close menu

Masuk


Tutup x

BPBD Manggarai Edukasi Anak-anak untuk Selamatkan Nyawa Lewat Tiba Dia

Penulis: | Editor: Redaksi

RUTENG,FAJARNTT.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui program inovatif bernama Tiba Dia, singkatan dari Mitigasi Bencana di Sekolah.

Program ini menyasar lembaga pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA dengan tujuan menanamkan kesadaran akan risiko bencana sejak dini.

Kepala BPBD Manggarai, Stefanus Tawar, menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar sosialisasi.

“Tiba Dia adalah gerakan sadar risiko. Kami hadir langsung ke kelas, berdialog dengan guru dan siswa. Mitigasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurut Stefanus, pendekatan berbasis sekolah efektif karena menjangkau anak-anak pada usia pembentukan karakter.

Kedai Momica

“Jika anak-anak tahu langkah penyelamatan saat gempa, banjir, atau longsor, nyawa bisa terselamatkan. Pengetahuan itu menjadi tameng hidup yang tak ternilai,” tegasnya.

Program Tiba Dia bertujuan mengubah paradigma penanggulangan bencana dari respons pasca-bencana menjadi kesiapsiagaan berkelanjutan.

“Lewat anak-anak, pesan kesiapsiagaan bisa sampai ke keluarga dan masyarakat. Ini strategi pergerakan sunyi tapi berdampak luas,” kata Stefanus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Manggarai, Epifanius Pankrasius Wandur, menambahkan bahwa program ini telah digulirkan sejak 2024 dan terus diperluas ke berbagai sekolah.

“Kami jadikan sekolah sebagai komunitas utama mitigasi bencana. Anak-anak dari TK hingga SMA diberi pengetahuan yang bisa dipahami dan dipraktikkan,” ujarnya.

Materi pelatihan meliputi pengenalan bencana alam, jenis dan risiko bencana di Manggarai, penyusunan rencana kontinjensi, jalur evakuasi, hingga simulasi penyelamatan diri.

Selain itu, siswa diperkenalkan dengan aplikasi Inaris Personal, untuk memantau ancaman bencana di sekitar rumah dan sekolah secara real-time.

BPBD Manggarai juga bekerja sama dengan lembaga swasta seperti Wahana Visi Indonesia (WVI) dan PMI untuk pelatihan di tingkat komunitas, menargetkan pemuda desa sebagai agen perubahan.

“Kami berharap pengetahuan yang didapat siswa tidak berhenti di sekolah. Mereka bisa mentransfernya ke keluarga dan masyarakat di rumah,” tutur Epifanius.

Melalui Tiba Dia, BPBD Manggarai berharap Kabupaten Manggarai tidak hanya tangguh menghadapi bencana, tetapi juga menjadi model ketahanan berbasis pendidikan di tingkat nasional.

Pendidikan mitigasi bencana diharapkan menjadi budaya, bukan sekadar proyek tahunan, sehingga setiap anak bisa berperan dalam menyelamatkan nyawa.(*)

Konten

Komentar

You must be logged in to post a comment.