Arsip Tag: Presiden RI

Luar Biasa! Almarhum Ben Mboi dan Lydia Silviana Djaman Terima Bintang Kehormatan RI, Bupati Manggarai Sebut Inspirasi Bangsa

RUTENG, FAJARNTT.COM – Prestasi gemilang kembali diraih putra-putri Manggarai yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Almarhum Aloysius Benedictus Mboi, akrab dipanggil Bapa Ben, dan Lydia Silviana Djaman menerima Tanda Kehormatan tertinggi dari Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto.

Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk Bintang Republik Indonesia Utama untuk Almarhum Bapa Ben dan Bintang Mahaputera bagi Lydia Silviana Djaman.

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya, seraya menekankan bahwa keduanya menjadi inspirasi bangsa dan teladan bagi seluruh masyarakat Manggarai.

“Almarhum Bapa Ben dan Ibu Lydia Silviana Djaman adalah kebanggaan Manggarai dan Indonesia. Prestasi mereka adalah bukti bahwa putra-putri daerah mampu memberikan kontribusi luar biasa bagi bangsa,” ujar Bupati Herybertus di ruang kerjanya, Selasa (26/08).

Almarhum Bapa Ben Mboi: Pelopor Kesehatan dan Pembangunan NTT

Almarhum Bapa Ben Mboi dikenal luas sebagai sosok pemimpin visioner yang menaruh perhatian besar terhadap kesehatan masyarakat dan pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT). Menjabat sebagai Gubernur NTT periode 1978-1988, Bapa Ben meluncurkan berbagai program strategis seperti pemberantasan malaria, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Beliau adalah sosok pemimpin yang menyeimbangkan pembangunan fisik dengan layanan sosial. Dedikasinya terhadap rakyat menjadi cerminan kepemimpinan yang inovatif dan dekat dengan masyarakat,” ujar Bupati Herybertus.

Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama yang diterima almarhum diserahkan kepada putri sulungnya, dr. Tridia Sudirga Mboi, sebagai ahli waris.

Penghargaan ini menambah daftar panjang prestasi Bapa Ben, yang sebelumnya telah menerima Bintang Sakti, Bintang Mahaputera Nararya, serta Magsaysay Award dari Filipina, sebagai pengakuan atas kepemimpinan dan pengabdian luar biasa.

Bupati Herybertus juga menyoroti kedekatan almarhum dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Semasa hidup, Bapa Ben pernah menceritakan kedekatannya dengan Pak Prabowo. Saat pelantikan kepala daerah di Istana Negara beberapa waktu lalu, saya menyampaikan kepada Presiden bahwa saya keponakan Bapa Ben. Reaksinya sangat hangat, bahkan beliau sempat mengatakan, ‘Saya belajar pelajaran hidup penting dari Pak Ben Mboi’,” ujar Bupati Herybertus.

Lydia Silviana Djaman: Putri Daerah Manggarai Berkarya di Tingkat Nasional

Selain Bapa Ben, Lydia Silviana Djaman juga menorehkan prestasi yang membanggakan. Lahir di Samarinda namun berasal dari keluarga Manggarai, Lydia kini menjabat sebagai Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Hukum di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Bupati Herybertus menegaskan bahwa rekam jejak Lydia di pemerintahan dan BUMN menunjukkan dedikasi yang luar biasa.

“Ibu Lydia pernah menjabat Komisaris PT Semen Indonesia, Asisten Deputi Bidang Prasarana, Riset, Teknologi, dan Sumber Daya Alam, Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet, serta Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Hukum dan HAM. Kariernya membanggakan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Manggarai untuk berprestasi,” jelasnya.

Inspirasi dan Teladan bagi Generasi Muda Manggarai

Bupati Manggarai menekankan bahwa penghargaan dari Presiden RI ini bukan sekadar pengakuan individu, tetapi juga simbol teladan dan dedikasi yang bisa diteladani masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami bangga memiliki putra-putri daerah yang tidak hanya sukses di tingkat nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Semoga prestasi Bapa Ben dan Ibu Lydia menjadi inspirasi bagi generasi muda Manggarai untuk terus berkarya dan mengabdi bagi negara,” pungkas Bupati.

Dengan penghargaan resmi dari Presiden RI ini, nama Manggarai kembali harum di tingkat nasional. Prestasi Almarhum Bapa Ben Mboi dan Lydia Silviana Djaman menjadi simbol pengabdian, dedikasi, dan kerja keras yang tak lekang oleh waktu.

Mereka membuktikan bahwa putra-putri Manggarai mampu memberikan kontribusi signifikan bagi bangsa dan negara, sekaligus menjadi teladan bagi seluruh masyarakat.(*)

Pemerintah

Pemerintah Tentukan Defisit APBN 2023 di Bawah 3 Persen

JAKARTA, FAJARNTT.COM| Pemerintah telah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023. Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Kamis 1 Desember 2022, memastikan bahwa defisit APBN pada tahun depan berada di bawah 3 persen, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Defisit APBN tahun 2023 makin mengecil, yaitu sebesar Rp598,2 (triliun) atau 2,84 persen. Ini secara konsisten melaksanakan Perpu 1 2020 atau Undang-Undang 2 2020 yaitu konsolidasi fiskal di mana pada tahun 2023 defisit harus dijaga di bawah 3 persen dari GDP,” ujar Sri Mulyani.

Menteri Keuangan memaparkan bahwa pendapatan negara pada tahun 2023 ditargetkan mencapai Rp2.463 triliun yang berasal dari pemasukan perpajakan sebesar Rp2.021 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp441,4 triliun, dan hibah Rp0,4 triliun. Sementara itu, belanja negara tahun depan mencapai Rp3.061,2 triliun yang terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.246,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp814,7 triliun.

“Untuk belanja negara, seperti tadi telah disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, fokusnya pada yang pertama dan paling penting adalah belanja untuk meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia),” ungkapnya.

Selain itu, Menteri Keuangan melanjutkan, belanja negara juga difokuskan pada penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), infrastruktur untuk mendukung transformasi ekonomi, dan pengembangan ekonomi hijau, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah juga terus memperluas, memperkuat, dan mereformasi jaring pengaman sosial dengan memperbaiki dan memperbarui data-data kemiskinan masyarakat rentan melalui Survei Register Ekonomi dan Sosial.

Pemerintah

Pemerintah Tentukan Defisit APBN 2023 di Bawah 3 Persen. (foto : isth)

“Pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan dengan reformasi birokrasi dan reformasi di kementerian/lembaga,” lanjutnya.

Sri Mulyani juga memerinci alokasi anggaran pada APBN 2023 yakni untuk sektor pendidikan mencapai Rp612,2 triliun yang terdiri atas pemerintah pusat Rp237,1 triliun, transfer ke daerah sebesar Rp305,6 triliun, dan pembiayaannya Rp69,5 triliun.

“Untuk bidang kesehatan, tidak hanya anggarannya Pak Menkes yang disampaikan, ada anggaran Rp178,7 triliun dimana belanja dari pemerintah pusat Rp118,7 triliun, transfer ke daerah 60 triliun,” imbuhnya.

Sri Mulyani melanjutkan, anggaran untuk bantuan-bantuan sosial dalam rangka memberikan perlindungan pada saat guncangan terjadi adalah sebesar Rp476 triliun yang terdiri atas anggaran pemerintah pusat Rp454,7 triliun, transfer ke daerah Rp17 triliun, dan pembiayaan Rp4,3 triliun.

Sementara itu, untuk ketahanan pangan Menteri Keuangan mengalokasikan Rp104,2 triliun, terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp81,7 triliun dan transfer ke daerah Rp22,5 triliun. Untuk bidang energi, termasuk subsidi dan kompensasi, sebesar Rp341,3 triliun di mana subsidi kompensasi mencapai Rp339,6 triliun dan pengeluaran di bidang energi lainnya Rp1,7 triliun.

“Infrastruktur tahun depan mencapai Rp392,1 triliun di mana belanja pusat adalah Rp211,1 triliun, transfer ke daerah Rp95 triliun, dan pembiayaan Rp86 triliun. Terakhir, pertahanan keamanan, TNI-Polri, dan seluruh yang melaksanakan itu termasuk tahapan pemilu mencapai Rp316,9 triliun,” tandasnya. (*)