close menu

Masuk


Tutup x

Pemkab Ngada Dukung Migrasi TV Analog ke Digital

pemkab ngada
Pertunjukan Rakyat (Petunra) Virtual di Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT (Foto: FajarNTT.com)

Penulis: | Editor:

Bajawa, FajarNTT.com – Pemkab Ngada mendukung program Kemkominfo RI untuk migrasi dari TV Analog ke TV Digital.

Hal itu sesuai penyampaian Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono, S.Sos saat hadir kegiatan Pertunjukan Rakyat (Petunra) Virtual di Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, pada Sabtu (2/4/2022).

Sebagaimana kegiatan tersebut merupakan program kegiatan dari pemerintah pusat melalui Kemkominfo RI dengan menggunakan medium zoom yang di ikuti ratusan peserta baik online maupun offline secara gratis. Kegiatan itu bertema “Siap TV Digital Menuju Indonesia Terkoneksi Semakin Digital Semakin Maju”.

Pemkab Ngada Sambut Baik Program Pemerintah

Bupati Ngada Andreas Paru melalui Sekda Theodosius Yosefus Nono, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada perkembangan industri informatika dewasa ini menuntut penerapan teknologi modern, maka perlu mengimbangi dengan kesadaran, pengetahuan, dan kepahaman masyarakat selaku pelaku utama informasi dan komunikasi.

“Saat ini dunia komunikasi dan informatika telah memasuki era digital oleh karena itu masyarakat itu sebagai subyek utama dalam seluruh sistem komunikasi dan informatika harus mampu menyadari dan menerima perubahan-perubahan modernisasi dunia komunikasi yang terjadi dewasa ini,” katanya.

Sekda Theo Nono menyampaikan kegiatan hari ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan edukasi bagi masyarakat terhadap perubahan dan perkembangan informasi yang semakin digital.

“Pemkab Ngada dan masyarakat Kabupaten Ngada sangat menyambut baik kegiatan hari ini, kegiatan ini mengangkat tema “Siap TV Digital Menuju Indonesia Terkoneksi Semakin Digital Semakin Maju”. Hal ini berarti bahwa masyarakat harus siap untuk menyambut era baru dalam sistem penyiaran digital yang menuntut masyarakat untuk dapat memahami dan mampu memanfaatkan sistem digital untuk hal-hal kreatif,” katanya lagi.

Kemudian, kata dia, dengan TV Digital berarti kita siap untuk berkembang dan maju dengan memanfaatkan segala sumber yang ada terutama sistem informatika yang semakin digital secara kreatif dan bertanggung jawab untuk masyarakat yang lebih sejahtera dan makmur.

TV Digital Lebih Memuaskan dari TV Analog

Kadis Kominfo Ngada, Kila Patrisius selaku pemateri dalam kegiatan tersebut mengatakan jika kita berbicara TV Analog seperti tayangan saat ini, bahwa TV Analog itu gambarnya pecah-pecah, bintik-bintik, seperti yang kita nonton masa kecil.

Tapi menurutnya, di era yang sekarang ini orang mau nonton yang lebih jernih dan bersih.

“TV mendekatkan apa yang jauh dan apa yang terjadi. Tapi kalau yang terjadi lalu kita nonton bintik-bintik ya untuk apa, maka saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia melalui Kemkominfo telah mencanangkan TV Analog ke TV Digital,” katanya.

Ia mengatakan, TV Analog itu seperti yang kita nonton saat ini, sebab di Ngada ada juga TV Digital tetapi peralatan itu yang kita belum punya.

“Kita orang Ngada dengan kemampuan ekonomi kita yang terbatas. Pemerintah mencanangkan TV Digital itu adalah satu frekuensi itu untuk beberapa chanel TV, jadi tinggal kita geser saja tapi frekuensinya tetap dan tidak berubah, itu keuntungannya,” kata Patrisius.

Menurutnya, keterwakilan dari Pemkab Ngada melalui Dinas Kominfo Ngada, akan siap membantu masyarakat Kabupaten Ngada untuk melayani semua pertanyaan maupun datang ke kantor tentang bagaimana informasi seputaran TV Analog ke TV Digital.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kemkominfo RI bahwa untuk Kabupaten Ngada tahun ini di alokasikan 12 buah tower hingga jumlah seluruhnya sudah 80 tower meskipun itu belum apa-apa, dan itu kami harus tetap meminta baik BST maupun jaringan internetnya,” tutupnya.

Sementara Agung Suprio selaku Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI ) Pusat juga menyampaikan bahwa pentingnya TV Digital di masa sekarang di banding TV Analog.

“Urgensinya pindah dari TV Analog ke TV Digital, yang pertama bahwa satu frekuensi itu hanya satu TV, jadi kalau di Jakarta itu ada 18 TV Nasional berjaringan termasuk TVRI itu boros pakai 18 frekuensi, tapi kalau pakai digital frekuensi itu di press karena lebih digital, satu frekuensi bisa maksimum 12 TV, jadi kalau ada 18 TV yang saya gambarkan di Jakarta sesungguhnya kita hanya bisa makai frekuensi itu pun masih lebih dari jumlah sistem dan kualitas gambarnya lebih jernih,” jelasnya.

Meski demikian pihaknya mengatakan, Kominfo telah membuat master plan seperti di jakarta yang ada 9 multiplekser, tetapi di NTT mungkin lebih sedikit.

“TV Digital itu sangat canggih daripada TV Analog, kita melihat perangkatnya sudah pindah ke digital,” ujarnya.

TV Digital Tidak Menggunakan Kuota Internet

Sementara Praktisi Komunikasi Katharina Dhema Siba dalam pemaparan materinya mengatakan perkembangan siaran televisi Indonesia semakin menarik.

“Ketika mengingat pertama dahulu, penggunaan televisi untuk menyiarkan acara penting misalnya Upacara Kemerdekan RI, lalu meluas ke berita dan hiburan bahkan ajang pencarian bakat,” katanya.

Sehingga ia merincikan beberapa kriteria penting dan membagi menjadi tiga, antara lain program berita dan pendidikan (TVRI METRO TV, TV ONE, KOMPAS TV, CNN), program hiburan seperti sinetron, film, reality show, ajang pencarian bakat, games, musik, dan program iklan untuk komunikasi pemasaran terefektif.

Tidak hanya itu, Katharina juga menjelaskan bahwa televisi juga sebagai media massa.

“Media massa adalah alat untuk menyampaikan pesan dari sumber kepada khalayak. Televisi termasuk media massa elektronik yang paling memuaskan dari media lainnya dengan alasan efek audio dan visual yang memiliki unsur immediacy dan realism (menyampaikan secara langsung dan menampilkan dengan hal-hal yang nyata,” jelasnya.

Ada 3 fungsi media massa, kata dia, menurut Harold D. Laswell, yakni to inform (menginformasikan apa saja), to educate (memberikan pendidikan), to entertain (memberikan hiburan).

Kemudian TV Digital bukan TV Streaming berbeda dengan TV satelit (parabola), jadi tidak perlu biaya kuota internet.

“Siaran TV digital memakai teknologi antena DVBT2 (tidak ada noise, bintik semut, dan gambar terbayang), bukan TV kabel berlangganan, TV Digital hemat frekuensi, dan terdapat layanan interaktif serta menayangkanjadwal acara,” bebernya.

Sehingga bagi dia, penting juga dalam berliterasi media yang mana setelah melihat kelebihan TV Digital, hal yang tak kala penting adalah literasi media.

“Literasi merujuk pada kemampuan dan keterampilan individu dalam menerima pesan baik melalui tulisan, bacaan dan bentuk analisa dalam memecahkan masalah atau menyadari suatu permasalahan tertentu dari suatu media,” tutupnya.

Memeriahkan pertunjukan rakyat itu MC Odaff Elson dan Modesta serta Invinitum Band. Pelaksanaan kegiatan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Follow Berita FajarNTT.com di Google News

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan kami dengan mengikuti FajarNTT.com WhatsApp Channel di ponsel kamu

CATATAN REDAKSI: apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada redaksi kami EMAIL.
Sebagaimana diatur dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Konten

Komentar

You must be logged in to post a comment.

Terkini Lain

Konten