Arsip Tag: Fabi Abu

Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit memberikan sambutan saat Acara Caca Selek di Rumah Gendang Todo, Rabu (9/7/2025).

Caca Selek di Todo: Bupati Hery Nabit Serukan Etika Demokrasi dan Pembangunan Merata

RUTENG, FAJARNTT.COM – Dalam suasana adat yang sakral dan penuh kebersamaan, Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit menggelar puncak upacara adat Caca Selek yang digelar di Rumah Gendang Todo, Kecamatan Satar Mese Utara, Rabu (9/7).

Acara ini menjadi peneguhan simbolis penerimaan adat dan syukuran atas kemenangan pasangan Hery-Fabi dalam Pilkada 2024 dan awal dari kepemimpinan periode kedua mereka di Kabupaten Manggarai.

Turut hadir dalam momen istimewa tersebut, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Sekretaris Daerah Fansi Jahang, jajaran pejabat pemerintah daerah, tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kampung di sekitarnya.

Prosesi adat yang berlangsung di kampung bersejarah Todo itu menggambarkan kuatnya akar budaya Manggarai yang tetap hidup di tengah dinamika politik dan pembangunan modern.

Dalam sambutannya, Bupati Hery menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, leluhur, dan masyarakat yang telah menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong.

Ia menegaskan bahwa kemenangan dalam Pilkada bukanlah milik segelintir orang, melainkan hasil dari doa dan kerja bersama seluruh masyarakat Manggarai.

“Semua yang hadir di Kampung Todo ini adalah bukti kebersamaan kita, yang tidak mengenal perbedaan. Saya berterima kasih atas dukungan semua pihak. Berkat doa serta kerja keras kita, saya dan Pa Wabup Fabianus Abu bisa sampai di titik ini,” ujar Hery.

Bupati Hery juga menyoroti pentingnya menjaga etika dalam kehidupan demokrasi, terutama di tengah arus informasi dan perbedaan pendapat yang semakin terbuka. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap memelihara kesantunan dalam menyuarakan aspirasi.

“Demokrasi boleh, tetapi kita harus menjaga etika, terutama dalam berbicara. Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena perbedaan pendapat,” tegasnya.

Isu pembangunan berkelanjutan pun menjadi salah satu poin penting dalam pidatonya. Bupati menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Manggarai, seperti akses listrik, ketersediaan air bersih, dan polemik seputar proyek geotermal di Poco Leok.

Ia menekankan bahwa pembangunan harus menyentuh seluruh wilayah secara merata dan dilakukan dengan mengedepankan dialog serta kepekaan sosial.

“Pembangunan itu bukan soal kepentingan pribadi, tapi tentang kesejahteraan bersama. Kita akan terus berjuang agar listrik dan air bisa menjangkau seluruh pelosok Manggarai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hery mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung proses pembangunan dengan semangat kolaboratif, bukan saling menjatuhkan.

Ia percaya bahwa tantangan seberat apapun akan mampu dihadapi jika masyarakat tetap bersatu dan menjadikan doa serta kearifan lokal sebagai pegangan.

Kepada generasi muda, Bupati Hery menyampaikan pesan penuh motivasi agar tidak menyerah dalam menghadapi kegagalan dan tetap percaya pada proses hidup.

“Jangan pernah putus asa. Semua yang baik itu membutuhkan proses. Terus belajar, berusaha, dan berdoa. Kesuksesan pasti akan datang pada waktunya,” pesannya kepada para pemuda Manggarai yang hadir.

Acara Caca Selek diakhiri dengan misa syukur, pertunjukan budaya, dan jamuan bersama masyarakat, yang semuanya berlangsung dalam suasana hangat dan akrab.

Upacara ini bukan sekadar seremoni politik, tetapi menjadi ruang perjumpaan antara pemimpin dan rakyat dalam bingkai budaya dan spiritualitas lokal.

Caca Selek di Todo menandai awal yang penuh harapan bagi pemerintahan Hery-Fabi dengan komitmen untuk mewujudkan pembangunan yang merata, demokrasi yang beretika, serta kepemimpinan yang mengakar pada nilai-nilai adat dan kebersamaan.(*)

Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu diterima secara adat dalam menghadiri kegiatan Caca Selek dadi Bupati Manggarai, Heribertus G.L. Nabit pada Rabu (9/7).

Kental Nuansa Budaya! Caca Selek Bupati Hery Dihadiri Wabup Fabi dan Disambut Adat Todo

RUTENG, FAJARNTT.COM – Nuansa budaya Manggarai yang kental terasa begitu hidup dalam ritual adat Caca Selek yang digelar di Kampung Adat Todo, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, pada Rabu (9/7/2025).

Acara ini menjadi sorotan masyarakat karena tidak hanya menegaskan kedalaman tradisi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana simbol adat berpadu dengan politik dan kepemimpinan daerah.

Momen sakral tersebut menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Bupati Manggarai, Fabianus W. A. Abu, yang turut mendampingi Bupati Herybertus G.L. Nabit dalam prosesi penuh makna.

Kehadiran Wabup Fabi bersama istri dan rombongan mendapat penyambutan luar biasa: disambut secara adat khas Manggarai oleh para tetua dan warga Kampung Todo dengan ritual Kepok Tiba.

Kepok Tiba: Tanda Hormat Bagi Tamu Agung

Ritual Kepok Tiba dilangsungkan sesaat setelah rombongan Wakil Bupati tiba di gerbang Kampung Todo. Dalam budaya Manggarai, “kepok” berarti menyambut, dan “tiba” berarti datang.

Gabungan keduanya mencerminkan penghormatan mendalam dan ucapan syukur masyarakat kepada tamu terhormat yang datang berkunjung.

Proses penyambutan tersebut tidak sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah bentuk pengakuan sosial terhadap peran strategis seorang pemimpin dalam struktur adat dan masyarakat.

Wabup Fabi kemudian diberi kalung adat sebagai simbol kehormatan sebelum diarak menuju Niang Wowong, rumah adat utama, diiringi regu ronda dengan musik, nyanyian, dan sorak sorai tradisional.

Dua Hari Penuh Simbol dan Spirit Tradisi

Acara Caca Selek sendiri merupakan bagian dari rangkaian panjang ritual adat yang berlangsung selama dua hari, sejak Selasa (8/7/2025) hingga Rabu (9/7/2025).

Seluruh prosesi disusun rapi dengan memperhatikan nilai-nilai adat yang telah diwariskan turun-temurun.

Pada hari pertama, rombongan berkumpul di Rumah Watu pukul 14.30 WITA, lalu bergerak menuju Todo. Sebagian rombongan menuju Lalong Tana sebagai titik awal masuk wilayah adat, sementara lainnya menunggu di Wae Garit. Rombongan tiba di Kampung Todo pukul 17.00 WITA dan disambut dengan ronda adat.

Sesampainya di Niang Wowong pada pukul 18.00 WITA, digelar acara Tiba Ase Kae yang merupakan simbol penerimaan seseorang secara adat ke dalam struktur sosial masyarakat. Pada pukul 19.00 WITA, dilanjutkan dengan ritual Teing Hang, yaitu seremoni spiritual yang sarat doa dan penguatan batin.

Acara malam itu ditutup dengan santap malam bersama pukul 20.30 WITA. Semua rombongan bermalam di kampung adat sebagai bagian dari penghormatan terhadap tata cara adat.

Caca Selek: Penguatan Kepemimpinan Secara Adat

Rabu pagi, pukul 09.00 WITA, digelar prosesi puncak Caca Selek. Dalam tradisi Manggarai, ritual ini merupakan pengesahan secara adat terhadap status dan kepemimpinan seseorang. Bagi Bupati Hery, prosesi ini menjadi simbol penguatan dan syukur atas terpilihnya kembali untuk periode kedua sebagai Bupati Manggarai.

Tetua adat dalam sambutannya menyebutkan bahwa Caca Selek adalah bentuk peneguhan nilai-nilai tradisi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya.

“Caca Selek bukan hanya adat, tapi cermin kesetiaan masyarakat kepada pemimpin yang mereka percaya. Ini tanda bahwa pemerintahan bukan hanya urusan negara, tapi juga urusan hati dan akar budaya,” ungkap Yustinus, salah satu tetua adat.

Misa Syukur dan Perayaan Kebersamaan

Pada pukul 11.00 WITA, seluruh undangan mengikuti Misa Syukur bersama sebagai bentuk spiritualitas dan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat Manggarai. Doa-doa dipanjatkan untuk keberlanjutan kepemimpinan yang adil, bijaksana, dan berpihak pada rakyat kecil.

Selepas misa, pukul 13.00 WITA, diadakan santap siang bersama sebagai penanda kedekatan antara pemimpin dan rakyat dalam suasana penuh kekeluargaan. Pada pukul 16.00 WITA, seluruh rombongan kembali ke Ruteng dengan membawa kenangan dan makna yang mendalam dari peristiwa tersebut.

Tradisi yang Terus Hidup di Tengah Zaman

Ritual adat Caca Selek ini tidak sekadar menjadi peristiwa budaya tahunan, melainkan manifestasi nyata dari bagaimana tradisi Manggarai masih berakar kuat dan berperan dalam dinamika sosial politik di daerah. Kehadiran para pejabat daerah dalam prosesi adat menegaskan adanya keharmonisan antara sistem pemerintahan modern dan struktur budaya lokal.

Bagi masyarakat Manggarai, budaya bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga kompas moral yang menuntun arah kehidupan bersama. Acara di Kampung Todo ini menjadi bukti bahwa adat istiadat bukan hal usang, melainkan elemen hidup yang terus menyatu dengan detak nadi masyarakat masa kini.(*)

Siang Ini

Siang Ini, Puluhan Ribu Massa 86 akan ‘Kepung’ KPU Manggarai

RUTENG, FAJARNTT.COM – Siang ini, puluhan ribu massa pendukung, relawan dan simpatisan Hery-Fabi (86) akan mendatangi KPU Manggarai untuk mendaftarkan diri sebagai kontestan Pilkada Kabupaten Manggarai 27 November mendatang.

Sebelumnya, pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit dan Fabianus Abu (Hery-Fabi) telah mendeklarasikan diri di lapangan sepak bola Poka, Kecamatan Wae Ri’i, pada Selasa, 27 Agustus 2024.

Ribuan massa dari kader dan simpatisan, parpol pendukung, relawan, ormas hingga simpatisan secara tegas menyatakan dukungan untuk memenangkan Paket Hery- Fabi dalam Pilkada Manggarai 2024.

Deklarasi ini juga dihadiri oleh sejumlah petinggi dari partai pengusung pasangan calon kepala daerah yang memiliki tagline ‘Maju Lebih Cepat’.

Paket Hery-Fabi yang terkenal dengan hastag #Siap86 itu diusung 3 Partai besar, yakni Partai PDIP dengan 5 kursi, Partai PKB 4 kursi dan Golkar 4 kursi dengan total 13 kursi. Sementara Partai PKN dan PKS yang non seat sebagai Partai Pendukung.

Bendera 5 partai besar itu mewarnai ruas jalan di sepanjang pelataran kota Ruteng menuju kampung Poka. Kader, pengurus tiga partai berbaur bersama simpatisan dan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru kecamatan.

Dalam kegiatan itu, hadir seluruh pimpinan parpol pendukung Hery-Faby diantaranya pengurus DPC PDIP, DPC PKB, DPD Golkar, Partai PKS dan PKN.

Terpantau, puluhan ribuan warga dan kendaraan baik roda dua maupun roda empat tumpah ruah memadati lapangan hingga jalan di sekitar lapangan Kampung Poka yang menjadi titik lokasi acara deklarasi.

Mereka datang dari berbagai penjuru dengan mengenakan seragam kaos bewarna warni yang bertuliskan ‘Hery-Faby Siap 86’ dan Konco Gass Pool 86″ TUNTASKAN! dengan gambar pasangan Hery Nabit dan Fabi Abu.

Sementara di mobil milik relawan bertuliskan ” Tidak usah membenarkan diri kesana kemari agar engkau di kagumi, jika perkataanMu benar di hati maka diamMu pun akan dihormati. Siap 86″ dan “86 SAID apa bersaing, jangan yah de yah, nanti kamu.(*)