
Penulis: Tim | Editor: Redaksi
FAJARNTT.COM – Ketua Tim Pembina Posyandu sekaligus Ketua TPP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina, menekankan peran strategis orang tua dalam memantau kesehatan dan tumbuh kembang balita melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), yang populer dikenal sebagai “buku pink”.
Hal ini disampaikan dalam kunjungan pemantauan Posyandu yang dilakukan Jumat (16/8/2025) di Desa Lentang, Kecamatan Lelak, di mana Meldyanti secara langsung meninjau proses pencatatan kesehatan anak serta konsultasi orang tua dengan petugas Posyandu.
Meldyanti menjelaskan bahwa buku KIA bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan panduan utama bagi orang tua dalam memantau kesehatan anak.
Buku ini, kata Meldyanti, memuat riwayat kesehatan ibu sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak sampai usia lima tahun.
“Buku KIA berisi catatan lengkap tentang tumbuh kembang balita, grafik pertumbuhan, catatan imunisasi, pemberian ASI, hingga hasil pemeriksaan kesehatan. Semua informasi ini sangat penting agar orang tua dapat memahami kondisi anak dan mendeteksi potensi masalah sejak dini,” jelasnya.

Ia menambahkan, memahami buku KIA memberi orang tua kemampuan mengambil langkah tepat dalam memastikan anak tumbuh sehat dan optimal.
“Sering kali orang tua hanya menilai anak sehat secara kasat mata, padahal ada indikator khusus pertumbuhan dan perkembangan yang harus dicatat. Buku KIA menjadi panduan untuk memastikan anak berkembang sesuai standar,” ujarnya.
Mendukung Tenaga Kesehatan Posyandu
Menurut Meldyanti, penggunaan buku KIA secara maksimal juga sangat membantu tenaga kesehatan Posyandu. Catatan yang lengkap memungkinkan petugas memberikan layanan lebih tepat, mulai dari imunisasi rutin, konseling gizi, hingga deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak.
“Dengan buku KIA, setiap anak memiliki rekam jejak kesehatan yang jelas. Ini menjadi landasan semua intervensi kesehatan, sehingga tidak ada anak yang terlewat dari pemantauan,”terangnya.
Meldyanti juga menekankan pentingnya kesehatan ibu selama kehamilan sebagai fondasi kesehatan anak.
Menurutnya, catatan kehamilan di buku KIA menjadi salah satu penentu kondisi anak sejak lahir.
“Kesehatan anak dimulai dari kesehatan ibu. Orang tua harus memahami setiap halaman buku ini. Ini bukan hanya untuk anak, tapi juga mencerminkan bagaimana ibu menjaga kesehatannya,” tegasnya.
Peran Orang Tua dan Kesadaran Komunitas
Dalam kunjungan itu, Meldyanti juga mengajak orang tua agar lebih aktif dan rutin menggunakan buku KIA.
Kesadaran orang tua, kata dia, akan meningkatkan efektivitas Posyandu dan memastikan tumbuh kembang anak dapat dipantau secara tepat.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa buku KIA juga menjadi sarana pendidikan kesehatan bagi keluarga dan masyarakat, sehingga setiap anak dapat tumbuh sehat dan mendapatkan intervensi dini bila ada masalah kesehatan.
Dengan perhatian yang serius dari orang tua dan tenaga kesehatan, Meldyanti berharap buku pink dapat menjadi alat penting dalam mewujudkan generasi Manggarai yang sehat, cerdas, dan kuat sejak usia dini.(*)