Arsip Tag: Lapen

Jalan Baru di Desa Nanga Labang Bukti Gotong Royong Warga dan Pemerintah Desa untuk Majukan Pertanian

BORONG,FAJARNTT.COM –Melalui Dana Desa (DD) sebesar Rp. 137.191.714 juta dan Rp.203.435.566 pada tahun 2025 ini, pemerintah desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur resmi membangun jalan baru di dusun Toka dan di dusun Waereca.

Pembangunan ini lahir dari usulan langsung warga melalui Musyawarah Dusun (Musdus) dan Musrenbangdes. Dari forum partisipatif tersebut, Pemdes bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menetapkan jalan lapisan penetrasi (lapen) ini sebagai proyek prioritas tahun 2025,mengingat pentingnya akses jalan bagi kehidupan warga.

“Kami bekerja sesuai hasil musyawarah bersama masyarakat. Jalan ini akan mempermudah akses pertanian, mempersingkat jarak antarwilayah, dan mendukung perekonomian warga. Semua ini terwujud berkat dukungan penuh masyarakat,”ungkap Simplisius Abi Wagut SE,Kepala Desa Nanga Labang (15/03/2026).

*Pentingnya Pembangunan Ini Menilai Jalan Sebagai Kunci Peningkatan Kesejahteraan*

Dengan jalan lapen ini, petani tidak lagi kesulitan mengangkut hasil panen. Distribusi lebih cepat, biaya transportasi bisa ditekan, dan keuntungan petani tentu meningkat.

Hal senada juga di sampaikan oleh sejumlah warga Toka mengaku dampak pembangunan jalan ini terasa langsung dalam aktivitas harian mereka. Pengendara ojek dan sopir angkutan menyebut waktu tempuh kini lebih singkat karena tidak perlu lagi menghindari lubang besar atau jalan rusak.

“Sekarang perjalanan lebih lancar. Dulu sering khawatir jatuh saat hujan. Sekarang jauh lebih aman,” ujar seorang warga.

Ia pun memberi apresiasi kepada pemerintah desa yang dinilai responsif terhadap kebutuhan warga. Mereka menilai keberadaan jalan tani bukan hanya soal akses, tetapi juga pemicu semangat baru bagi petani dalam mengembangkan usaha pertanian.

Simplisius juga menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan lapisan penetrasi (lapen) ini di bagi dalam dua dusun pada tahun 2025.Yang pertama di dusun Toka dengan panjang sekitar 142,70 Meter dengan pagu anggaran sebesar Rp. 137.191.714 dan di dusun Waereca dengan panjang sekitar 242 Meter dan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 203.435.566 juta.

“Pemerintah Desa Nanga Labang berkomitmen untuk mengelola Dana Desa secara transparan dan akuntabel. Seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, melibatkan masyarakat agar anggaran benar-benar tepat sasaran”, ujarnya.

Menurutnya pembangunan jalan lapisan penetrasi (lapen) ini adalah bukti bahwa musyawarah desa bukan sekadar seremonial, melainkan wadah nyata bagi warga dalam menentukan arah pembangunan.

“Dengan hadirnya jalan baru ini, Desa Nanga Labang meneguhkan langkahnya menuju pembangunan yang berpihak pada rakyat, memperkuat kebersamaan, serta membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tutup Simplisius.(**)

Proyek Lapen CV Afriyufi Putra dalam Kota Ruteng Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Ruteng, FajarNTT.com – Proyek peningkatan jalan lapen yang berdekatan dengan tower di Rangkat, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai dikeluhkan warga. Pasalnya, proyek yang dikerjakan CV Afriyufi Putra diduga menggunakan material tidak sesuai spesifikasi. Bahkan warga sekitar lokasi membenarkan pekerjaan lapen tersebut asal jadi.

“Ini sebenarnya rehab atau peningkatan?,” kata warga yang tidak ingin namanya dimediakan itu.

Dirinya juga mengakui sering melihat kontraktor pelaksana datang memantau pekerjaan itu.

“Adik, Ini lapen sepertinya hanya batu lima tujuh (5.7) saja, coba lihat di titik startnya. Ini semuanya juga sepertinya batu dua tiga (2.3) saja. Kasian uang negara yang mereka kelola,” tuturnya sambil berlalu pergi.

(Foto: BT/FajarNTT.com)

Pantauan awak media, segmen proyek dengan nama paket Peningkatan Jalan Dalam Kota Kecamatan Langke Rembong terpantau dalam kondisi sangat tidak layak. Selain itu, tidak dipasang papan informasi di lokasi.

Data yang dihimpun media ini, PT Kencana Adya Daniswara yang beralamat di Leda, Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, merupakan konsultan pengawas yang mengawasi pekerjaan proyek lapen itu.

“Kami sudah pertemuan adik, di segmen itu akan segera diperbaiki,” kata Marsel Sebatu.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Melki Muardi mengatakan proyek itu merupakan proyek peningkatan. Akan tetapi, dirinya tidak menjelaskan secara rinci terkait kualitas pengerjaan proyek itu.

“Neka rabo lg ada acara,” katanya via aplikasi pesan WhatsApp.

Sementara itu, kontraktor pelaksana, Alfons Jujuar belum berhasil dikonfirmasi terkait kondisi proyek lapen itu.

Penulis: Beny Tengka

Editor: Vincent Ngara

Proyek

Proyek Lapen Kenca-Lando Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Warga Tuntut Transparansi Pengelolaan APBD

BORONG, FAJAR NTT – Proyek Lapen (lapisan penetrasi) jalan Kenca-Lando diduga pengerjaannya asal jadi tepatnya di Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Pasalnya, ada aspal yang sudah rusak di lokasi.

Warga mengaku kecewa dengan pengerjaan proyek itu. Herman mengisahkan bahwa sejak mulainya pengerjaan proyek Lapen itu sudah terendus indikasi penyimpangan.

“Tidak adanya papan informasi justru menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat akan adanya penyalahgunaan anggaran oleh kontraktor pelaksana,” katanya kepada media ini, Senin (28/12/2020).

Dalam setiap pembangunan proyek, kata dia, wajib pasang papan informasi yang memuat pagu anggaran sehingga masyarakat mudah mengaksesnya. Kemudian, publikasi melalui papan informasi ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan anggaran.

“Papan informasi itu bukti adanya transparansi terhadap masyarakat, sehingga masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam hal mengawal dan mengawasi program kegiatan pembangunan,” kata Herman.

Proyek

(Foto : Iren Saat/FajarNTT.com)

Mengabaikan Juknis

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengerjaan Lapen tersebut terkesan tidak mengikuti petunjuk teknis (Juknis).

“Mulai dari beberapa tahap penghamparan pecahan batu. Kemudian menggilas dan pemadatan secara merata, lalu melakukan penghamparan sosotan aspal yang tebal dan terakhir dengan penghamparan abu batu,” lanjutnya.

“Meskipun saya tidak punya keahlian dan disiplin dalam pembuatan Lapen, namun saya berpengalaman belasan tahun dalam pengerjaan ini. Jadi, setelah menyaksikan pengerjaan tersebut seperti tidak mengikuti tahapan sesuai petunjuk teknis,” ungkapnya.