BERITA TERBARU
light_mode
TAGS
Beranda » DAERAH » Kasus Gigitan Anjing Meningkat, Pemkab Manggarai Tertibkan Anjing Liar di Kota Ruteng

Kasus Gigitan Anjing Meningkat, Pemkab Manggarai Tertibkan Anjing Liar di Kota Ruteng

  • account_circle TIM
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • print Cetak

RUTENG, FAJARNTT.COM – Meningkatnya kasus gigitan anjing dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Kota Ruteng memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai mengambil langkah tegas dengan menggelar operasi penertiban anjing liar yang dinilai berpotensi menularkan virus rabies. Operasi ini dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai serta aparat kelurahan setempat.

Operasi penertiban dilakukan secara serentak di sejumlah kelurahan yang dilaporkan memiliki populasi anjing liar cukup tinggi, antara lain Kelurahan Watu, Karot, Rowang, Bangka Leda, dan Waso. Wilayah-wilayah ini sebelumnya dilaporkan masyarakat sebagai lokasi rawan karena banyaknya anjing berkeliaran bebas di area permukiman padat, lingkungan sekolah, hingga pusat aktivitas ekonomi seperti pasar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Manggarai, Alexius Harimin menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Manggarai serta hasil koordinasi lintas perangkat daerah.

Langkah ini, jelas Alexius, didorong oleh banyaknya laporan warga yang merasa terancam dengan keberadaan anjing liar, terutama setelah terjadi beberapa kasus gigitan dalam waktu berdekatan.

“Kami menerima banyak laporan masyarakat yang resah dan khawatir terhadap keselamatan anak-anak serta warga secara umum. Karena itu, pemerintah daerah memutuskan melakukan penertiban. Tujuan utamanya bukan semata-mata membasmi, melainkan melindungi masyarakat dari ancaman rabies yang bisa berakibat fatal,” ujar Alexius kepada awak media pada Senin, 12 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, petugas Satpol PP melakukan penyisiran sejak pagi hingga siang hari.

“Anjing yang tidak terikat, tidak memiliki pemilik jelas, atau menunjukkan perilaku mencurigakan menjadi sasaran penertiban. Petugas menggunakan jaring khusus untuk menangkap anjing, guna menghindari tindakan yang membahayakan baik bagi petugas maupun hewan itu sendiri,” ujarnya.

Alexius menjelaskan, setiap anjing yang berhasil diamankan tidak serta-merta dibasmi. Seluruh hewan terlebih dahulu diperiksa oleh tenaga kesehatan hewan dari Dinas Peternakan.

Pemeriksaan ini, kata dia, bertujuan memastikan apakah anjing tersebut menunjukkan gejala rabies, seperti air liur berlebihan, agresivitas tidak wajar, atau ketakutan terhadap air.

“Kami bekerja sesuai prosedur dan standar penanganan rabies. Anjing yang dinyatakan sehat tidak langsung dimusnahkan. Ada tahapan pemeriksaan medis sebelum keputusan diambil, sehingga tidak terjadi kesalahan penanganan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alexius menambahkan bahwa operasi penertiban ini bersifat bertahap dan berkelanjutan.

“Selama kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) masih terjadi, Satpol PP bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan penindakan di lapangan,” ungkap Alexius.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam memelihara hewan.

“Kami mengingatkan warga agar tidak melepas anjing peliharaan berkeliaran bebas di ruang publik. Anjing harus diikat atau dikandangkan, dan yang paling penting, wajib mendapatkan vaksin rabies secara rutin,” katanya.

Selain operasi lapangan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui kegiatan sosialisasi. Satpol PP bersama Dinas Peternakan turun langsung ke sekolah-sekolah dan perkampungan di sekitar Ruteng untuk memberikan edukasi tentang bahaya rabies. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri hewan yang terinfeksi rabies serta langkah pertama yang harus dilakukan jika terjadi gigitan.

Warga diimbau segera mencuci luka gigitan menggunakan sabun di bawah air mengalir selama kurang lebih 15 menit, kemudian secepatnya melapor ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan vaksin anti rabies (VAR).

Alexius menegaskan bahwa langkah penertiban anjing liar ini tidak boleh dipahami sebagai tindakan kekerasan terhadap hewan.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dilakukan semata-mata untuk melindungi keselamatan manusia sekaligus mengendalikan kesehatan hewan di wilayah Manggarai.

“Kami tidak ingin tindakan ini disalahartikan. Semua dilakukan berdasarkan standar penanganan rabies dan prinsip kehati-hatian. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, hingga Oktober 2025 tercatat lebih dari 20 kasus gigitan anjing di wilayah Kota Ruteng. Sebagian besar korban telah mendapatkan perawatan medis, namun dua wilayah masih dikategorikan sebagai zona merah rabies karena tingginya populasi anjing liar dan intensitas kasus gigitan.

Dengan langkah terpadu antara Satpol PP, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, serta dukungan aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap penyebaran rabies dapat ditekan secara signifikan. Pemerintah optimistis, melalui penertiban, vaksinasi, dan edukasi yang berkelanjutan, ancaman rabies di Kota Ruteng dapat dikendalikan. (*)

Penulis: Filomena Fitriani

Ikuti FajarNTT.com di saluran Klik disini >> WHATSAPP CHANNEL

  • Penulis: TIM

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

KOMENTAR

ARTIKEL LAINNYA

  • Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, kondisi jalan yang telah selesai dikerjakan tampak sangat rapi dan terata,Foto(Dok.FAJARNTT)

    Proyek Rp2,7 Miliar Jalan Watu Cie–Deno Rampung, Warga Apresiasi Kinerja Kontraktor dan Pemda Matim

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Nal Jehaut
    • 0Komentar

    BORONG,FAJARNTT.COM- Pembangunan Jalan Watu Cie–Deno di Kecamatan Lamba Leda Selatan yang dibiayai melalui APBD Tahun 2025 dengan nilai anggaran Rp2,7 miliar kini telah rampung dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Proyek infrastruktur tersebut menjadi salah satu bukti nyata komitmen Pemerintah Daerah Manggarai Timur dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Berdasarkan pantauan […]

  • Camat Lamba Leda

    Camat Lamba Leda Usulkan 12 Tower BTS Mini ke Diskominfo Matim

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    BORONG, FAJARNTT.COM – Pemerintah Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, mengusulkan 12 Tower Base Transceiver Station (BTS) ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Usulan tersebut berdasarkan kebutuhan dan hasil survei pemerintah Kecamatan Lamba Leda, terkait desa-desa yang tergolong blank spot (belum terjangkau jaringan telekomunikasi, red). [irp] Adapun nama-nama desa yang diusulkan […]

  • polisi

    Polisi Menangkap Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak Kandung, di Labuan Bajo

    • calendar_month Senin, 21 Nov 2022
    • account_circle Andi
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, FAJARNTT.COM| Seorang Pria dibekuk tim Jatanras Polres Mabar, lantaran diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 3 orang anak kandungnya sendiri. Terduga pelaku berinisial LL (47) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap ketiga anaknya masing-masing berinisial KL (15), K (12) dan KJ (8). Terduga diamankan Tim Jatanras yang dipimpin Aipda Marianus Demon Hada, S.Sos di seputaran […]

  • Stok Darah Harus Aman! PMI Manggarai Gelar Donor Darah Massal Libatkan Semua Kalangan

    Stok Darah Harus Aman! PMI Manggarai Gelar Donor Darah Massal Libatkan Semua Kalangan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle TIM
    • 0Komentar

    FAJARNTT.COM – Ketersediaan stok darah yang aman dan mencukupi menjadi perhatian serius Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PMI menggelar aksi donor darah massal yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026. Kegiatan kemanusiaan yang berlangsung di […]

  • SMKN

    SMKN Binaan PLN UIP Nusra Ini Resmi Kantongi Sertifikat Bengkel Konversi dari Kemenhub

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    MATARAM, FAJARNTT.COM – SMKN 3 Mataram binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) resmi mengantongi sertifikat sebagai bengkel pemasangan, perawatan dan pemeriksaan peralatan instalasi sistem penggerak motor listrik pada sepeda motor dengan kategori tipe B dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dengan Nomor; SR-DRJD 920 Tahun 2024 dengan masa berlaku […]

  • Mahasiswa KKN

    Mahasiswa KKN UGM Tiba di Desa Wisata Golo Loni, Disambut Hangat Pemdes dan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Nal Jehaut
    • 0Komentar

    BORONG, FAJARNTT.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 yang tergabung dalam Tim Rana Mese Manise resmi memulai pengabdian mereka di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Kedatangan rombongan mahasiswa tersebut disambut hangat oleh Pemerintah Kecamatan Rana Mese, Pemerintah Desa Golo Loni, tokoh adat, tokoh masyarakat, […]

expand_less