Arsip Kategori: EDITORIAL

Berita dan Informasi Terkini dan Terbaru Hari Ini (Seluruh Artikel Tayang di Website www.fajarntt.com)

Kawasan Ekonomi Khusus

Rupanya Kerbau Turut Mencintai KEK Golo Mori

FAJARNTT.COM – Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Golo Mori menarik wisatawan dan layak mendapatkan opini wajar tanpa perhatian atau WTP.

Golo Mori yang belakangan disebut Tana Mori ini selain menawarkan pemandangan wisata alam dan bahari yang begitu indah, juga menawarkan pemandangan hewan ternak yang berlalu-lalang di sekitaran wilayah itu.

Golo Mori rupanya tidak hanya dicintai wisatawan lokal dan mancanegara, juga dicintai kerbau. Hewan ternak turut menikmati keindahan pemandangan Golo Mori.

“Seandainya kerbau bisa bicara menggunakan bahasa manusia, hewan ini akan mengatakan Golo Mori tempat kami juga,” celetuk salah satu wisatawan lokal.

Golo Mori dan ungkapan perasaan cinta yang tulus dari kerbau telah menjawab pertanyaan wisatawan lokal dan mancanegara. Makhluk hidup berkaki empat ini telah menawarkan pemandangan berbeda sejak Golo Mori ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus atau KEK.

Kawasan Ekonomi Khusus

Hewan Ternak Turut Jadi Pemandangan Indah di Golo Mori (Foto: FAJARNTT.COM)

Golo Mori sebagai KEK

Presiden Jokowi telah menetapkan Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai kawasan ekonomi khusus atau KEK. Dan tempat ini pernah menjadi salah satu tempat pelaksanaan event internasional KTT ASEAN (Asean Summit) ke-42 pada Mei 2023 lalu.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan Golo Mori diusulkan oleh PT Tana Mori Makmur Indonesia dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Menurut Edi Endi, pengusulan sebuah kawasan menjadi KEK bisa dilakukan oleh badan usaha maupun pemerintah daerah.

“Sebuah kawasan bisa ditetapkan menjadi KEK itu dengan prosedur bisa diusulkan oleh badan usaha baik swasta maupun BUMN, bisa diusulkan oleh pemerintah daerah. Terkait dengan Golo Mori itu diusulkan swasta, dalam hal ini PT Tana Mori Makmur Indonesia dan ITDC,” jelas Edi Endi setahun yang lalu, dikutip dari detik.com, Rabu (8/2/2023).

Usulan itu harus disertai rekomendasi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Pemerintah Provinsi NTT. Pengusul juga harus melengkapi sejumlah persyaratan lainnya

“Kelengkapan bahannya mendapat rekomendasi pemerintah daerah tahun 2018, pemerintah daerah juga memberikan usulan itu ke pemerintah provinsi. Kalau sudah mengantongi itu baru diteruskan ke Dewan Nasional KEK untuk dibahas,” ungkap Edi Endi.

Setidaknya, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah mengusulkan dan Presiden telah menetapkan Golo Mori sebagai KEK melalui peraturan Presiden.

Golo Mori sebagai kawasan ekonomi khusus sangat ekonomis tapi tidak higienis. Pemandangan alamnya memikat mata, tapi kotoran hewan menutup mata. Wisatawan bebas berswafoto di sepanjang jalan di tempat ini, tapi harus berhati-hati karena “ranjau darat” selalu menanti.

Hewan ternak bebas berkeliaran, terkadang menutupi jalan dan mengganggu pengguna jalan. Ketika kondisi ini terus dibiarkan, maka kecelakaan lalu lintas tidak hanya menjadi angan, tentu akan menjadi kenyataan.

Apakah Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat responsif dengan hal ini atau menunggu ada korban dan petisi?.(*)

AI

Ketika AI Kalah dari Jurnalis ‘Sableng’

FAJARNTT.COM – Menulis bagi jurnalis adalah kewajiban yang tidak ada kata tawar-menawar. Ini adalah pekerjaan sehari-hari yang seharusnya tidak perlu untuk menjadi wacana lagi.

Menghabiskan waktu berjam-jam mengolah diksi dan narasi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Pekerjaan ini butuh konsentrasi dan cukup memeras isi kepala.

“Lebih baik saya kerja fisik daripada harus peras otak. Lebih cape peras otak,” kata rekan seprofesi inisial TJ.

Penulis pun bersepakat dengan pernyataan itu. Bahwasannya terkadang merasakan hal yang sama, urat di leher menjadi tegang, kepala pening yang berdampak pada menjamurnya ‘uban’ di kepala. Belum lagi konsentrasi terpecah ketika mendengar teriakan penjual kayu bakar keliling “haju..haju..haju”.

“Jurnalis yang tidak merasakan hal itu sedang menipu diri sendiri”. Ungkap rekan seprofesi RH.

Menjadi jurnalis tidaklah mudah, ada tahapannya ibarat tahapan Pilkada. Luar biasanya ketika dihadapkan pada rekan seprofesi yang merasa diri senior dengan karya tulis yunior. Bahkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pun sulit untuk menterjemahkan, menjawab, dan membeberkan maksud dari tulisannya itu.

Wiro ‘Sableng’ dengan jurus kunyuk melempar buah, demikian pun jurnalis AI ‘sableng’ dengan jurus diksi sampah tuai hujatan, berujung pada take down.

Ini sering terjadi dalam dunia persilatan media. Merekrut sang jurnalis ‘sableng’ kemudian mempercayakan kepadanya untuk memegang tanggung jawab lebih selain sebagai jurnalis juga merangkap admin web.

Paket komplit ketika jurnalis ‘Sableng’ tersebut telah terkontaminasi dan tergila-gila dengan politik praktis salah satu Bacalon. Ia tentu dengan segala cara dan nafsunya yang menggebu-gebu mengabaikan kaidah-kaidah jurnalistik. KBBI hanya dalam khayalan dan mimpi siang bolong.

Sebagai informasi, AI telah dirancang sedemikian rupa untuk menggantikan jurnalis bernyawa dengan jurnalis virtual. Adakah AI juga bisa mengganti peran jurnalis ‘sableng’ ini?.(*)

Rumput MMI

Rumput MMI Rupanya Lebih Panjang dari Rumput Tetangga

FAJARNTT.COM – Masyarakat Manggarai pasti masih menunggu dengan ketidaksabarannya atas hasil dari penelusuran Kejaksaan Manggarai terkait adanya dugaan transaksi ugal-ugalan yang terjadi di PT Manggarai Multi Investasi (MMI).

PT MMI, perusahaan yang berstatus badan usaha milik daerah atau BUMD ini menarik untuk diulas terkait keberadaannya yang masih membingungkan hingga kini.

“Kenapa membingungkan?”. Tanya salah satu warganet yang sakit hati karena kalah dalam perjudian politik.

Akan tetapi, banyak juga yang masih berharap PT MMI sehat-sehat saja selayaknya perusahaan lain yang dikelola dengan manajemen yang sehat pula.

“Harus sehat,” celetuk salah satu wartawan Manggarai inisial RH. “Mudah-mudahan sehat,” celetuknya lagi.

Pembuktian soal diksi sehat dan tidak sehat itu pun juga masih membingungkan hingga saat ini. Apalagi bila itu disematkan pada perusahaan berkelas bernama PT Manggarai Multi Investasi.

Rumput MMI

Kantor BUMD PT Manggarai Multi Investasi di Jalan Soekarno, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai (Foto: FAJARNTT.COM)

Wartawan media ini pun menyempatkan diri untuk melihat lebih dekat perusahaan yang tegak berdiri dari penyertaan modal pemerintah daerah ini, yang beralamat di Jalan Soekarno, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Nampak dari bangunannya terkesan perusahaan ini tidak terurus dengan baik, mungkin karena masih ngontrak rumah milik masyarakat. “Tak apalah, yang penting sehat kan”.

“Jauh lebih sulit untuk membuat orang sehat daripada membuat mereka sakit,” sebut DeForest Clinton Jarvis.

Rumput setinggi betis orang dewasa tumbuh subur di halaman perusahaan yang diduga ber-aktakan perdagangan barang dan jasa ini. Berbanding terbalik dengan rumput dari rumah tetangga sebelah yang tertata dengan rapi nan indah.

Sedikit mengutip tagline “memanusiakan manusia” ternyata tidak cukup diterapkan pada ruang lingkup dunia pendidikan. Bagus juga bila perusahaan mengadopsi tagline ini dan mempraktikannya dalam kinerja dan keseharian perusahaan. Sedikit bisa mengurangi rerumputan yang mengganggu pemandangan.

“Bagus juga itu. Nanti kita diskusi,” mengutip sepenggal kalimat yang sering viral bukan dari paket viral.(*)

Ebert Ganggut

Ebert Ganggut ‘Kompor Gas’

FAJARNTT.COM – Ebert Ganggut bukanlah nama baru di kancah perpolitikan di Manggarai. Ia bukanlah seorang politisi karbitan yang ‘timbul tenggelam’ seperti penulis.

Pria bernama lengkap Edelbertus H. R. Ganggut ini merupakan anggota DPRD Manggarai tiga periode. Menduduki kursi dewan selama 15 tahun dirasa cukup untuk berjuang menyampaikan aspirasi masyarakat melalui lembaga legislatif.

Pria kalem ini pandai membaca peta politik di Manggarai. Tak hanya itu, Ebert juga pandai menjaga ritme berpolitik.

“Kompor gas. Menyala abangku,” kata Bang Indro Warkop di acara stand up comedy di salah satu stasiun televisi swasta.

Adik kandung almarhum Agustinus Ganggut ini tentu sudah berpikir jauh-jauh hari tuk menyatakan dirinya mengikuti kontestasi Pilkada Manggarai 2024, bahkan tersiar kabar sebelum pemilihan umum. Sebagai bukti, namanya tidak terdaftar dalam bursa pencalegan Partai PAN di Dapil III yang meliputi kecamatan Rahong Utara, kecamatan Ruteng, dan kecamatan Lelak.

Booming

Usai Pemilu, nama Ebert Ganggut kian booming. Baliho serta flyernya tersebar seantero kabupaten Manggarai, termasuk media daring. Lalu ia juga rajin mengunjungi konstituen. Menariknya, Ebert Ganggut gencar diisukan akan berpasangan dengan Herybertus Nabit pada Pilkada 27 November mendatang. Apakah isu itu benar? Bagi mereka yang berharap menunggu isu itu menjadi kenyataan pastilah melelahkan.

“Ojo kesusu (jangan buru-buru),” mengutip sepenggal kalimat Presiden Jokowi.

Bila isu Herybertus Nabit featuring Ebert Ganggut benar adanya, bukanlah tanpa alasan dan sah-sah saja. Keduanya masih fresh dan memiliki segudang pengalaman. Kalaupun ada pihak yang mencla-mencle, tentu mereka memiliki pertimbangan lain. Lagi-lagi politik itu dinamis.

Hery Nabit selaku incumbent pasti mencatat nama Ebert Ganggut dalam buku catatan perjalanan politiknya. Tidak bisa dipungkiri bahwa Eber memiliki pesona lain dari yang lain. Selagi menjabat sebagai anggota dewan, Eber berani mengkritik pemerintahan H2N dan tentu saja kritikan itu berbasiskan data, tidak asal ‘cuax..cuax..cuax’.

“Mengkritik dengan cara yang elegan,” kata Herybertus Nabit di Sekretariat DPD Partai Nasdem, Rabu (1/5).

Dewasa dalam berpolitik ada pada keduanya, baik itu Hery Nabit maupun Ebert Ganggut. Keduanya juga memiliki ide dan gagasan. Hery Nabit berpikir untuk melanjutkan programnya menjadikan Manggarai Maju dan Berdaya Saing. Kemudian Eber Ganggut wacanakan Manggarai SMART atau Sejahtera, Makmur, Adil, Responsif, dan Terlayani. Paket komplit!.(*)

Thomas Dohu

Thomas Dohu ‘Salting’ Bertemu Hery Nabit

FAJARNTT.COM – Thomas Dohu ceria dan terkesan sedikit ‘salting’ saat bertatap muka dengan Hery Nabit di Sekretariat DPD Partai Nasdem yang beralamat di Jalan Adi Sucipto Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Rabu, 1 Mei 2024.

Thomas tanpa sungkan memberikan pelukan hangat ke Hery Nabit saat tiba di sekretariat partai dengan slogan perubahan itu.

Bakal calon bupati Manggarai Thomas Dohu nampak antusias dengan kedatangan bakal calon bupati Manggarai Herybertus Nabit dan begitupun sebaliknya. Chemistry kedua bakal calon bupati Manggarai itu nampak dari wajah cerah dan senyuman hangat.

Mengutip slogan dari salah satu Bank BUMN senyum, sapa dan salam, menandakan keduanya seperti ada chemistry untuk berkoalisi pada Pilkada Manggarai 27 November mendatang.

Bahwasannya, mantan Ketua KPU Provinsi NTT ini sepertinya sedang memberikan sinyal agar Hery Nabit meminangnya menjadi bakal calon wakil bupati pada kontestasi Pilkada tahun ini. Tentu Thomas tidak akan keberatan apabila Hery Nabit meminangnya mengarungi kontestasi Pilkada Manggarai.

“Politik itu dinamis,” kata para politisi.

Apakah Hery Nabit akan meminangnya menjadi bakal calon wakil bupati? Lagi-lagi jawabannya politik itu dinamis. Nabit tentu akan berpegang teguh kepada statementnya di beberapa media siber bahwa indikator penentuan wakil berdasarkan hasil survei partai politik.

“Kita berpatokan pada hasil survei (partai politik),” kata Herybertus Nabit di Sekretariat DPC PDIP Manggarai.

Politisi PDIP yang sudah makan asam garam dengan hiruk pikuk perpolitikan di Manggarai ini tentu memiliki standar tertentu dalam penentuan bakal calon wakil bupati.

Bahkan, ia berkali-kali mengatakan bahwa dirinya akan meminang bakal calon yang dianggapnya mampu diajak untuk bekerjasama dan tentu berpatokan pada hasil survei.(*)