BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » DAERAH » Pakar Budaya Manggarai Ingatkan Bahaya Distorsi Adat dalam Konflik Ulayat Boleng

Pakar Budaya Manggarai Ingatkan Bahaya Distorsi Adat dalam Konflik Ulayat Boleng

  • account_circle Nal Jehaut
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • print Cetak

LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM – Pakar budaya Manggarai, Drs. Antony Bagul Dagur, M.Si, mengingatkan masyarakat adat dan para pemangku kepentingan di wilayah bekas Kedaluan Boleng agar mewaspadai bahaya distorsi adat dalam konflik ulayat yang belakangan kembali mencuat.

Ia menilai, persoalan yang terjadi bukan sekadar sengketa lahan, melainkan krisis pemahaman terhadap nilai-nilai dasar budaya Manggarai.

Antony Bagul Dagur yang juga mantan Bupati Manggarai periode 2000-2005 itu menyampaikan pandangannya melalui pernyataan tertulis yang diterima media ini pada Minggu, 14 Desember 2025.

Ia menegaskan, selama lebih dari 18 tahun menjadi saksi ahli di Pengadilan Negeri Labuan Bajo, dirinya kerap menemukan pola serupa dalam konflik adat, yakni adanya upaya memelintir budaya demi kepentingan tertentu.

“Di bekas Kedaluan Boleng paling banyak terjadi apa yang saya sebut sebagai subyektifikasi budaya. Budaya ditafsirkan secara tendensius, manipulatif, dan mengikuti kemauan tokoh-tokoh yang gagal paham. Ini paling sering muncul dalam persoalan lahan ulayat,” ujar Antony.

Menurutnya, distorsi adat semacam itu berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial, mengikis rasa saling percaya, serta merusak keharmonisan masyarakat adat yang selama ini terjaga.

Jika dibiarkan, tegas Antony, konflik ulayat bisa berkembang menjadi pertentangan berkepanjangan antarwarga.

“Ketika adat diperalat, masyarakat akan terbelah. Kepercayaan hilang dan hukum adat kehilangan wibawanya,” tegasnya.

Antony kemudian menekankan pentingnya memahami filosofi dasar kepemilikan tanah dalam budaya Manggarai, khususnya relasi antara Gendang sebagai beo induk dengan Mukang dan Riang sebagai anak kampung.

Menurutnya, hubungan tersebut memiliki batas-batas adat yang jelas dan tidak boleh dilanggar atau direkayasa.

“Gendang sebagai kampung induk memiliki hak ulayat mutlak atas seluruh tanah adat dengan prinsip Gendang one, Lingko pe’ang dan tanan wa-beangn eta. Mukang dan Riang diakui keberadaannya, tetapi tetap dalam koridor adat yang sudah ditetapkan leluhur,” jelasnya.

Ia merinci, Riang memiliki batas tanah tertentu sebagai hak hidup sesuai pemberian ulayat dan tidak berhak melampaui batas tersebut.

Sementara Mukang, kata dia, tidak memiliki batas tanah garapan tetap, tetapi mengikuti batas kebun. Pelanggaran terhadap ketentuan ini, menurut Antony, bukan hanya melanggar adat, tetapi juga berpotensi mendatangkan sanksi moral dan spiritual dalam kepercayaan masyarakat Manggarai.

“Melanggar batas adat bisa berakibat kualat terhadap leluhur. Karena itu, adat tidak boleh ditafsirkan sesuka hati,” ujarnya.

Peringatan Antony Bagul Dagur mendapat dukungan dari Viktorius Piston, salah satu tetua adat dari Ulayat Mbehal.

Ia menilai, situasi belakangan di Boleng menunjukkan semakin kuatnya kecenderungan sebagian pihak menciptakan aturan adat versi sendiri.

“Usia boleh bertambah, tapi kebijaksanaan justru harus semakin matang. Jangan wariskan kekacauan kepada generasi mendatang dengan menciptakan hukum adat baru yang tidak pernah diajarkan leluhur,” kata Viktorius.

Ia juga menyoroti adanya klaim-klaim ulayat yang dinilainya tidak konsisten dan menimbulkan kegaduhan.

Menurutnya, dalam tradisi Manggarai tidak dikenal satu orang menjadi tetua di dua masyarakat adat sekaligus karena hal itu bertentangan dengan tata nilai yang diwariskan turun-temurun.

“Tindakan seperti itu bukan hanya tidak konsisten, tetapi juga merusak keharmonisan dan saling hormat dalam masyarakat adat,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Viktorius menegaskan bahwa Ulayat Mbehal sebagai beo induk tidak pernah menyangkal keberadaan Mukang dan Riang sebagai anak kampung. Namun, pengakuan itu tetap harus berjalan sesuai batasan dan hukum adat Manggarai.

Baik Antony Bagul Dagur maupun Viktorius Piston berharap konflik ulayat di Boleng dapat segera diselesaikan melalui pemahaman adat yang jernih, dialog yang jujur, serta penghormatan terhadap warisan leluhur, sehingga adat Manggarai tetap menjadi perekat, bukan sumber perpecahan. (*)

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

Penulis

Kontributor aktif untuk media siber FAJARNTT.COM

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • Dugaan Penghinaan di Grup WhatsApp, Seorang Pria Dilaporkan ke Polres Manggarai

    Dugaan Penghinaan di Grup WhatsApp, Seorang Pria Dilaporkan ke Polres Manggarai

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Nal Jehaut
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM- Aktivitas komunikasi di ruang digital kembali berujung pada proses hukum. Seorang pria berinisial RJ dilaporkan ke Kepolisian Resor Manggarai atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang terjadi dalam percakapan di grup WhatsApp. Laporan tersebut diajukan oleh jurnalis media Obor Timur, Gordianus Jamat, pada Selasa, 21 April 2026. Laporan itu telah diterima dengan […]

  • Anak-anak muda di Ruteng menggelar Christmas Festival bertajuk "Joy to The World" di Natas Labar Ruteng pada Sabtu, 20 Desember 2025.

    “Joy to The World”, Festival Natal Anak Muda di Ruteng yang Satukan Iman, Seni, dan UMKM

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Semangat Natal yang hangat dan penuh sukacita terpancar dari pusat Kota Ruteng saat anak-anak muda menggelar Christmas Festival bertajuk “Joy to The World” di Natas Labar Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Sabtu, 20 Desember 2024. Festival ini menjadi wajah baru perayaan Natal di Manggarai Raya, menghadirkan perjumpaan yang harmonis antara iman, […]

  • Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disambut tarian caci saat melakukan kunjungan kerja di Labuan Bajo. (Foto: Nurjana)

    Pemkab Manggarai Gelar Pasar Murah Ramadan, Ringankan Beban Warga Menjelang Idulfitri 2025

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Nal Jehaut
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Menyambut Hari Raya Idulfitri 2025, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian kembali menggelar Pasar Murah Ramadan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, 14 hingga 15 Maret 2025, bertempat di pelataran parkir Gereja Sta. Maria Asumpta, Ruteng. Program pasar murah ini […]

  • Wabup Manggarai Pimpin Apel Siaga Gerakan Wisata Bersih, Fokus Aksi Pungut Sampah Plastik Serentak

    Wabup Manggarai Pimpin Apel Siaga Gerakan Wisata Bersih, Fokus Aksi Pungut Sampah Plastik Serentak

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    RUTENG, FAJARNTT.COM – Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd., memimpin Apel Siaga dalam rangka Gerakan Wisata Bersih (GWB) di halaman Kantor Bupati Manggarai pada Selasa (10/6). Kegiatan ini menandai komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan destinasi wisata dan lingkungan sekitar. Dalam sambutannya, Wabup Fabianus menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk mengurangi sampah plastik yang […]

  • PLN UIP Nusra

    PLN UIP Nusra dan Kejati NTT Sosialisasi Jalur SUTT 150 kV Kupang Peaker-GI Naibonat, Masyarakat Sepakat Dukung PSN

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    MATARAM, FAJARNTT.COM – PLN UIP Nusra (Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama unit desa serta warga Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kupang, NTT, telah sepakat untuk bersama-sama menyukseskan proyek strategis nasional (PSN) PLN dalam sosialisasi lahan yang dilalui oleh Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pembangkit […]

  • UMKM dan IKM Jadi Prioritas, Pemkab Manggarai Siapkan Dukungan Modal hingga Pelatihan

    UMKM dan IKM Jadi Prioritas, Pemkab Manggarai Siapkan Dukungan Modal hingga Pelatihan

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    FAJARNTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna ke-5 DPRD Kabupaten Manggarai melalui jawaban tertulis Bupati Manggarai yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Lambertus Paput. Langkah […]

expand_less