oleh

“King Herodes”, Kedai Kopi Sederhana dan Harganya Pun Merakyat

Manggarai, FajarNTT.com – Beberapa tahun terakhir, tren konsumsi kopi di Indonesia meningkat seiring menjamurnya kedai kopi hingga cafe. Kegiatan minum kopi telah menjadi gaya hidup di tengah masyarakat. Selain untuk menghilangkan rasa kantuk, kopi juga cocok untuk jadi teman nongkrong dan bekerja.

Baca Juga : Tidak Menjanjikan Jabatan, Hery Nabit : Tidak Mau Kerja, Minggir!

Kopi kini banyak disukai anak muda, karena banyak variasinya yang lebih kekinian. Tak hanya sebagai penikmat, kebanyakan anak muda sekarang tertarik untuk terjun ke bisnis kopi. Seperti yang dilakukan oleh Rino, alumnus kampus Trisakti, Jakarta.

Berawal dari kemauan keras yang mengantarkan Rino berhasil mendirikan kedai kopi “King Herodes” yang beralamat di Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

“Usaha sudah berjalan 2 bulan. Sebelumnya, saya bekerja di tambang batubara di Kalimantan, sesudah itu bekerja di Jakarta. Setelah dari Jakarta, saya memang berniat buka usaha kedai kopi di Ruteng. Pas mama meninggal, bapa minta saya supaya jangan lagi balik ke Jakarta,” katanya.

Ia menuturkan, 15 hari sebelum menikah, rumahnya kebakaran.

“Ya sudah, saya ikhlaskan,” katanya.

Dikatakannya, dari pada tanah miliknya tidak ada yang menempati, dirinya kemudian membuka usaha kedai kopi dengan modal seadanya.

“Saya bersama istri dibantu sama adik-adik yang lain untuk mengelola usaha ini,” tuturnya.

Pemilik Kedai Kopi “King Herodes”, Damianus Aprianto Helmon (Foto : Nestor Madi/FajarNTT.com)

Selain itu, kata Rino, kedai kopi miliknya sangat merakyat.

“Yang sederhana saja, yang penting buat tempat nongkrong. Usaha ini saya buka dari Senin sampai Minggu, dari pukul 11 siang hingga pukul 12 malam. Menu yang saya sajikan disini bervariasi, tentu saja minuman berbahan dasar kopi. Harganya terjangkau, Rp. 5000. Sedangkan menu spesialnya, ada mie king, minuman king, dan lain-lain. Pokoknya harga merakyat,” tuturnya.

Baca Juga :  Putus Sekolah, Bos Alfamart Kini Jadi Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia

Sampai saat ini, kata dia, respon dari pelanggan sangat baik.

“Hingga saat ini, pelanggan yang datang lumayan. Sejauh ini, tidak ada komplain dari konsumen. Yang datang anak-anak pelajar, mahasiswa, dan karyawan kantor,” kata pria bernama lengkap Damianus Aprianto Helmon itu.

Diceritakannya, kawan-kawan menyarankannya untuk buka cabang di Labuan Bajo.

“Saya bilang ke mereka, saya masih kurang modal. Kalo su cukup modal, saya bisa buka di Bajo. Apalagi di tengah pandemi Covid yang belum berakhir. Kita tidak boleh menyerah, kita tetap optimis,” terangnya.

Kepada media ini juga, Rino mengungkapkan rasa terima kasih kepada orangtuanya.

“Karna tanpa support dan motivasi dari mereka, saya tidak bisa seperti ini. Intinya, bapa selalu mendukung usaha yang lagi saya rintis, walaupun tanpa almarhumah mama,” pungkasnya.

Kemudian, dirinya juga berharap kepada Pemerintah untuk memperhatikan usaha-usaha UMKM yang kini lagi mau berkembang.

Penulis : Nestor Madi

Editor : Vincent Ngara

News Feed