• REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Rabu, Agustus 12, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
FAJARNTT.COM
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
No Result
View All Result
FAJARNTT.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
  • ULASAN
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA

Home ) POJOK SASTRA ) Budaya Literasi di Tengah Pandemi Covid-19

Budaya Literasi di Tengah Pandemi Covid-19

Tim by Tim
18 September 2020
in OPINI, POJOK SASTRA
A A
0

Oleh: Bernardus Tube Beding

(Pegiat Literasi dan Dosen PBSI Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng)


Pandemi Covid-19 merupakan horor yang terus merong-rong dan bereskalasi dengan kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Tentu, masyarakat tengah berada dalam “darurat” melawan Covid-19 ini. Penyebaran pandemi tersebut menjadikan dunia sebagai planet digital yang penuh ketakutan. Artinya, pandemi Covid-19 telah menjadikan penghuni bumi sebagai manusia daring dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan.

Kebanyakan kaum pelajar, baik tingkat dasar, tingkat menengah, maupun tingkat tinggi tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari telepon genggam (handphone) dengan dalil belajar atau kuliah online. Hal ini tentu berakibat pada perpustakaan sekolah dan kampus, taman baca, rumah baca, komunitas baca, dan lain sebagainya terlihat sepi dibandingkan dengan halaman media sosial. Lebih dari itu, buku-buku bacaan cetak dipandang “sebelah mata” dan dijadikan hiasan rumah dan atau kos. Kondisi ini menjadi familiar dan berlangsung hingga saat ini. Kaum pelajar memiliki alasan ketika mereka ditanya, mengapa bahan bacaan cetak bukan menjadi prioritas utama? Mereka selalu memiliki asumsi bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh dari buku, tetapi juga bisa didapat dan diakses dengan mudah melalui internet di handphone. Hal ini dibuktikan dengan aktivitas kaum pelajar dari beberapa lembaga pendidikan yang selalu menyibukkan diri dengan dunia maya sampai terbuai sehingga merenggut waktu-waktu terbaik untuk membaca hal-hal bermanfaat bagi perkembangan kognitif, psikomotorik, dan afektif diri.

BACAJUGA

Pertemuan Trump-Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

Prabowo di Antara Tokoh-Tokoh Tangguh

Tidak bisa dimungkiri bahwa tidak sedikit masyarakat belum terbiasa melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman hasil baca. Bahkan, kebanyakan masyarakat belum dapat mengaktualisasikan diri melalui tulisan. Literasi kemahiran berbahasa tulis (membaca dan menulis) belum menjadi budaya dan tradisi bangsa Indonesia. Masyarakat lebih familiar dengan media visual (menonton), audio (lisan) atau mendengar dibandingkan membaca dan menulis.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada kalangan awam (masyarakat umum), di lingkungan pelajar dan pendidikan tinggi pun masih jauh dari apa yang disebut budaya literasi yang baik. Artinya bahwa kalangan kaum pelajar belum tertanam kecintaan membaca buku, selain sebatas membaca status atau keterpaksaan membaca karena adanya tugas. Bahkan, guru dan dosen pun tidak sedikit dari mereka yang sedang dalam situasi dan keadaan yang sama seperti mereka. Tidak sulit untuk mengidentifikasi secara lebih riil bahwa masyarakat Indonesia belum memiliki tradisi literasi yang baik. Sesungguhnya, budaya sadar literasi memang bukan kondisi yang bisa terwujud secara tiba-tiba dan instan.

Perlu “Keterpaksaan”

Kita mengetahui bahwa sadar literasi bagi kaum pelajar sudah dikumandangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak tahun 2015 dalam program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS bertujuan menumbuhkan budi pekerti kaum pelajar melalui peningkatan budaya literasi. Pemerintah melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 telah menyadari pentingnya penumbuhan karakter peserta didik melalui kebijakan membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Tentu, ikhtiar pemerintah tersebut merupakan niat baik yang perlu diapresiasi.

Namun, untuk menyukseskan program yang besar tersebut tidak bisa secara instan dan bersifat temporary. Pemerintah ingin membangun suatu kebiasaan yang mengakar, maka perlu suatu pembiasaan yang terus menerus dilakukan secara konsisten. Program ini dapat diterapkan kepada peserta didik, manakala pendidiknya ikut terbiasa membaca dan menulis buku dan atau artikel. Sebaliknya, gerakan tersebut tidak mengakar dan tidak menjadi suatu kebiasaan yang mengakar dalam diri pendidik, maka peserta didik pun akan mati dari semangat berliterasi.

Tentu, dalam menyukseskan program gerakan literasi tersebut, harus ada keteladanan dari semua pihak, bukan hanya pendidik, tetapi juga kepala sekolah, penjaga sekolah, yayasan, dan komite sekolah. Keteladanan dari semua pendidik dan pengelolah lembaga dapat menumbuhkembangkan minat literasi peserta didik yang rendah. Ketika peserta didik melihat pendidiknya membaca dan menulis, maka dengan sendirinya peserta didik pun berkeinginan untuk melakukan hal yang sama. Semuanya membutuhkan komitmen dan perjuangan dari semua pihak untuk mensukseskan gerakan literasi sekolah. Lebih dari itu, harus ada kemauan dari dalam diri semua warga sekolah untuk mengembangkan diri dengan membudayakan literasi. Tanpa itu semua, gerakan literasi akan menguap begitu saja dan tidak berakar sebagaimana program-program lain yang dicanangkan pemerintah sebelumnya.

Tentu, ketika sebuah kebijakan hanya sebagai formalitas dan program kerja, maka tidak akan berjalan secara maksimal dan memuaskan. Seharusnya, pemerintah perlu mengawal sekaligus mengevaluasi secara berkala sehingga program dapat berjalan dengan maksimal dan sesuai dengan situasi serta kondisi di lapangan. Misalnya, mendorong dan mengintervensi lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang memiliki ruang tunggu untuk proaktif menyediakan bahan bacaan, seperti kantor kelurahan, kantor kecamatan, puskesmas, perbankan, koperasi, rumah makan, atau lembaga-lembaga sejenis lainnya yang meniscaya pengunjungnya untuk menunggu. Bukan menyediakan televisi di ruang tunggu. Hal ini memang tidak mudah, tetapi harus dipaksa untuk terbiasa membaca. Ketika tempat-tempat umum tersebut difasilitasi dengan taman atau ruang baca, maka waktu menunggu bisa dimanfaatkan untuk membaca.

Sesungguhnya, aktivitas literasi merupakan salah satu aspek penting dalam hidup manusia, khususnya kaum muda. Bahkan, sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi individu, karena budaya literasi yang tertanam dalam diri generasi muda memengaruhi tingkat keberhasilan kaum muda, baik di jenjang pendidikan maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Hal ini berarti tradisi literasi sangat berperan dalam menciptakan kemajuan peradaban suatu daerah. Karena itu, generasi muda, khususnya kaum pelajar harus berakar pada sadar literasi, sekaligus mengambil peran aktif menjadi motor penggerak untuk melajunya budaya sadar literasi di lingkungannya masing-masing.

(Cukup) Berakar pada Membaca dan Menulis

Sesungguhnya, pendidikan akan lebih maju dan berkembang pesat jika tradisi literasi terus dikembangkan melalui aktivitas membaca dan menulis. Roger Farr (1984) mengatakan bahwa reading is the heart of education. Konsep ini tidak dapat dimungkiri bahwa suatu pendidikan dapat ‘hidup’ jika komponen-komponennya, khususnya kaum pelajar hidup dan berakar pada membaca. Namun, tidak sedikit kaum pelajar yang ingin membaca dengan tujuan yang praktis. Misalnya, ada pelajar yang membaca buku agama dengan tujuan supaya dekat dengan Tuhan; ada pelajar yang membaca buku Jalan Pintas Berbisnis dengan tujuan mendapat predikat sebagai “orang terkaya”; bahkan ada pelajar yang membaca sebagai wujud formalitas supaya mendapat pujian dari guru atau pendidiknya. Padahal, literasi membaca memiliki dimensi empati dan perspektif. Artinya, masyarakat pembaca dapat mengetahui kehidupan sesama di daerah lain melalui kegiatan membaca. Misalnya, masyarakat pedesaan dapat mengetahui perkembangan kehidupan orang-orang di perkotaan dengan membaca surat kabar harian. Artinya bahwa banyak peristiwa kehidupan terjadi di belahan dunia yang tidak terjadi pada kehidupan pribadi kita, dapat kita rasakan dan memahaminya melalui kegiatan membaca berbagai informasi tertulis.

Selain membaca, kemampuan menulis dalam literasi juga sangat penting bagi kaum pelajar. Seperti kata Seno Gumira Ajidarma bahwa menulis adalah suatu cara untuk berbicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Hal ini berarti kegiatan menulis harus berakar dalam diri kaum muda. Kegiatan menulis sangat memungkinkan pengetahuan kaum pelajarterus berkembang. Hasil tulisan sebagai bukti menulis akan lebih dikenang oleh sejarah sepanjang masa, dibandingkan hasil tuturan lisan yang mudah hilang selepas gagasan tersebut dilontarkan oleh penutur. Hal ini senada dengan pernyataan Pramoedya Ananta Toer dalam Rumah Kaca (1988: 352), “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Bahkan, lebih lanjut Pramoedya Ananta Toer dalam Anak Semua Bangsa (1981: 84) menegaskan “Karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi sampai jauh, jauh di kemudian hari”.

Artinya bahwa membaca dan menulis harus menjadi budaya literasi diri kaum pelajar yang mengakar. Literasi (membaca dan menulis) tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan dengan memberinya ruang dan waktu yang memadai. Apabila kaum pelajar tidak memberi ruang dan waktu pada budaya literasi yang memadai, tentu akan mengalami kelaparan pengetahuan. Dengan berakarkan literasi dalam diri, kaum pelajar dapat menghargai hidupnya sendiri dan hidup orang lain.

Literasi Berakar dari Keluarga

Sesungguhnya, gerakan literasi yang sekarang marak diperbincangkan dan dibuat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Justru gerakan yang membangun suatu kebiasaan ini harus dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga. Saya belum memiliki data yang ilmiah tentang upaya penumbuhan budaya membaca di keluarga. Namun, saya meyakini bahwa keluarga-keluarga di pedesaan, juga di perkotaan masih belum sepenuhnya menyadari pentingnya budaya membaca dan menulis.

Apabila budaya literasi (membaca dan menulis) dimulai dari keluarga dengan sungguh, bukan mustahil kualitas sumber daya dan pendidikan kaum pelajarsemakin baik dan meningkat. Pandemi Covid-19 yang mengharuskan setiap orang lebih banyak di rumah sebenarnya menjadi kesempatan berharga bagi setiap keluarga. Semua anggota keluarga bisa berkumpul bersama, membaca surat kabar, buku, majalah, dan tulisan-tulisan lain yang mendukung perkembangan pengetahuan anak. Orang tua dan anak duduk di ruang keluarga sambil menikmati bacaan-bacaan ringan, seperti surat kabar, majalah, buletin, dan lain sebagainya. Orang tua dan anak harus menjadikan membaca dan menulis sebagai tradisi keluarga dan diskusi menjadi rutinitas keluarga dalam rekreasi bersama. Orang tua perlu mendorong anak untuk mengisi kesempatan-kesempatan luang dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat, seperti membaca dan menulis. Karena itu, perpustakan literasi keluarga perlu ada di tengah keluarga sehingga tidak membuat anak meninggalkan rumah untuk kesenangan semu. Jika semangat ini dihidupkan dalam keluarga, maka kaum pelajarakan menjadi kompas penggerak untuk berakarnya budaya literasi dalam diri dan di lingkungan masing-masing.

Situasi pandemi Covid-19 ini sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai momentum membuka wawasan dan semangat berliterasi bagi kaum pelajar. Intruksi kaum pelajar untuk belajar di rumah harus didukung dengan pantauan para pendidik, baik secara luring dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 maupun daring. Kebiasaan ini penting dihidupkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa proses berliterasi terjadi di mana saja dan kapan saja sebagai nurturant effect, baik bagi kaum pelajar maupun terjadi pada orangtua. Lebih dari itu, momentum ini berdampak pada pasca Covid-19, dimana keluarga, sekolah, dan Kemendikbud  memiliki strategi dan ekosistem baru dalam membantu anak-anak sebagai kaum pelajar untuk belajar dengan sistem daring yang dapat meningkatkan kualitas pemerataan pendidikan di Indonesia. (*)

Ikon
Tim

Eksplorasi konten lain dari FAJARNTT.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags: Bernardus Tube Beding
Next Post

Pilkada Manggarai : Sensasi dan Demokrasi

BERITALAINNYA

Pelacur
Bajawa

Pelacur Juga “Perempuan” (Sisipan di Hari Ibu Nasional)

by N. Firman
6 tahun ago
0

Oleh: Bernardus Tube Beding (Pegiat Literasi dan Dosen Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng) Tulisan ini bercermin dari pengalaman saya...

Antara
OPINI

Karakteristik Kepala Daerah dalam “Impian Wongso Mul”

by Tim
6 tahun ago
0

“Impian Wongso Mul” merupakan salah satu cerpen Y.B. Mangunwijaya yang diterbitkan oleh Surat Kabar Harian Kompas pada Minggu, 30 Agustus...

Pilkada dan Independensi Pers

6 tahun ago
Penjual

Penjual “Koja”

6 tahun ago
Next Post

Pilkada Manggarai : Sensasi dan Demokrasi

Pemuda

Pemuda Asal Desa Lentang Tenggelam di Kolam Tiwu Tara

Please login to join discussion
  • NASIONAL
Yohanes Nardi Nandeng
NASIONAL

Mengusung Visi Budaya Akademik, Yohanes Nardi Nandeng Nyatakan Diri Maju Bertarung Pemilihan Ketua PP PMKRI 2026-2028

by Vincent Ngara
16 Juli 2026
0

JAKARTA, FAJARNTT.COM - Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Periode 2021–2022, Yohanes Nardi Nandeng, secara resmi...

Read more
ABPEDNAS

ABPEDNAS dan SMSI Teken Perjanjian Kerja Sama Dukung Program Jaga Desa

4 Juli 2026
Hashim Djojohadikusumo

Hashim Djojohadikusumo Lantik Srikandi Jaga Desa tuk Mengawal Program Strategis Pemerintah

4 Juli 2026
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memenuhi undangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Foto(Dok.Pribadi)

Program Bedah Rumah di NTT Melonjak Drastis, Tahun 2026 Target 5.000 Unit

3 April 2026
PDI Perjuangan

Antisipasi Kenaikan Minyak Dunia, PDIP Instruksi Kader Beberapa Hal Ini

10 Maret 2026
PDIP Larang Kader Kelola Dapur MBG, Tegaskan Program Negara Tak Boleh Jadi Ladang Bisnis Politik

PDIP Larang Kader Kelola Dapur MBG, Tegaskan Program Negara Tak Boleh Jadi Ladang Bisnis Politik

28 Februari 2026
  • OPINI
OPINI

Tan Malaka dan Relevansi Filsafat Politiknya

23 Juni 2026
OPINI

Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

11 Juni 2026
OPINI

Pertemuan Trump-Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

21 Mei 2026
OPINI

Prabowo di Antara Tokoh-Tokoh Tangguh

26 Januari 2026
OPINI

Campur Tangan Trump di Iran dari Sanksi hingga Cuitan

15 Januari 2026
OPINI

Proyek Melaka-Dumai Antara Jembatan dan Jebakan

13 Januari 2026
  • OLAHRAGA
Srikanti Jana
DAERAH

Turnamen Sepak Bola Bandara Frans Sales Lega Cup I Diikuti 28 Tim, Bupati Hery Nabit: Turnamen Ini tuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak

by Vincent Ngara
3 Agustus 2026
0

RUTENG, FAJARNTT.COM -  Bupati kabupaten Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, secara resmi membuka event turnamen sepak bola Piala Bandara Frans Sales...

Read more
Spanyol
OLAHRAGA

Spanyol Mengubur Mimpi Belgia tuk Hadapi Perancis di Semi Final Piala Dunia 2026

by Vincent Ngara
11 Juli 2026
0

FAJARNTT.COM - Spanyol memastikan diri untuk tampil di semi final melawan Perancis usai mengubur mimpi Belgia dengan skor 2-1. Fabian...

Read more
Gol Stephen Eustaquio
OLAHRAGA

Gol Eustaquio Antarkan Kanada Pertama Kalinya Lolok Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

by Vincent Ngara
29 Juni 2026
0

FAJARNTT.COM - Gol Stephen Eustaquio di menit-menit akhir mengantarkan Kanada meraih kemenangan atas Afrika Selatan di babak 32 besar Piala...

Read more
Vinicius
OLAHRAGA

Vinicius Akui Cristiano Ronaldo Lebih Baik Dibanding Messi dan Neymar

by Vincent Ngara
28 Juni 2026
0

FAJARNTT.COM - Vinicius Junior mengakui bahwa pesepakbola terbaik saat ini bukanlah Neymar Jr atau Lionel Messi, tetapi Cristiano Ronaldo. Hal...

Read more
Bupati Hery Nabit
OLAHRAGA

Resmikan Turnamen U-15 di Cibal, Bupati Hery Ajak Anak-anak Lepaskan Gadget dan Bermain Bersama

by Tim
27 Juni 2026
0

RUTENG, FAJARNTT.COM - Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit resmi membuka Pekan Olahraga Anak U-15 Kecamatan Cibal Tahun 2026 di...

Read more

FajarNTT TV

FajarNTT TV
Warga Panik Saat Gempa Melanda Venezuela, Dinding Rumah Runtuh Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Warga Panik Saat Gempa Melanda Venezuela, Dinding Rumah Runtuh
Tim evakuasi menemukan rekaman video detik-detik terjadinya bencana gempa bumi di Venezuela, yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026.Nampak dari rekaman video warga Venezuela berlari ke jalan untuk menyelamatkan diri. Beberapa bangunan runtuh seketika dalam waktu kurang dari 7 detik.Video berdurasi 49 detik ini memperlihatkan betapa mengerikannya gempa Venezuela yang telah menewaskan ribuan orang dan ribuan lainnya luka-luka.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman Video Warga Venezuela Berlari Menyelamatkan Diri saat Gempa I Part 1
Gempa bumi berskala besar mengguncang Venezuela, pada Rabu lalu, 24 Juni 2026. Gempa ini menewaskan lebih dari 1.719 orang dan membuat ribuan ribu orang luka-luka.Baca selengkapnya di :https://fajarntt.com/2026/06/30/warga-merekam-dahsyatnya-gempa-bumi-di-venezuela-yang-menewaskan-ribuan-orang/Sumber video : Platform X
Warga Merekam Dahsyatnya Gempa Venezuela yang Menewaskan Ribuan Orang
Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran tak selalu berjalan mulus. Situasi memanas setelah Israel membombardir Lebanon, yang langsung direspons dengan kemarahan Wakil Presiden AS JD Vance dan Iran yang kembali menutup Selat Hormuz. Sementara itu dari meja perundingan di Swiss, Minggu (21/6/2026), delegasi Iran sempat melakukan aksi walkout karena ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump, yang sempat membuat harga minyak mentah kembali melambung.JD Vance memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan penyerangan."Jangan main-main dengan kami. Kamu berisiko kehilangan segalanya," tegas JD Vance dalam konferensi pers di Washington DC, AS, pada Senin, 22 Juni 2026."Trump adalah sekutu terakhirmu, seluruh dunia sudah membencimu." tutur JD Vance.(*)Sumber video : Akun X Amerika Live
AS Mengeluarkan Peringatan kepada Israel Setelah Kembali Menyerang Lebanon
SUBSCRIBE
Logo

Berlangganan

Masukkan Alamat Email Anda

Bergabung dengan 52 pelanggan lain

Kategori

  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kedai Momica Ruteng
Kedai Momica Ruteng

Notifikasi