
Penulis: Tim | Editor: Redaksi
FAJARNTT.COM – Desa Dese berubah menjadi lautan warna, suara gendang, dan sorak-sorai warga Sabtu (10/08/2024), saat puncak Congko Lokap Gendang Rohak digelar.
Dari tarian caci yang memukau hingga prosesi Tuak Kapu yang khidmat, ritus adat ini bukan sekadar tontonan, melainkan wujud hidup identitas budaya Manggarai yang dipertahankan dengan semangat gotong royong dan doa untuk kebaikan bersama.
Kehadiran Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menambah semarak acara. Bupati Hery disambut dengan prosesi Tuak Kapu dan arak-arakan menuju rumah gendang, simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus pembuka rangkaian adat.
Kehadiran kepala daerah ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap pelestarian tradisi lokal yang sarat makna spiritual dan sosial.
Gotong Royong, Pilar Pelestarian Tradisi

Dalam sambutannya, Bupati Hery memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan warga Gendang Rohak atas semangat gotong royong yang luar biasa.
Ia menekankan bahwa meski masyarakat menghadapi keterbatasan, mereka tetap mampu menjaga dan meneruskan tradisi leluhur dengan kebersamaan yang kuat.
“Kita semua berharap agar Congko Lokap yang dimulai dengan caci dan tarian ini bisa dikenang oleh generasi muda dan diteruskan kepada anak cucu kita ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari Toing, ajaran luhur para leluhur yang harus dijaga sebagai identitas budaya Manggarai.
Menurut Bupati Hery, gotong royong bukan hanya soal kerja fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial yang menjadi fondasi masyarakat Manggarai.
Niilai Spiritual yang Mendalam
Selain aspek sosial, Congko Lokap juga sarat nilai spiritual. Setiap rangkaian ritual, termasuk doa dan persembahan, diyakini sebagai fondasi kebaikan bagi kehidupan masyarakat, baik sekarang maupun di masa depan.
“Ini bukan sekadar ramai-ramai, tetapi juga berdoa untuk kebaikan kita bersama,” tambah Bupati Hery.
Rangkaian ritual yang mencakup tarian, caci, dan persembahan merupakan wujud penghormatan terhadap leluhur sekaligus sarana memperkuat ikatan spiritual dan budaya.
Simbol Identitas dan Solidaritas
Congko Lokap Gendang Rohak di Desa Dese menjadi simbol kuat identitas budaya Manggarai. Acara ini menggabungkan unsur adat, spiritual, dan sosial yang saling menguatkan.
Dari prosesi Tuak Kapu, tarian caci, hingga doa bersama, semua rangkaian menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi perekat masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, kesadaran spiritual, dan pesan persatuan yang disampaikan Bupati Hery, Congko Lokap bukan sekadar acara adat, tetapi juga wahana pendidikan budaya bagi generasi muda.
Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. (*)