
Penulis: Tim | Editor: Redaksi
RUTENG, FAJARNTT.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, berlangsung meriah dan penuh kebersamaan pada Sabtu (16/8).
Di mana, pemerintah kecamatan menggelar berbagai lomba tradisional antar kelurahan yang diikuti seluruh 20 kelurahan se-Kecamatan Langke Rembong.
Berbagai lomba tradisional seperti balap kelereng, dansa balon, tarik tambang, hingga makan kerupuk sukses mengundang tawa, tepuk tangan, dan sorak sorai warga yang memadati lokasi kegiatan.
Meski dikemas sederhana, lomba-lomba ini menjadi ajang perekat persaudaraan lintas kelurahan sekaligus sarana menampilkan kekompakan masyarakat.
“Ini bukan sekadar hiburan. Lomba ini memberi ruang bagi seluruh warga, mulai anak-anak hingga orang tua, untuk terlibat, berinteraksi, dan merasakan kebersamaan yang sesungguhnya,” ujar Patris, salah seorang panitia kegiatan.

Kebersamaan dan Gotong Royong Menjadi Sorotan Utama
Camat Langke Rembong, Eremeius Gonzaga Gau, menekankan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan setiap bulan Agustus. Lebih dari itu, kemerdekaan harus dihidupi dalam sikap sehari-hari melalui semangat kebersamaan, kejujuran, dan sportivitas.
“Kemerdekaan bukan sekadar dirayakan, tapi dihidupi dalam semangat kebersamaan, kejujuran, dan sportivitas,” tegas Camat Eremeius.
Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan para pahlawan tetap relevan untuk menghadapi tantangan bangsa saat ini.
Menurutnya, masyarakat kini dihadapkan pada kompleksitas arus globalisasi, persaingan ekonomi, hingga perkembangan teknologi yang cepat.
Kondisi ini, jelas dia, menuntut masyarakat untuk lebih kompak, kreatif, dan adaptif.
“Kalau di masa lalu para pejuang mengangkat senjata, perjuangan kita hari ini adalah melawan sikap acuh tak acuh, egoisme, dan ketidakpedulian. Kemenangan kita adalah ketika mampu menjaga harmoni, membangun kerja sama, dan menghadirkan keadilan sosial di tengah masyarakat,” jelas Eremeius.
Anak-Anak dan Pemuda Larut dalam Keceriaan
Kemeriahan lomba antar kelurahan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wahana menumbuhkan kreativitas, sportivitas, dan rasa memiliki terhadap komunitas masing-masing.
Anak-anak tampak antusias mengikuti lomba balap kelereng dan makan kerupuk, sementara pemuda dan orang tua saling bahu-membahu mendukung tim kelurahan mereka dalam lomba tarik tambang dan dansa balon.
Atmosfer kebersamaan semakin terasa ketika setiap kelurahan bersorak mendukung timnya. Tawa, tepuk tangan, dan sorak sorai warga menciptakan suasana yang hidup, hangat, dan menyenangkan.
Kegiatan sederhana ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya nilai gotong royong yang telah menjadi identitas masyarakat Manggarai.
Nilai-nilai Perjuangan Hidup di Tengah Masyarakat
Pemerintah kecamatan menegaskan, ajang seperti ini bukan sekadar memeriahkan bulan kemerdekaan, tetapi juga membangkitkan kembali semangat persaudaraan dan kerja sama.
Semangat kebersamaan yang lahir dari lomba tradisional ini diharapkan menjadi energi positif bagi warga dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, sekaligus menjaga warisan budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Dengan berlangsungnya kegiatan ini, semarak menjelang HUT ke-80 RI di Langke Rembong berhasil menghadirkan suasana meriah, hangat, dan penuh nilai edukatif. Warga dari berbagai kalangan dapat merasakan makna kemerdekaan yang sesungguhnya: hidup bersama, saling mendukung, dan menjaga harmoni di tengah keberagaman. (*)