (long-term memory) berperan penting dalam pembentukan skema pengetahuan. Kajian ini tidak hanya menjelaskan proses belajar dari sisi biologis dan fisiologis tetapi juga memberikan landasan empiris bagi guru untuk mengelola cognitive load agar pembelajaran menjadi efisien dan bermakna (Salsabyla, F., 2021; Yolanda, D., & Pranata, O. D., 2024).

BACAJUGA

Tan Malaka dan Relevansi Filsafat Politiknya

Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

Cognitive Load John Sweller (1988) menjelaskan bahwa kapasitas pemrosesan informasi manusia terbatas. Ketika beban kognitif melebihi kapasitas kerja otak, maka efektivitas belajar menurun secara drastis. Dalam konteks pembelajaran seperti Biologi misalnya, sangat relevan karena banyak konsep yang bersifat abstrak dan hirarkis, seperti mekanisme fotosintesis, regulasi genetik, dan sistem fisiologis tubuh manusia. Jika guru tidak mampu mengelola tingkat kesulitan dan penyajian informasi dengan baik, siswa akan mengalami overload yang menghambat pembentukan makna konseptual. Kajian neurosains membantu memetakan aktivitas otak yang terlibat dalam pemrosesan informasi khususnya pada area prefrontal cortex dan hippocampus sehingga pendidik dapat merancang strategi pembelajaran berbasis bukti (evidence-based teaching) yang mempertimbangkan kapasitas kognitif siswa.

Faktor regulasi diri (self-regulation) juga berperan penting dalam menentukan keberhasilan belajar. Regulasi diri melibatkan kemampuan individu untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku guna mencapai tujuan belajar yang diinginkan. Dari perspektif neurosains, kemampuan ini berhubungan erat dengan aktivitas korteks prefrontal, yang bertanggung jawab terhadap fungsi eksekutif seperti perhatian terarah, pengambilan keputusan, dan pengendalian impuls (Haru, et. al., 2023; Pratama, I. G., 2024). Dalam pembelajaran, siswa yang memiliki regulasi diri tinggi mampu mengatur strategi belajar, memantau pemahamannya sendiri, dan mengelola stres akademik yang sering muncul akibat beban kognitif tinggi. Oleh karena itu, memahami hubungan antara cognitive load dan self-regulation sangat penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang adaptif, seimbang, dan reflektif di era disrupsi seperti ini.

Kajian neurosains tentang cognitive load dan self regulation membuka ruang inovasi pedagogis yang mendukung pembelajaran transformative dengan merancang kegiatan yang mampu menumbuhkan metacognitive awareness siswa untuk menumbuhkan kesadaran berpikir tentang proses belajar. Dengan demikian pemahaman neurosains dan perilaku belajar, pendidik dapat menciptakan desain pembelajaran yang menstimulasi koneksi neural, menumbuhkan refleksi diri, dan membangun keseimbangan antara pikiran, emosi, dan tindakan.

Pembelajaran: Perspektif Neurosains Kognitive Load dan Self Regulation

Proses berpikir individu memiliki keterkaitan antara aktivitas neurofisiologis otak dan aktivitas yang dilakukan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa efektivitas kognitif tidak hanya ditentukan oleh kapasitas memori kerja, tetapi juga oleh kemampuan sistem saraf pusat dan otonom dalam mengatur keseimbangan antara fokus, emosi, dan stres kognitif yang muncul selama proses belajar.

Indikator yang mudah untuk diketahui dalam proses belajar adalah dengan indikator heart rate variability (HRV) atau kerja detak jantung. Jantung akan bekerja dengan frekuensi tinggi ketika terdapat tantangan kognitif Byrne et al. (2025). Ketika terjadi beban kognitif yang tinggi tentu semakin tinggi bekerja jantung. Namun keseimbangan ini akan muncul dengan regulasi diri untuk mengontrol emosi. Kesadaran dalam diri siswa akan membantu siswa untuk terus mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Penelitian oleh Choi et al., (2024) membandingkan dua kelompok remaja dengan Gaming Disorder (GD) dibandingkan dengan individu sehat (Healthy Control). Eksperimen dengan memberikan Continuous Performance Task (CPT) (tugas umum yang mengukur perhatian dan kontrol impuls) dan Permainan video “League of Legends” (LoL) (tugas yang terkait langsung dengan kecanduan game). Hasil menunjukkan perbedaan aktivitas otak ditemukan di area frontal kiri saat bermain game. Kelompok GD menunjukkan peningkatan aktivitas theta yang lebih rendah dibandingkan kelompok HC. Ini mengindikasikan penurunan kontrol kognitif dan regulasi diri pada individu dengan GD. Selain itu, indikator HRV menunjukkan aktivitas parasimpatis (fungsi pengendalian emosi dan stres) serta perbedaan signifikan antara kedua tugas pada kelompok GD, tetapi tidak terjadi penurunan pada HC.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Lee, J., & Jeong, G. C. (2024) terhadap 359 remaja Korea (usia ±15,5 tahun) mengklasifikasikan perlakuan penelitian berdasarkan pola penggunaan game yang meliputi penggunaan adaptif (adaptive-use), penggunaan sedang (general-use), penggunaan berisiko (risky-use), dan penggunaan bermasalah (problematic-use). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan game secara adaptif berkorelasi positif pada nilai regulasi diri dan membantu secara signifikan dalam penyesuaian sekolah (school adjustment). Sedangkan kelompok penggunaan game lainnya berdampak negative dalam self-regulation yang menyebabkan masalah bagi mereka terhadap adaptasi sekolah.

Dari hasil penelitian tadi memberikan rekomendasi bahwa untuk mengupayakan proses kognitif dan self regulasi diri yang maksimal tidak selamanya pendidik menyajikan pembelajaran berbasis game digital. Justru dengan intensitas yang tinggi akan mengakibatkan penurunan kognitif. Hal ini sekaligus memberi wawasan bagi masyarakat luas bahwa kecanduan game digital akan mempengaruhi rendahnya kinerja kognitif dalam memproses informasi. Pendidik perlu tegas memberikan arahan terkait pemanfaatan peran digital dalam pembelajaran.(*)

*)Penulis Herinda Mardin, Eufrasia Jeramat, & Taufiq Satria Mukti (Mahasiswa S3 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang)

Ikon
Tim

Eksplorasi konten lain dari FAJARNTT.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags: Beban KognitifDunia pendidikanKemampuan berpikirKontrol diriPembelajaranPerkembangan digital
Previous Post

Sidang Paripurna ke-3 DPRD Manggarai: Pemerintah Tegaskan Komitmen Perkuat Kinerja Fiskal 2026

Next Post

Pria di Mabar Dipidana 15 Tahun Penjara Usai Hamili Keponakannya Sendiri, Polisi: Tak Ada Damai!

BERITALAINNYA

No Content Available
Next Post
Korban YI sedang memberikan keterangan kepada unit PPA Polres Manggarai Barat (Dok.Fajar NTT/Nurjana)

Pria di Mabar Dipidana 15 Tahun Penjara Usai Hamili Keponakannya Sendiri, Polisi: Tak Ada Damai!

Dinas Koperasi dan UKM Manggarai Tingkatkan Kapasitas SDM Pengurus Koperasi Merah Putih

Please login to join discussion
  • NASIONAL
Yohanes Nardi Nandeng
NASIONAL

Mengusung Visi Budaya Akademik, Yohanes Nardi Nandeng Nyatakan Diri Maju Bertarung Pemilihan Ketua PP PMKRI 2026-2028

by Vincent Ngara
16 Juli 2026
0

JAKARTA, FAJARNTT.COM - Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Periode 2021–2022, Yohanes Nardi Nandeng, secara resmi...

Read more
ABPEDNAS

ABPEDNAS dan SMSI Teken Perjanjian Kerja Sama Dukung Program Jaga Desa

4 Juli 2026
Hashim Djojohadikusumo

Hashim Djojohadikusumo Lantik Srikandi Jaga Desa tuk Mengawal Program Strategis Pemerintah

4 Juli 2026
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memenuhi undangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Foto(Dok.Pribadi)

Program Bedah Rumah di NTT Melonjak Drastis, Tahun 2026 Target 5.000 Unit

3 April 2026
PDI Perjuangan

Antisipasi Kenaikan Minyak Dunia, PDIP Instruksi Kader Beberapa Hal Ini

10 Maret 2026
PDIP Larang Kader Kelola Dapur MBG, Tegaskan Program Negara Tak Boleh Jadi Ladang Bisnis Politik

PDIP Larang Kader Kelola Dapur MBG, Tegaskan Program Negara Tak Boleh Jadi Ladang Bisnis Politik

28 Februari 2026
  • OPINI
OPINI

Tan Malaka dan Relevansi Filsafat Politiknya

23 Juni 2026
OPINI

Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

11 Juni 2026
OPINI

Pertemuan Trump-Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

21 Mei 2026
OPINI

Prabowo di Antara Tokoh-Tokoh Tangguh

26 Januari 2026
OPINI

Campur Tangan Trump di Iran dari Sanksi hingga Cuitan

15 Januari 2026
OPINI

Proyek Melaka-Dumai Antara Jembatan dan Jebakan

13 Januari 2026
  • OLAHRAGA
Srikanti Jana
DAERAH

Turnamen Sepak Bola Bandara Frans Sales Lega Cup I Diikuti 28 Tim, Bupati Hery Nabit: Turnamen Ini tuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak

by Vincent Ngara
3 Agustus 2026
0

RUTENG, FAJARNTT.COM -  Bupati kabupaten Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, secara resmi membuka event turnamen sepak bola Piala Bandara Frans Sales...

Read more
Spanyol
OLAHRAGA

Spanyol Mengubur Mimpi Belgia tuk Hadapi Perancis di Semi Final Piala Dunia 2026

by Vincent Ngara
11 Juli 2026
0

FAJARNTT.COM - Spanyol memastikan diri untuk tampil di semi final melawan Perancis usai mengubur mimpi Belgia dengan skor 2-1. Fabian...

Read more
Gol Stephen Eustaquio
OLAHRAGA

Gol Eustaquio Antarkan Kanada Pertama Kalinya Lolok Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

by Vincent Ngara
29 Juni 2026
0

FAJARNTT.COM - Gol Stephen Eustaquio di menit-menit akhir mengantarkan Kanada meraih kemenangan atas Afrika Selatan di babak 32 besar Piala...

Read more
Vinicius
OLAHRAGA

Vinicius Akui Cristiano Ronaldo Lebih Baik Dibanding Messi dan Neymar

by Vincent Ngara
28 Juni 2026
0

FAJARNTT.COM - Vinicius Junior mengakui bahwa pesepakbola terbaik saat ini bukanlah Neymar Jr atau Lionel Messi, tetapi Cristiano Ronaldo. Hal...

Read more
Bupati Hery Nabit
OLAHRAGA

Resmikan Turnamen U-15 di Cibal, Bupati Hery Ajak Anak-anak Lepaskan Gadget dan Bermain Bersama

by Tim
27 Juni 2026
0

RUTENG, FAJARNTT.COM - Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit resmi membuka Pekan Olahraga Anak U-15 Kecamatan Cibal Tahun 2026 di...

Read more

FajarNTT TV

FajarNTT TV
Warga Panik Saat Gempa Melanda Venezuela, Dinding Rumah Runtuh Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Warga Panik Saat Gempa Melanda Venezuela, Dinding Rumah Runtuh
Tim evakuasi menemukan rekaman video detik-detik terjadinya bencana gempa bumi di Venezuela, yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026.Nampak dari rekaman video warga Venezuela berlari ke jalan untuk menyelamatkan diri. Beberapa bangunan runtuh seketika dalam waktu kurang dari 7 detik.Video berdurasi 49 detik ini memperlihatkan betapa mengerikannya gempa Venezuela yang telah menewaskan ribuan orang dan ribuan lainnya luka-luka.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman Video Warga Venezuela Berlari Menyelamatkan Diri saat Gempa I Part 1
Gempa bumi berskala besar mengguncang Venezuela, pada Rabu lalu, 24 Juni 2026. Gempa ini menewaskan lebih dari 1.719 orang dan membuat ribuan ribu orang luka-luka.Baca selengkapnya di :https://fajarntt.com/2026/06/30/warga-merekam-dahsyatnya-gempa-bumi-di-venezuela-yang-menewaskan-ribuan-orang/Sumber video : Platform X
Warga Merekam Dahsyatnya Gempa Venezuela yang Menewaskan Ribuan Orang
Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran tak selalu berjalan mulus. Situasi memanas setelah Israel membombardir Lebanon, yang langsung direspons dengan kemarahan Wakil Presiden AS JD Vance dan Iran yang kembali menutup Selat Hormuz. Sementara itu dari meja perundingan di Swiss, Minggu (21/6/2026), delegasi Iran sempat melakukan aksi walkout karena ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump, yang sempat membuat harga minyak mentah kembali melambung.JD Vance memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan penyerangan."Jangan main-main dengan kami. Kamu berisiko kehilangan segalanya," tegas JD Vance dalam konferensi pers di Washington DC, AS, pada Senin, 22 Juni 2026."Trump adalah sekutu terakhirmu, seluruh dunia sudah membencimu." tutur JD Vance.(*)Sumber video : Akun X Amerika Live
AS Mengeluarkan Peringatan kepada Israel Setelah Kembali Menyerang Lebanon
SUBSCRIBE
Logo

Berlangganan

Masukkan Alamat Email Anda

Bergabung dengan 52 pelanggan lain

Kategori

  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kedai Momica Ruteng
Kedai Momica Ruteng

Notifikasi