• REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
FAJARNTT.COM
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat
No Result
View All Result
FAJARNTT.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
  • ULASAN
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA

Home ) POJOK SASTRA ) Berpolitiklah Dengan Santun

Berpolitiklah Dengan Santun

Tim by Tim
9 Oktober 2020
in OPINI, POJOK SASTRA
A A
0

Oleh : Hardy Sungkang

(Bekerja di UNIKA Santu Paulus Ruteng)


Pemilihan kepala daerah, Bupati dan Wakil Bupati di beberapa daerah di Indonesia semakin mendekat. Masing- masing calon terus menerus meraba masyarakat akar rumput untuk melelangkan loyalitas dan kredibilitas. Tidak bisa dibendung, diskusi seputar calon terus menerus bergulir di setiap perkumpulan massa. Diskusi tersebut merupakan titik terang warna demokrasi lokal sudah mengakar. Artinya, secara demokratis, masyarakat kita sudah memahami partisipasi mereka dalam berpolitik.

Kabupaten Manggarai merupakan salah satu daerah yang sedang menyiapkan pemimpin barunya untuk lima tahun mendatang. Tentu, warna demokrasi pada tataran masyarakat Manggarai saat ini tidak bisa dibendung. Diskusi politik dan keterlibatan masyarakat cukup signifikan. Kaum-kaum elit terus “turun gunung”. Demikian pun kaum milenial yang nyatanya tampak sadar akan kelahiran politik tingkat lokal Manggarai. Tentu, kenyataan ini merupakan suatu kelahiran baru menuju masa pencerahan politik di Manggarai.

BACAJUGA

Pertemuan Trump-Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

Prabowo di Antara Tokoh-Tokoh Tangguh

Realitas menggambarkan bahwa pergerakan atau siasat politik masing-masing calon mulai membongkar kemapanan pemilih. Entah sadar atau tidak, kenyataan tersebut sudah masuk pada ranah pemilih lokal di Manggarai. Akhir-akhir ini, penulis seringkali mendengar kicauan-kicauan pemilih tentang pengakuan basis dan penolakan calon untuk berkampanye di wilayah basis. Hal ini ditandai dengan beberapa aksi liar yang dilakukan oleh kaum-kaum yang tidak memahami nilai demokrasi sesungguhnya. Terkadang aksi penolakan dan penghalangan mulai muncul di beberapa kampung di wilayah Manggarai. Lebih ekstrimnya lagi, ketika menolak pasangan calon yang hendak berkampanye di wilayah basis calon tertentu. Aksi tersebut menjadi sedih, karena menunjukkan kehadapan publik bahwa kesadaran demokrasi lokal kita masih “jongkok”.

Berbicara tentang kehadiran salah satu satu pasangan calon kepala daerah yang sering kali ditolak dan dihadang menuai perdebatan panjang. Ruang publik media sosial hampir saja dipenuhi dengan caci maki antar kubu. Perang melawan sesama kini terasa. Hal demikian tentunya memiliki tujuan dan alasan mendasar. Namun, pro dan kontra itu wajar dan riil terjadi pada pemilih kita di Manggarai. Kendati, sadar atau tidak bahwa reaksi yang berlebihan dari segelintir orang terhadap calon tertentu itu dapat menjadi salah satu “luka” sistem perpolitikan kita. Secara kasat mata, hal mendasar yang ingin saya sampaikan bahwa, barang siapa yang mengidolakan salah satu paslon tertentu jangan lupa menerima juga mereka yang tidak kita idolakan. Bagaimanapun, demokrasi secara sistematis menekankan kepada kita selaku subjeknya untuk mencerna dan berjalan sesuai rel. Saya mau tekankan bahwa, sikap respect kita terhadap siapa saja harus kita tunjukan dalam negara demokrasi. Muncul satu pertanyaan mendasar dalam benak saya adalah, bagaimana mungkin kita (pemilih) mengetahui visi dan misi salah satu calon kalau kita tidak siap mendengarkan mereka?.

Secara sistematis, gejolak perpolitikan kita pasti berubah drastis ketika kita tidak siap mendengar setiap calon saat memaparkan program kerja mereka. Mungkin tidak terlalu berlebihan kalau kita hanya berceloteh saat berdialog bersama para calon. Namun, terkadang yang menjadi chaos dan mandulnya rasionalisasi kita, ketika kita bersikap membangkang terhadap kehadiran mereka. Mungkin tidak hanya sampai pada sikap disobedience saja, malah kenyataan riil yang terjadi dan sampai viral di ruang publik media sosial adalah reaksi penolakan kita yang sungguh luar biasa mirisnya.

Saya tidak pesimis dengan semua pasangan tertentu yang berani bermain di panggung politik. Saya malah apresiasi dan optimis bahwa kehadiran mereka pasti membawa tujuan dan orientasi yang jelas yakni perubahan. Perubahan dalam arti, tidak melupakan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Perubahan itu juga mesti dimanifestasikan secara detail agar masyarakat memahami konteks perubahan yang terus menerus didengungkan. Jika tidak, maka perubahan itu hampa tanpa kreasi nyata.

Dari persoalan di atas saya mengambil sebuah kesimpulan bahwa di sinilah letaknya kematian status kita sebagai pemilih rasional. Hasil pemilu adalah barang publik (public goods). Artinya, siapa pun yang akan terpilih menjadi pemimpin politik atau kebijakan politik apa pun yang akan dibuat, maka tidak seorang pun yang memperoleh keuntungan pribadi, entah pengorbanan politik dalam memenangkan pasangan tertentu, sama sekali tidak mengubah prinsip public goods. (Olson, 1967). Konsep ini mau menerangkan bagaimana menempatkan diri dalam pergulatan politik yang stabilitasnya dinamis. Kita perlu menerima kenyataan dinamis tersebut dalam setiap pergulatan politik yang sungguh luar biasa baiknya.

Tercatat, bahwa orang yang memilih atau tidak memilih dalam Pemilu atau Pilkada berlangsung tetap memiliki pemimpin politiknya. Logika sistematis ini menerangkan sesungguhnya bahwa pemilih yang rasional terkadang bersifat kontradiktif dengan realitas yang terjadi. Tendensi rasionalitas yang tinggi mengakibatkan lahirnya asumsi rasional yang mengungkapkan bahwa dari pada capai-capai ikut memilih, toh sementara mereka yang tidak memilih tetap memiliki pemimpinnya. Secara logika, argumentasi pemilih rasional tersebut baik dan benar adanya. Lalu, yang menjadi perdebatan di sini adalah menohok partisipasi politik kita sebagai subjek demokrasi. Kalau memang semua konsep pemikiran kita selalu berbasis logika argumentatif, maka tidak mungkin tidak, demokrasi akan luntur oleh kaum rasional.

Apa sebetulnya efek kehadiran salah seorang calon kepala daerah di wilayah kita?. Entah disadari atau tidak, saya malah pesimis dengan konsistensi dan resistensi diri para pemilih rasional. Sebuah asumsi personal saya, bahwa mayoritas kita orang NTT, Manggarai khususnya secara psikologis menjunjung tinggi prinsip emosional dari pada rasional. Ini kenyataan kita orang timur. Hal ini pulalah yang membedakan kita dengan gaya pemikiran orang barat. Kembali pada prinsip psikologis orang Timur, bahwa rasa simpatik tidaklah cukup, malah empatiknya lahir di tengah kondisi realitas yang tersingkirkan.

Kehadiran salah satu calon ke kampung atau wilayah kita secara sepintas saya melihat bahwa ada sebagian orang akan berubah pikiran dalam menentukan pilihannya, bukan karena mendengar visi dan misi seorang calon, tetapi karena faktor emosional. Benar atau tidak, saya yakin prinsip pemilih rasional pada akhirnya dikuburkan oleh pemilih psikologis. Pemilih psikologis yang saya uraikan di sini bukan terletak pada faktor ketertarikan emosional dengan partai politik, tetapi bagaimana pemilih dalam memilih pemimpin politik karena faktor belas kasihan.

Sementara secara teoritis, model pemilih psikologis ditandai dengan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu, Pilpres, dan Pilkada bukan karena faktor ekonomi seorang calon yang baik dan mapan, tetapi karena benar-benar tertarik dengan politik, memiliki perasaan dekat dengan partai tertentu (identitas partai), memiliki informasi yang kuat dan cukup untuk menentukan pilihan, serta meyakini bahwa pilihannya dapat mengubah dan memperbaiki keadaan suatu negara. (Kuasa Rakyat; 2012).

Terlepas dari model ini, saya meyakinkan bahwa model pemilih psikologis juga dipengaruhi karena merasa belas kasihan dengan pasangan tertentu (faktor penolakan sosial). Sadar atau tidak, secara emosional masyarakat kita akan berubah pilihan. Hal itu baik, dan secara undang-undang legal. Di mana seseorang memilih berasas bebas, jujur, dan adil. Asas demokrasi ini sesungguhnya merentangkan tali distingsih antara pemilih yang satu dengan pemilih yang lain. Artinya, banyak pemilih karena faktor sosiologisnya dan pula karena faktor psikologis.

Dengan demikian, saya mau katakan bahwa memilihlah di antara pilihan. Jangan memilih karena ada tendensi kekuasaan, tetapi memilihlah karena ada faktor tertentu yang membuat kita memilih dengan bebas. Memilihlah para pemimpin politik bukan karena faktor ekonomi calon yang bisa menjanjikan kesejahteraan kalian, tetapi memiliihlah karena kondisi publik yang membutuhkan kebijakan-kebijakan yang mapan. (*)

Ikon
Tim

Eksplorasi konten lain dari FAJARNTT.COM

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tags: Hardy SungkangOpini
Previous Post

Polemik DPS, KPU Manggarai Coret 430 Pemilih

Next Post

Suami Sakit Parah, Maria Jenaun : Saya Bingung, Tidak Punya Biaya Untuk Pengobatan

BERITALAINNYA

OPINI

Berdamai dengan Masa Lalu

by Vincent Ngara
5 tahun ago
0

Oleh: Henrico Fajar Kristiarji Wibowo Setiap orang pasti mempunyai masa lalu entah baik atau buruk. Pengalaman menghadapi masa lalu itu...

Next Post
Tersetrum

Suami Sakit Parah, Maria Jenaun : Saya Bingung, Tidak Punya Biaya Untuk Pengobatan

Penjual

Penjual "Koja"

Please login to join discussion
  • NASIONAL
Yohanes Nardi Nandeng
NASIONAL

Mengusung Visi Budaya Akademik, Yohanes Nardi Nandeng Nyatakan Diri Maju Bertarung Pemilihan Ketua PP PMKRI 2026-2028

by Vincent Ngara
16 Juli 2026
0

JAKARTA, FAJARNTT.COM - Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Periode 2021–2022, Yohanes Nardi Nandeng, secara resmi...

Read more
ABPEDNAS

ABPEDNAS dan SMSI Teken Perjanjian Kerja Sama Dukung Program Jaga Desa

4 Juli 2026
Hashim Djojohadikusumo

Hashim Djojohadikusumo Lantik Srikandi Jaga Desa tuk Mengawal Program Strategis Pemerintah

4 Juli 2026
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memenuhi undangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Foto(Dok.Pribadi)

Program Bedah Rumah di NTT Melonjak Drastis, Tahun 2026 Target 5.000 Unit

3 April 2026
PDI Perjuangan

Antisipasi Kenaikan Minyak Dunia, PDIP Instruksi Kader Beberapa Hal Ini

10 Maret 2026
PDIP Larang Kader Kelola Dapur MBG, Tegaskan Program Negara Tak Boleh Jadi Ladang Bisnis Politik

PDIP Larang Kader Kelola Dapur MBG, Tegaskan Program Negara Tak Boleh Jadi Ladang Bisnis Politik

28 Februari 2026
  • OPINI
OPINI

Tan Malaka dan Relevansi Filsafat Politiknya

23 Juni 2026
OPINI

Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

11 Juni 2026
OPINI

Pertemuan Trump-Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

21 Mei 2026
OPINI

Prabowo di Antara Tokoh-Tokoh Tangguh

26 Januari 2026
OPINI

Campur Tangan Trump di Iran dari Sanksi hingga Cuitan

15 Januari 2026
OPINI

Proyek Melaka-Dumai Antara Jembatan dan Jebakan

13 Januari 2026
  • OLAHRAGA
Srikanti Jana
DAERAH

Turnamen Sepak Bola Bandara Frans Sales Lega Cup I Diikuti 28 Tim, Bupati Hery Nabit: Turnamen Ini tuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak

by Vincent Ngara
3 Agustus 2026
0

RUTENG, FAJARNTT.COM -  Bupati kabupaten Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, secara resmi membuka event turnamen sepak bola Piala Bandara Frans Sales...

Read more
Spanyol
OLAHRAGA

Spanyol Mengubur Mimpi Belgia tuk Hadapi Perancis di Semi Final Piala Dunia 2026

by Vincent Ngara
11 Juli 2026
0

FAJARNTT.COM - Spanyol memastikan diri untuk tampil di semi final melawan Perancis usai mengubur mimpi Belgia dengan skor 2-1. Fabian...

Read more
Gol Stephen Eustaquio
OLAHRAGA

Gol Eustaquio Antarkan Kanada Pertama Kalinya Lolok Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

by Vincent Ngara
29 Juni 2026
0

FAJARNTT.COM - Gol Stephen Eustaquio di menit-menit akhir mengantarkan Kanada meraih kemenangan atas Afrika Selatan di babak 32 besar Piala...

Read more
Vinicius
OLAHRAGA

Vinicius Akui Cristiano Ronaldo Lebih Baik Dibanding Messi dan Neymar

by Vincent Ngara
28 Juni 2026
0

FAJARNTT.COM - Vinicius Junior mengakui bahwa pesepakbola terbaik saat ini bukanlah Neymar Jr atau Lionel Messi, tetapi Cristiano Ronaldo. Hal...

Read more
Bupati Hery Nabit
OLAHRAGA

Resmikan Turnamen U-15 di Cibal, Bupati Hery Ajak Anak-anak Lepaskan Gadget dan Bermain Bersama

by Tim
27 Juni 2026
0

RUTENG, FAJARNTT.COM - Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit resmi membuka Pekan Olahraga Anak U-15 Kecamatan Cibal Tahun 2026 di...

Read more

FajarNTT TV

FajarNTT TV
Warga Panik Saat Gempa Melanda Venezuela, Dinding Rumah Runtuh Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman video warga yang menunjukkan betapa mengerikan Gempa yang terjadi di Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. Salah satu video menunjukkan gempa itu merusak dinding halaman rumah dalam waktu hitungan detik.Warga histeris sesaat setelah gempa yang meluluhlantakkan kota-kota di Venezuela.(*)Sumber video : Platform X
Warga Panik Saat Gempa Melanda Venezuela, Dinding Rumah Runtuh
Tim evakuasi menemukan rekaman video detik-detik terjadinya bencana gempa bumi di Venezuela, yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026.Nampak dari rekaman video warga Venezuela berlari ke jalan untuk menyelamatkan diri. Beberapa bangunan runtuh seketika dalam waktu kurang dari 7 detik.Video berdurasi 49 detik ini memperlihatkan betapa mengerikannya gempa Venezuela yang telah menewaskan ribuan orang dan ribuan lainnya luka-luka.(*)Sumber video : Platform X
Rekaman Video Warga Venezuela Berlari Menyelamatkan Diri saat Gempa I Part 1
Gempa bumi berskala besar mengguncang Venezuela, pada Rabu lalu, 24 Juni 2026. Gempa ini menewaskan lebih dari 1.719 orang dan membuat ribuan ribu orang luka-luka.Baca selengkapnya di :https://fajarntt.com/2026/06/30/warga-merekam-dahsyatnya-gempa-bumi-di-venezuela-yang-menewaskan-ribuan-orang/Sumber video : Platform X
Warga Merekam Dahsyatnya Gempa Venezuela yang Menewaskan Ribuan Orang
Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran tak selalu berjalan mulus. Situasi memanas setelah Israel membombardir Lebanon, yang langsung direspons dengan kemarahan Wakil Presiden AS JD Vance dan Iran yang kembali menutup Selat Hormuz. Sementara itu dari meja perundingan di Swiss, Minggu (21/6/2026), delegasi Iran sempat melakukan aksi walkout karena ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump, yang sempat membuat harga minyak mentah kembali melambung.JD Vance memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan penyerangan."Jangan main-main dengan kami. Kamu berisiko kehilangan segalanya," tegas JD Vance dalam konferensi pers di Washington DC, AS, pada Senin, 22 Juni 2026."Trump adalah sekutu terakhirmu, seluruh dunia sudah membencimu." tutur JD Vance.(*)Sumber video : Akun X Amerika Live
AS Mengeluarkan Peringatan kepada Israel Setelah Kembali Menyerang Lebanon
SUBSCRIBE
Logo

Berlangganan

Masukkan Alamat Email Anda

Bergabung dengan 52 pelanggan lain

Kategori

  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • EDITORIAL
  • ADVERTORIAL
  • OPINI
    • Polhukam
    • Humaniora
    • Pendidikan
  • ULASAN
  • DAERAH
    • Flores
    • Sumba
    • Timor
    • Alor
    • Lembata
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • SELEBRITIS
  • POJOK SASTRA
    • Karya Sastra
    • Cerita Rakyat

Copyright © 2026 FAJARNTT.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kedai Momica Ruteng
Kedai Momica Ruteng

Notifikasi