close menu

Masuk


Tutup x

Budaya dan Spiritualitas Pendidikan: Catatan Responsif Pelatihan dan Lokakarya Pendidikan Inklusi

budaya
Katarina W. Wisang, S.Pd (Foto: Dok. Pribadi)

Penulis: | Editor:

Sekolah inklusi adalah tempat di mana anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama dengan peserta didik  reguler lainnya dengan fasilitas yang menunjang dan pro-difabel. Anak berkebutuhan khusus tetap didampingi oleh guru pendamping selama kegiatan belajar mengajar. Sampai saat ini, di SMAS Katolik St. Fransiskus belum tersedianya guru pendamping khusus yang ahli dalam bidangnya untuk mendampingi peserta didik yang memiliki keterbatasan tertentu seperti netra.

Sistem pembelajaran, pengajaran, kurikulum, sarana dan prasarana, serta sistem penilaian di sekolah inklusi akan mengakomodasi kebutuhan anak penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat beradaptasi dan menerima pendidikan sebaik mungkin.

Oleh karena itu, hendaknya pemerintah daerah dan pusat  dapat mendukung dan mendorong sekolah-sekolah inklusif dengan memfasilitasi lembaga pendidikan untuk menjadikan lembaga pendidikan sebaga tempat yang nyaman bagi semua orang tanpa bersifat katergorial. (*)

*)Katarina W. Wisang, S.Pd

Penulis Merupakan Guru di SMAS St. Fransiskus Saverius Ruteng

 

Kedai Momica
Konten

Penulis merupakan salah satu pendiri media siber Fajar NTT. Selain aktif sebagai Jurnalis, juga berprofesi sebagai Web Developer di Rumah Media Cyber. Beberapa media siber berhasil terbit berkat sentuhan tangannya.

Komentar

You must be logged in to post a comment.