BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » OPINI » Humaniora » Kerentanan Perempuan Saat Bencana

Kerentanan Perempuan Saat Bencana

  • account_circle Henrico Fajar Kristiarji Wibowo, S.Sos, M.Si.
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • print Cetak

Indonesia menjadi salah satu negara dengan resiko terjadi bencana alam tertinggi di dunia. Menurut World Risk Report (WRR) tahun 2023 menyebutkan indeks resiko bencana sebesar 43,4 persen yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling berisiko bencana nomor dua di dunia. Indonesia berada di Cincin Api Pasifik sehingga rentan terhadap gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.532 kejadian bencana alam di Indonesia sejak awal Januari hingga 20 Agustus 2026. Mayoritas bencana didominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau. Hingga pertengahan Agustus 2026 tercatat 315 orang meninggal dunia dan 13 orang dinyatakan hilang, luka-luka sebanyak 618 orang dan sebanyak 3.709.885 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

BNPB menyatakan perempuan memiliki resiko hingga 14 kali lebih tinggi menjadi korban meninggal akibat bencana alam dibandingkan laki-laki dewasa. Hal ini disebabkan insting perempuan untuk menyelamatkan keluarga serta anak-anaknya dan mengabaikan keselamatan dirinya sendiri. Tercatat enam puluh sampai tujuh puluh persen korban bencana yang ada di Indonesia adalah perempuan dan anak-anak (Setiawan, 2019).

Kekerasan Berbasis Gender

Budaya Patriarki yang masih mengakar kuat di sebagian masyarakat kita serta tidak tersedianya data pilah gender membuat penanganan pasca bencana tidak berjalan maksimal, misalnya pendistribusian bantuan yang tidak tepat sasaran atau tidak sesuai kebutuhan, Pemerintah seringkali abai dalam memastikan pemenuhan sarana prasarana yang layak dan memadai bagi penyintas. Di lokasi pengungsian, perempuan dan laki-laki seringkali ditempatkan di tenda yang sama tidak terpisah, toilet yang tidak ramah gender hingga minimnya ketersediaan air bersih. Bila hal ini dibiarkan, maka perempuan rentan menjadi korban kekerasan berbasis gender dan berisiko mengalami gangguan kesehatan. Oleh karena kebutuhan akan ruang aman bagi perempuan harus benar-benar terpenuhi.

Komnas Perempuan menyebutkan sepanjang tahun 2025 ada 376.529 kasus KBG. Angka tersebut meningkat sebesar 14,07% dibandingkan jumlah kasus pada tahun sebelumnya. Ranah personal masih mendominasi dengan 337.961 kasus atau 89,76% dari total kasus. Ranah publik mencatat 17.252 kasus, dan ranah negara 2.707 kasus.

Data ini menunjukkan bahwa relasi perkawinan, dan relasi intim masih menjadi ruang paling rentan bagi perempuan. Kekerasan tidak hanya berlangsung di ruang publik, tetapi kuat berakar dalam relasi domestik yang kerap tertutup dan sulit terdeteksi.

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

  • Penulis: Henrico Fajar Kristiarji Wibowo, S.Sos, M.Si.
  • Editor: Henrico Fajar Kristiarji Wibowo, S.Sos, M.Si.

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • Demokrat

    UMKM Jangan Jadi Penonton! Demokrat Dorong Investor Bermitra dengan Pelaku Lokal

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Manggarai menegaskan bahwa kehadiran investasi di daerah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fraksi Demokrat mendorong agar setiap investor yang masuk ke Manggarai tidak berjalan sendiri, melainkan membangun kemitraan dengan pelaku usaha lokal sehingga pertumbuhan ekonomi yang tercipta dapat dirasakan […]

  • Nova

    Nova, Gadis Kecil Penderita Hidrosefalus yang Butuh Uluran Tangan

    • calendar_month Selasa, 13 Des 2022
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Nova (Maria Novantri Anul), bayi yang kini berusia 1 tahun, lahir dari pasangan Stanis Mbaling (35) dan Rofina Nunur (35) asal Kampung Golo karot, Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, mengidap penyakit Hidrosefalus. Kondisinya makin hari kian memprihatinkan. Namun, orangtuanya tak bisa berbuat banyak karena keterbatasan ekonomi. Rofina menceritakan, […]

  • Pater Marsel Ogot Keluarkan Hak Jawab soal Pemberitaan tentang Sengeketa tanah Batu Gosok.

    Hak Jawab Pater Marsel Ogot: Tudingan Kerahkan Massa dalam Sengketa Tanah Disebut Fitnah

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Pater Marsel Ogot secara resmi menyampaikan Hak Jawab atas pemberitaan salah satu media siber yang memuat tudingan dirinya mengerahkan massa dan memimpin aksi dengan membawa parang dalam sengketa tanah di kawasan Batu Gosok, Manggarai Barat. Hak Jawab tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut dari keputusan Dewan Pers Nomor: XX/Risalah-DP/III/2026 tertanggal 12 Maret […]

  • Memperingati

    Memperingati HLH Sedunia, Srikandi PLN Bersihkan Timbunan Sampah

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    MATARAM, FAJARNTT.COM – Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2024, Srikandi PLN Bali-Nusra, turun tangan membersihkan timbunan sampah di Pantai Loang Balok, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, NTB. Srikandi PLN Bali-Nusra menjadi salah satu peserta aksi bersih pantai dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 sebagai bagian dari Employee Green Involvement yang diinisiasi oleh PT […]

  • Usulan

    Usulan Ribuan PPPK Manggarai Diterima oleh Kemenpan RB, Ini Formasinya

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Vincent Ngara
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Usulan Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk pengadaan kebutuhan PPPK Tahun Anggaran 2024 seluruhnya diterima oleh Kemenpan RB RI. Total usulan tersebut sebanyak 2016 orang dengan rincian tenaga kesehatan (Nakes) 916 orang, guru 448 orang, dan tenaga teknis 652 orang. “Semua diterima oleh Kemenpan RB RI. Jadi tahun ini kita buka formasi untuk 2016 […]

  • Melarang

    Melarang dan Mengusir Wartawan, Komisioner KPU Manggarai Bisa Dilaporkan ke DKPP

    • calendar_month Senin, 16 Nov 2020
    • account_circle Petrus Selestinus
    • 0Komentar

    Pelarangan Komisioner KPU Manggarai disertai dengan pengusiran terhadap Wartawan yang meliput acara debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai saat debat publik Paslon beberapa waktu lalu, merupakan tindakan yang sangat memalukan, terlebih larangan dan pengusiran itu dengan berlindung dibalik dalil protokol COVID-19. Sebagai Penyelenggara Pilkada, mestinya hal-hal yang menjadi asas dan prinsip […]

expand_less