BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » OPINI » Gerakan Gibran di G20 untuk Membuka Kekuatan Afrika-Indonesia

Gerakan Gibran di G20 untuk Membuka Kekuatan Afrika-Indonesia

  • account_circle Bobby Ciputra
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • print Cetak

Apa yang terjadi ketika kekuatan-kekuatan baru dunia berhenti menunggu izin ?

Ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Johannesburg untuk menghadiri KTT G20, ia tidak sekadar menghadiri pertemuan diplomatik biasa. Di usia 37 tahun, ia menjadi pemimpin termuda di meja yang secara tradisional didominasi oleh para veteran kapitalisme Barat yang telah beruban.

Namun, usia bukanlah satu-satunya hal yang membedakan momen ini. Untuk pertama kalinya, G20 bersidang di Afrika. Benua yang selama ini dianggap sebagai penerima alih-alih perancang kebijakan ekonomi global.

Ini bukan kebetulan. Ini adalah strategi.

Momen Johannesburg dan Keinginan Indonesia.

G20 selalu menjadi barometer kekuatan global. Terlahir dari krisis keuangan 2008, G20 berjanji untuk memberikan kesempatan bagi negara-negara ekonomi berkembang untuk berunding. Namun selama bertahun-tahun, janji itu tetap hampa. Keputusan masih mengalir dari Washington, Brussels, dan Beijing. Negara-negara Selatan menyaksikan, berpartisipasi, tetapi jarang memimpin.

Johannesburg mengubah perhitungan itu. Afrika Selatan, tuan rumah KTT, mengirimkan pesan yang jelas: suara Afrika penting. Peran penting Indonesia semakin memperkuatnya. Ketika Gibran turun dari pesawat, didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, ia tidak hadir untuk mengamati. Ia hadir untuk bernegosiasi.

Simbolisme ini memang disengaja. Indonesia baru saja menjadi tuan rumah G20 di Bali tiga tahun sebelumnya. Kini, ketika Afrika Selatan mengambil alih kendali, Jakarta memposisikan dirinya sebagai jembatan antara kekuatan manufaktur Asia dan potensi Afrika yang belum tergali. Ini bukanlah diplomasi amal. Ini adalah pragmatisme ekonomi yang dibungkus dengan retorika solidaritas.

Indonesia membutuhkan pasar. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan ekonomi yang haus ekspansi, Jakarta tidak bisa hanya bergantung pada mitra tradisional. Diplomasi jebakan utang Tiongkok telah membuat banyak negara berkembang ketakutan. Pasar Barat tetap dilindungi oleh tarif dan regulasi. Afrika menawarkan sesuatu yang berbeda: sebuah perbatasan.

Afrika Selatan berfungsi sebagai pintu gerbang Indonesia. Ekspor Indonesia ke Afrika melonjak 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya antara tahun 2024 dan 2025, menurut statistik nasional. Investasi mencapai $500 juta pada tahun 2025, menurut data Kamar Dagang. Perjanjian bebas visa yang diumumkan Gibran yang dinegosiasikan saat kunjungan Presiden Ramaphosa ke Jakarta pada bulan Oktober menghilangkan hambatan krusial bagi pergerakan pebisnis dan wisatawan.

Indonesia juga menghadirkan kapasitas industri, sumber daya manusia, dan jaringan manufaktur yang sangat dibutuhkan Afrika. Lebih penting lagi, Indonesia menawarkan akses ke pasar ASEAN dengan ekonomi gabungan senilai $3,6 triliun. Bagi bisnis Afrika Selatan yang mengincar ekspansi ke Asia, Indonesia menjadi sangat penting.

Strategi Tiga Pilar Diplomat Muda.

KTT Johannesburg berfokus pada tiga bidang utama: ekonomi berkelanjutan, pembangunan dunia yang tangguh, dan tata kelola kecerdasan buatan. Setiap pilar menunjukkan bagaimana Indonesia memposisikan dirinya melampaui dinamika kekuatan tradisional.

Pertama, ekonomi berkelanjutan. KTT ini membahas krisis utang yang melanda negara-negara berkembang. Hal ini sangat penting bagi Indonesia, yang mengingat perjuangannya sendiri selama Krisis Keuangan Asia 1997. Dengan mengadvokasi mekanisme restrukturisasi utang yang adil, Jakarta membangun kredibilitas sebagai pejuang kepentingan negara-negara berkembang. Indonesia juga melindungi dirinya sendiri jika negara-negara Afrika kolaps karena utang, investasi Indonesia akan hilang.

Kedua, pembangunan dunia yang tangguh. Perubahan iklim dan transisi energi mendominasi agenda ini. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia kritis untuk baterai kendaraan listrik. Afrika Selatan memiliki potensi platinum dan energi terbarukan. Bersama-sama, keduanya dapat membentuk transisi energi yang adil yang tidak mengulangi pola ekstraksi kolonial.

Ketiga, tata kelola AI. Ini merupakan medan pertempuran masa depan. Seiring kecerdasan buatan membentuk kembali pasar tenaga kerja, negara-negara berkembang berisiko menjadi koloni data bagi raksasa teknologi di Silicon Valley dan Shenzhen. Dengan meningkatkan etika AI dan standar kerja layak di G20, Indonesia dan Afrika Selatan mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan menerima masa depan teknologi yang terbagi dua. Mereka ingin menetapkan aturan, bukan sekadar mengikutinya.

Usia Gibran lebih penting daripada yang ditunjukkan oleh protokol diplomatik. Di seluruh belahan Bumi Selatan, populasi muda mendominasi demografi. Di Indonesia, 70 persen warga negara berusia di bawah 40 tahun. Di Afrika Selatan, usia rata-rata adalah 28 tahun. Populasi ini tidak mengalami pertempuran ideologis Perang Dingin. Mereka tumbuh dengan ponsel pintar, kecemasan iklim, dan skeptisisme yang mendalam terhadap lembaga yang mengecewakan orang tua mereka.

Diplomasi tradisional bergerak lambat, berbicara hati-hati, berubah dengan enggan. Gibran mewakili sesuatu yang berbeda bukan karena ia radikal, tetapi karena ia tidak sabar. Pidatonya di Forum CEO Indonesia-Afrika menekankan hasil konkret: angka investasi, koridor perdagangan, transfer teknologi.

Pergeseran generasi dalam gaya kepemimpinan ini dapat mempercepat kerja sama Selatan-Selatan. Diplomat yang lebih tua sering terjebak dalam prosedur dan preseden. Pragmatisme ini, jika dipertahankan, mungkin pada akhirnya akan mewujudkan retorika Selatan-Selatan selama puluhan tahun.

Prediksi Yang Patut Diperhatikan.

Indonesia mengusulkan sesuatu yang berbeda: kemitraan dagang, alih-alih hubungan kreditor. Hal ini sangat penting bagi negara-negara Afrika yang menyaksikan penyitaan pelabuhan Sri Lanka atau kesulitan utang Zambia. Model Jakarta menekankan koneksi bisnis ke bisnis, kolaborasi manufaktur, dan akses pasar, alih-alih pinjaman skala besar.

Koridor perdagangan Indonesia-Afrika diperkirakan akan berkembang pesat. Dengan dihapuskannya hambatan visa dan dibentuknya dewan bisnis, perdagangan bilateral dapat berlipat ganda dalam tiga tahun. Sektor pertanian dan energi akan menjadi pendorong utama. Indonesia membutuhkan ketahanan pangan, Afrika membutuhkan teknologi pengolahan.

Sebagai seorang sosialis, saya percaya solidaritas di antara negara-negara berkembang sangat penting. Namun solidaritas harus mencakup hak-hak buruh, perlindungan lingkungan, dan partisipasi demokratis. Jika tidak, kita hanya akan menggantikan eksploitasi Utara dengan elit Selatan yang mengeksploitasi rakyatnya sendiri.

Ketika Gibran kembali ke Jakarta, ia akan membawa lebih dari sekadar kemenangan diplomatik. Ia akan membawa cetak biru tentang bagaimana kekuatan menengah dapat menavigasi dunia multipolar. Indonesia tidak berusaha menjadi negara adidaya berikutnya. Indonesia sedang membangun jaringan kepentingan bersama yang secara kolektif menantang hierarki tradisional.

Untuk saat ini, suara termuda di meja G20 telah berbicara. Apakah dunia akan mendengarkan penentuan momen penting ini?.

*)Penulis adalah Ketua Angkatan Muda Sosialis Indonesia (AMSI). Tinggal di Jakarta.

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

Penulis

Ketua Angkatan Muda Sosialis Indonesia (AMSI). Aktif menulis di berbagai media nasional maupun internasional mengenai isu sosial, politik, dan ekonomi. Tinggal di Jakarta.

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • Ketua Umum PSSI

    Ketua Umum PSSI Peringatkan Timnas Indonesia Agar Tidak Meremehkan Brunei Darussalam

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    JAKARTA, FAJARNTT.COM – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara tegas memperingatkan Timnas Indonesia agar tidak meremehkan Brunei Darussalam dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Tim Indonesia, yang di latih oleh Shin Tae-yong, akan melawan Brunei di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta, pada Kamis, 12 Oktober 2023. Erick Thohir menyadari bahwa […]

  • Menlu

    Menlu Sebut Kanselir Jerman Akan Berkunjung ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    JAKARTA, FAJARNTT.COM – Menlu (Menteri Luar Negeri) Retno Marsudi menyebut Kanselir Jerman Olaf Scholz akan berkunjung ke Indonesia. Rencana kunjungan itu muncul usai Retno bertemu delegasi Jerman di sela-sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa 19 September 2023. Namun, Retno tak bisa memastikan kapan lawatan ini akan berlangsung karena masih di bahas. “Dengan […]

  • Rektor Maksimus Regus

    Rektor Maksimus Regus Komit Jalankan Visi Misi Kampus tuk Mewujudkan Agen Perubahan

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Rektor Maksimus Regus berkomitmen dan berkonsistensi dalam mengaktualisasikan visi misi kampus Unika Santo Paulus Ruteng. Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada perlombaan debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia antar SMA/SMK se-Manggarai Raya. Menurutnya, kegiatan lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris itu masih merupakan rangkaian acara Dies Natalis kampus Unika yang […]

  • Jalani Sidang

    Jalani Sidang Perdana Hari Ini, Mantan Menkominfo Siap Jadi Justice Collaborator

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    JAKARTA, FAJARNTT.COM – Jalani sidang perdana hari ini terkait perkara dugaan korupsi BTS di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi alias Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Mantan Menkominfo Jhonny Gerard Plate siap menjadi Justice Collaborator. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara atau SIPP Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sidang bernomor perkara 55/Pid.Sus- TPK/2023/PN Jkt.Pst itu digelar pada Pukul […]

  • El Nino

    EL Nino Berdampak Pada Kurangnya Kemampuan PLTA, PLN Siap Ciptakan Hujan Buatan

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    MAKASSAR, FAJARNTT.COM – El Nino berdampak terhadap kurangnya kemampuan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dalam menghasilkan listrik sehingga adanya penerapan pemadaman listrik bergilir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa 12 September 2023. “Sebetulnya kalau PLN pembangkit memiliki macam-macam seperti PLTA Bakaru Dan PLTA Malea, dengan adanya pengaruh dari kekeringan el nino yang berkepanjangan mempengaruhi […]

  • Unggul

    Unggul di 10 Kecamatan, Hery-Heri: Ini Kemenangan Masyarakat Manggarai

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2020
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Berdasarkan hitungan real count website milik KPU pilkada2020.kpu.go.id, pasangan calon Herybertus G.L. Nabit-Heribertus Ngabut (Paket Hery-Heri) masih unggul atas Paslon Deno Kamelus-Victor Madur (Paket DM) pada Pilkada Manggarai 2020, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (12/12/2020) pukul 00.43 WITA. Pantauan media ini, data yang sudah masuk berasal dari 220 Tempat Pemungutan Suara […]

expand_less