Arsip Tag: Fransiskus Gero

Kadis Frans

Kadis Frans Gero: Kepala Sekolah Harus Inovatif dan Kreatif

RUTENG, FAJARNTT.COM – Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Manggarai Fransiskus Gero, S.Pd melantik tiga Kepala Sekolah baru di Aula SDN Reo 1, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (3/2/2023).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Manggarai Nomor: HK/413/2022. Manggarai Tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah Lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Mereka akan menempati posisi sebagai Kepsek di UPTD 8 Cibal Ladur Kecamatan Cibal, UPTD SDN Jengkalang Kecamatan Reok, dan UPTD SMPN 9 Reok Kecamatan Reok Barat. Hadir pada pelantikan itu Pastor Paroki Reo Romo Manseastus.

Dalam sambutannya, Kadis Frans Gero mengucapkan provisiat dan menginginkan membawa wajah baru pendidikan di Manggarai, minimal memajukan sekolah.

“Menjadi pemimpin tidaklah mudah, butuh rasa tanggung jawab yang total. Saya menjadi Kadis PPO kurang lebih 1 tahun 2 bulan, menemukan banyak problematika pendidikan yang butuh evaluasi,” katanya.

“Seringkali laporan dana BOS kita itu terlambat, dan yang vonis tidak mampu atau tidak profesional itu kembali ke tanggung jawab Kadis PPO,” katanya lagi.

Harapan Dinas PPO

Kadis Frans Gero pun meminta secara bersama-sama membenahi sistem terkait pengelolaan dana BOS.

“Kami menginginkan bapak/ibu Kepsek mampu bersinergi menyelesaikan problematika tadi, mulai dari tata kelolanya, manajemen serta mutu dan keterbatasan sarana prasarana,” pintanya.

Kepala Sekolah, kata dia, harus memimpin lembaga sekolah secara transparan, akuntabel dan tidak menciptakan riak-riak kecil yang menyebabkan situasi dalam lembaga pendidikan menjadi kacau balau.

“Kami berharap kepada Kepsek yang baru menjadi pemimpin yang berkarakter, bermoral baik yang mampu menjadi contoh kepada orang, berdemokratis dan berwibawa, inovatif dan kreatif serta menjadi pemimpin yang bisa memecahkan masalah dan bukan bagian dari masalah,” ungkapnya.

“Apapun persoalan internal dalam sekolah bisa terselesaikan dengan baik tanpa melibatkan intervensi Dinas PPO untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” tutupnya.

Saat yang sama, Fianda Mansyu Rahma, S.Pd menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa serta Kadis Frans Gero.

Menurutnya, apapun tugas yang telah Dinas berikan dan percayakan kepada kami sebagai Kepsek, akan menjunjung tinggi.

Sebagai informasi, Kadis Frans Gero melantik Yuliana Hadun Ritan, S.Pd sebagai Kepala UPTD SDN Jengkalang, Marselinus Dagus sebagai Kepala UPTD SMPN 8 Cibal Ladur, dan Fianda Mansyu Rahma, S.Pd sebagai Kepala UPTD SMPN 9 Reok.

Turut hadir, Kordinator Pengawas Sekolah Tingkat SD dan SMP Kecamatan Reok Fransikus Poju, Perwakilan Seluruh Kepala UPTD SDN dan Kepala UPTD SMPN Kecamatan Cibal, Kecamatan Reok, dan Kecamatan Reok Barat.

Kadis

Kadis Frans Gero Pantau Ujian Berbasis Android di SDK Ruteng V, Murid-murid Senang

RUTENG, FAJAR NTT – Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai, Fransiskus Gero pantau pelaksanaan ujian berbasis android (digital) di SDK Ruteng V, Kelurahan Bangka Nekang, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, pada Selasa (6/12/2022) pukul 09.30 WITA.

Pagi ini kita bertumbuh dalam rangka memantau pelaksanaan ujian akhir sekolah sekaligus kinerja positif di sekolah ini.

Demikian penyampaian Kadis Frans Gero saat memantau langsung ujian berbasis android di sekolah itu

“Terkait penggunaan media digital, termasuk ujian semester berbasis android, tentu dengan memanfaatkan akun belajar atau SSO. Dengan satu akun kita bisa melaksanakan berbagai ujian,” kata Kadis.

Kadis

Kadis Frans Gero bersama Kepala Sekolah dan Jajaran SDK Ruteng V (Foto: VN/FajarNTT.com)

Kemudian ia juga menjelaskan, bahwa ada enam literasi dasar dalam pendidikan, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, dan literasi finansial. Selain itu, kata dia, fokus pembelajaran saat ini ada pada literasi digital.

“Di Kementerian saja sudah menggunakan barcode untuk meminimalisir penggunaan kertas. Jadi ini sangat ramah lingkungan, minimal mengurangi sampah kertas ketika kita sudah beralih ke dunia digital,” tuturnya.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ujian berbasis android ini. Jadi ini sesuatu yang luar biasa di SDK Ruteng V,” lanjutnya.

Kadis Frans Gero menambahkan, bahwa arah pendidikan saat ini tidak tidak lagi menggunakan pola-pola tradisional.

“Kita harus sudah berinovasi dengan memanfaatkan teknologi yang ada,” tambahnya.

Ia pun berharap kepala sekolah dan jajaran SDK Ruteng V untuk selalu menjaga hubungan baik dan memanfaatkan ranah digital dengan sebaik-baiknya.

Fasilitas

Saat yang sama, Wilhelmina Jehina selaku Kepala Sekolah SDK Ruteng V mengatakan, bahwa pelaksanaan ujian berbasis android baru diadakan hari ini, dan kendala yang dihadapi terkait fasilitas.

“Ujian ini hanya bersifat uji coba untuk kelas 5 dan 6. Sementara anak-anak menggunakan HP dari orang tua, karna di sekolah ini fasilitasnya kurang (laptop dan komputer) termasuk soal jaringan internet,” katanya.

Ia juga menyampaikan, bahwa sebelum pelaksanaan ujian, sekolah sudah melaksanakan pertemuan dengan orang tua murid.

“Kami terlebih dahulu minta ke orang tua murid untuk meminta kesepakatan, dan ternyata mereka mengapresiasi,” katanya.

Senada dengan Kepsek, Yasinta Kurnia Nduing dalam penyampaiannya dengan Kadis Frans Gero mengaku, bahwa terkendala jaringan dalam pelaksanaan ujian berbasis android di SDK Ruteng V.

“Kami saat ini sedang uji coba melaksanakan ujian berbasis android, dan kami sedikit terkendala dengan persoalan jaringan (internet). Tapi, sejauh ini murid-murid sangat antusias dengan ujian ini. Mungkin karna ini sesuatu yang baru bagi mereka dan terlihat mereka sangat senang,” kata guru sekolah itu.

sosialisasi

Sosialisasi di Reok, Kadis Frans Gero Ultimatum Kepsek yang Suka Intimidasi Guru

RUTENG, FAJAR NTT – Kadis PPO (Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Manggarai, Fransiskus  Gero melakukan giat sosialisasi terhadap para kepala sekolah SD, bendahara BOS SD, dan para perwakilan guru se-kecamatan Reok.

Kegiatan sosialisasi tersebut bertempat di Aula Stasi Santu Sirilus Wangkung Paroki Reo, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Rabu (2/11/2022) pukul 10.20 WITA, mengusung tema “Pendidikan di Manggarai Harus Bergerak”.

Pantauan media ini, peserta melakukan ritual adat tuak curu untuk menyambut kedatangan Kadis Frans Gero dan rombongan.

“Pelaksanaan kegiatan hari ini adalah ajang rekreasi, jadi jangan tegang biar kegiatannya dapat berjalan kondusif,” kata Kadis Frans dalam sambutannya.

Ia menyampaikan bahwa tema besar kegiatan hari ini adalah “Pendidikan di Manggarai Harus terus Bergerak”. Kemudian tujuannya berkaitan dengan pelaksanaan sistem pendidikan di Manggarai.

“Ya tentunya kembali kepada data riil, termasuk apresiasi Kementerian Pendidikan soal akselerasi sistem adopsi penilaian pendidikan di kabupaten Manggarai yang mendapat predikat baik. Walaupun penerapan sistem tersebut hanya pada tingkatan penilaian mengadopsi atau meniru saja,” katanya.

Menurutnya, semua harus memberikan apresiasi pada progres sistem pendidikan di Manggarai.

“Dari 125 sekolah yang berada di NTT, kita termasuk mendapatkan predikat baik, termasuk soal penilaian tingkat peniruan atau adopsi predikat penggunaan sistem berbasis digital dengan representasi rata-rata nilai 91,91%. Dan untuk NTT, kita berada di peringkat yang ke-13. Ini merupakan penilaiaan Kementerian Pendidikan yang telah mengukur efektifitas sistem pendidikan kita,” jelasnya.

Soal Internet dan Intimidasi
sosialisasi

Sosialisasi “Pendidikan di Manggarai Harus Bergerak” di Reok (Foto: BM/FajarNTT.com)

Terkait Keterbatasan soal akses jaringan, kata Kadis Frans, ini menjadi kendala vital bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki akses Internet. Namun dengan ketulusan dan perjuangan guru-guru sehingga pelaksanaan kegiatan ANBK berjalan baik.

“Untuk wilayah kecamatan Reok, masih ada juga sekolah-sekolah yang tidak terjangkau akses internet, seperti pada SDN Rabo, SDN Racang, SDN ROBEK, dan masih banyak lagi sekolah-sekolah yang jauh dari jangkauan internet, sehingga ini menjadi kendala pada pelaksanan kegiatan ABNK,” terangnya.

Kadis Frans pun berharap Menteri Kominfo, Johnny G. Plate sebagai putra kelahiran Reo, untuk dapat membuka akses internet pada wilayah yang saat ini masih belum tersentuh akses internet.

Ia juga menegaskan agar kepala sekolah jangan jadikan guru sebagai budak.

“Kita ini pendidik bukan budak, kita harus bisa berbagi peran. Dan kepala sekolah dilarang melakukan intimidasi terhadap guru-guru,” tegasnya.

Pihaknya pun menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras bapak atau ibu di sekolah yang telah memajukan sistem pendidikan di kabupaten Manggarai.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kabid Pembinaan SD Dewi Stepi dan Koordinator dan Pengawas SD dan SMP se-kecamatan Reok Fransiskus Poju.

puluhan

Puluhan SMP Ikut Lomba Pidato, Wabup Heri: Bentuk Pembinaan Generasi Muda

Ruteng, FajarNTT.com – Puluhan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti lomba pidato bertemakan “Generasi Milenial Berkarakter Pancasila” di Aula Lantai 2 Kantor Dinas Pendidikan, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, Kamis (23/12/2021).

Terselenggaranya kegiatan itu atas inisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai. Puluhan sekolah yang hadir berjumlah 52 dari total 85 sekolah.

Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut dalam sambutannya mengatakan kegiatan lomba pidato adalah inisiatif yang positif dalam konteks pembinaan generasi muda untuk pengembangan kapasitas peserta didik.

“Lomba pidato juga sebagai strategi mengalirkan energi supaya anak-anak mulai belajar bagaimana berpidato,” katanya.

Lebih lanjut Wabup Heri menuturkan berpidato itu ada hubungan bagaimana peserta didik bergaul dengan buku.

Menurutnya, melalui event seperti ini, anak-anak sedang menyiapkan diri untuk hidup bermasyarakat, menjadi anak yang cerdas, anak yang berakhlak yang punya ketrampilan, menguasai teknologi, dan berkepribadian yang baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Fransiskus Gero mangaku akan berupaya perbanyak lomba.

Visi Pemerintah Kabupaten Manggarai, yaitu Manggarai yang Maju, Adil, dan Berdaya Saing, kemudian misi meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami akan mulai dari satuan pendidikan sampai tingkat kabupaten dan kita punya target ke tingkat nasional,” kata Kadis Frans.

Untuk mewujudkan daya saing, salah satu jalan dengan perbanyak lomba.

“Lomba apa saja yang penting menciptakan daya saing dan kompetisi. Kita apresiasi anak-anak yang telah mengambil bagian dalam lomba pidato ini,” papar Alumni GMNI Manggarai itu.

Penulis: Beny Tengka

Editor: Vincent Ngara