Penulis: Alfonsius Andi | Editor:
RUTENG, FAJARNTT.COM| Festival Food berkedok perjudian seperti lempar gelang dan bola gelinding turut mewarnai festival kuliner dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-77. Festival food ini mulai digelar pada Sabtu malam (8/10) di lapangan Motang Rua Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT selama dua pekan ke depan.
Pantauan media ini di lokasi, tampak puluhan bahkan ratusan warga silih berganti mengerumuni lokasi judi yang terletak di bagian timur lapangan Motang Rua. Tampak juga sejumlah warga silih berganti membeli gelang seharga Rp1.000, dengan sekali beli sebesar Rp5.000. gelang tersebut dilemparkan dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang telah dimodifikasi.
Selain itu, judi Bola Gelinding sistem mainnya menggunakan kartu khusus tersebut. Kartu Bola Gelinding dijual melalui pengelola dengan harga Rp. 2.000., (dua ribu rupiah) untuk satu kartu.
Apabila beruntung, warga mendapatkan beragam hadiah yang telah disimpan dalam kotak yang telah dimodifikasi tersebut. Anehnya, meski sejumlah warga berupaya memasukan gelang tersebut ke dalam kotak yang telah dimodifikasi itu, namun upaya mereka sebagian besarnya gagal total. Bahkan warga harus merogoh kocek lebih dalam, karena terus berusaha memasukan gelang tersebut.
“Ada yang melempar ke hadiah jam tangan dan ada yang melempar ke baju dan hadiah sandal. Jika gelang itu masuk, pembeli bisa membawa jam tangan atau barang lainnya,” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Festival Segera Dibubarkan
Merespon hal tersebut, Kasdim 1612/ Manggarai, Mayor Topan mengatakan, pihaknya tidak mengetahui bahwa ada aktivitas perjudian di festival food di lapangan Motang Rua, Ruteng. Sebab, belum dilakukan konfirmasi terhadap sejumlah pemilik stand yang mengisi festival tersebut.
“Siang ini kita tidak boleh lihat lagi, semua barang mereka tidak boleh ada lagi di situ. Kalau pun masih ada argumen, terpaksa acaranya kita hentikan,” kata Mayor Topan kepada wartawan di markas Kodim 1612/ Manggarai Selasa (11/10) siang.
Ia mengaku, pihaknya sempat mendapat informasi dari panitia pada Senin malam, terkait adanya aktivitas lempar gelang dan bola gelinding yang mewarnai festival kuliner tersebut.
“Jadi jelas, food kuliner ya bayangan kita adalah makanan. Setelah berjalan, ya ada kecenderungan jadi out of control,” ujarnya.
Mayor Topan juga mengaku, pihaknya tidak mengambil keuntungan sedikit pun dari festival kuliner tersebut. Ia menegaskan, pihaknya akan menghentikan seluruh aktivitas festival tersebut apabila masih ada kegiatan yang bernuansa perjudian.
“Kalau enggak ditutup kegiatan itu, terpaksa kita hentikan semua kegiatan festival kuliner itu nanti,” pungkas dia. (*)
CATATAN REDAKSI: apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada redaksi kami EMAIL.
Sebagaimana diatur dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.