
Penulis: Tim | Editor: Vincent Ngara
Dia menjelaskan, kenaikan harga gabah dan beras terjadi lantaran permintaan yang lebih besar dari suplai.
“Ada fenomena persaingan penawaran harga oleh pembeli gabah itu sendiri baik kepada petani maupun penggilingan. Sementara di sisi lain, jumlah produksi beras saat ini cenderung berkurang karena sudah melewati masa panen di bulan Juli 2023,” katanya.
Dia mengimbuhkan, BPS memperkirakan luas panen padi pada Agustus 2023 turun 1,55 persen jika dibandingkan Juli 2023, sedangkan produksi padi diprediksi turun 4,01 persen.
Adapun, BPS mencatat harga beras di penggilingan pada Agustus 2023 meningkat 2,59 persen (mtm) dan naik 20,27 persen (yoy).

Harga beras di tingkat grosir pada Agustus 2023 meningkat sebesar 1,02 persen (mtm) dan naik 16,24 persen (yoy), sementara harga beras eceran pada Agustus 2023 juga meningkat 1,43 persen (mtm) dan naik 13,76 persen (yoy).
Sumber: bisnis.com